Showing posts with label islami. Show all posts
Showing posts with label islami. Show all posts

Apapun Alasanya Pembunuhan Tetaplah Pembunuhan

 
Ada Bom di Mapolres Solo? Ini pasti konspirasi densus!
Ada bom di Jl. Thamrin? Rekayasa polisi!
Ada bom di Gereja Samarinda? Rekayasa polisi!
Ada bom di Gereja Medan? Ini rekayasa polisi!
Ada bom panci yang gagal meledak? Pengalihan Isu!
Ada penusukan aparat kepolisian di Bandung? Rekayasa!
Ada penusukan dan pembunuhan di Mapolda Sumatera Utara? Ini hanya rekayasa polisi!
Dan semalam, ada anggota brimob ditusuk saat berada di masjid? Ini rekayasa!

Ayolah kawan. Ini soal nyawa. Pembunuhan. Hentikan celoteh dan imajinasi konspiratifmu. Pembunuhan tetaplah pembunuhan. Kelak, kalau ayah-ibumu disembelih, engkau takkan peduli motif pelaku. Pembunuhan tetap pembunuhan. Titik.

Total 42 polisi gugur akibat tindakan Lone Wolf yang berbaiat kepada ISIS. Kemampuan mereka menurun, tak lagi leluasa membuat bom karena rekrutmennya masih baru. Tapi mereka masih berbahaya. Kini, di berbagai wilayah di dunia mereka melakukan teror dengan pisau dan menabrakkan minivan maupun truk ke arah kerumunan massa.

Logika macam apa yang terus menerus menyatakan ini rekayasa polisi. Konspirasi ini itu, dan sebagainya. Ayolah. Buka mata. Pelaku ini juga saudara kita. Muslim juga. Kalau dibiarkan semakin berbahaya. Mereka terus berkembang karena diam-diam ada yang bersimpati dengan aksi mereka sekaligus memberikan clue bahwa ini "hanyalah" pengalihan isu, rekayasa, konspirasi dst. Mereka semakin massif melakukan rekrutmen karena diam-diam kita tidak berteriak lantang saat Islam dibajak dan dibusukkan. Kita masih ngomong kejayaan masa lalu sembari ngobrolin konspirasi ini-itu, tapi di sisi lain, memberikan peluang bagi para bajingan memprovokasi pembunuhan atas nama "jihad".

Apa yang saya maksud dengan sulit menerima kenyataan? Lihatlah, ayo kita lihat baik-baik, dalam setiap aksi pengeboman di tanah air selalu ada teori konspirasi bahwa bom ini itu adalah "konspirasi", "ulah intelijen", & "pengalihan isu", dan entah teori apa lagi. Padahal kita tahu Bom Kedubes Filipina, Bom Bali 1 & 2, Bom Marriot, Bom Ritz Carlton, Bom Bunuh Diri di Polresta Cirebon, Bom Thamrin, Bom Polres Solo, dan berbagai pengeboman lainnya pelakunya ya saudara-saudara kita yang mengidap penyakit jiwa.

Konspirasi? Hahaha, lha wong terorisnya bikin video pengakuan sebelum bertindak kok, sebagian bikin surat pernyataan dan wasiat. Mereka bangga dengan "jihad"nya. Terorisnya bawa paspor dan KTP, kok bisa? Ya iyyalah. ini era digital. Setiap aksi pengeboman dan teror pelaku sengaja membawa identitas dirinya untuk menunjukkan eksistensinya sebagai "mujahid". Bahkan, seringkali ada kawannya yang sengaja merekam aksinya lalu menguploadnya di web yang dikelola ISIS. Kalau anda mampir di webnya ISIS maupun blog yang dikelola simpatisannya, niscaya bakal menemukan banyak video aksi bom bunuh diri maupun video testimoni "kesyahidan" dan video wasiat sebelum mereka melakukan aksinya.

Ayolah, akuilah, ada sebagian saudara-saudara seiman kita yang sinting dan melakukan pembusukan ayat al-Qur'an melalui tindakan bar-barnya. Sebagian malah bangga dengan aksinya. Tak percaya? Lihatlah berbagai statemen sebelum maupun sesudah aksinya. Tak perlu lagi menutupi borok ini, tak usah lagi menyebarkan kabar bohong untuk mengarang cerita konspirasi. Tak perlu menuduh ini itu, konspirasi ini itu toh korban-korban yang berjatuhan mayoritas orang Islam juga. Paham kan sayang? Pelaku muslim, dan mayoritas korbannya juga muslim. Di Indonesia, Timur Tengah, Pakistan, Afganistan, Libya, Sudan dan Somalia, jumlah kaum muslimin yang terbunuh dan terusir dari kampung halamannya bukan diakibatkan oleh epidemi, melainkan oleh sesama umat Islam sendiri. Mau protes atas statemen saya? Silahkan!

Saat ini umat Islam butuh MUHASABAH, bukan MUBAHALAH!

Wallahul Musta'an

Oleh : Gus Rijal Mumazziq Z 

Rizieq & Zakir Naik sebelas duabelas,Mereka Bertemu di Arab Saudi, Negara Yang Aman Untuk Buronan?

 

Rizieq dan Zakir Naik adalah dua sosok yang memiliki kesamaan. Keduanya kerap melontarkan pernyataan yang menyudutkan agama lain. Keduanya juga sama-sama menjadi buronan di negara-negaranya masing-masing.

Zakir Naik merupakan buronan di India. Organisasinya, Islamic Research Foundation (IRF) telah dilarang di India. Pada November 2016 lalu, media India melaporkan bahwa Badan Investigasi Nasional negara itu (NIA) telah melakukan penggerebekan di beberapa properti komersial dan residensial yang dimiliki oleh Dr Zakir.

Rizieq Syihab adalah buronan pemerintah Indonesia untuk kasus pornografi. Polisi Indonesia sudah menetapkan Rizieq sebagai tersangka serta menerbitkan surat penangkapan.

Meskipun sama-sama menjadi buronan, Rizieq dan Zakir Naik sampai sekarang belum juga ditangkap oleh negaranya masing-masing. Keduanya sama-sama sedang berada di Arab Saudi.

Keduanya tidak sengaja bertemu. Rizieq Syihab bertemu dengan ulama ternama asal India, Zakir Naik. Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengatakan keduanya bertemu pada Selasa (13/6) kemarin.

“Itu acara takziah di tempat Syekh Kholid Selasa kemarin. Lalu di sana juga bertemu Zakir Naik di Saudi, saya sedang cek dalam rangka apa pertemuan itu,” kata Sugito ketika dihubungi detikcom, Rabu (14/6/2017).

Sugito mengatakan saat ini tengah menanyakan kepada Rizieq terkait pertemuan tersebut. Dia juga tengah mencari tahu mengenai siapa yang meninggal di rumah Syekh Kholid.

“Saya sedang cek siapa dari Syaikh Kholid yang meninggal. Saya sedang tanyakan ke Habib Rizieq. Nanti akan saya kabarkan lagi,” ujarnya.
“Intinya HRS (Habib Rizieq Syihab) berterima kasih dengan ZN (Zakir Naik) karena sudah berkunjung ke Indonesia. Dan ZN pun bangga dengan perjuangan HRS selama ini,” ungkapnya.

Sugito mengatakan, selama berada di Arab Saudi, Rizieq tak punya banyak waktu beristirahat. Sebab banyak undangan dan kunjungan yang datang kepadanya.

“Kunjungan tokoh, baik yang dari Indonesia yang lagi umrah maupun dari negeri lainnya tak henti-henti datang silih berganti. Selasa kemarin sampai menjelang subuh memenuhi beberapa undangan dari pejabat dan ulama di Saudi,” tuturnya.

Sugito sempat menceritakan sosok Syekh Kholid Al Hamudi. Dia mengatakan, Syekh Kholid sebagai ulama besar Arab Saudi sering membawa dan memperkenalkan tokoh atau ulama Indonesia ke Imam Masjidil Haram.

Bertemunya Rizieq dan Zakir Naik dalam acara takziyah, menunjukkan bahwa keduanya bisa menghirup udara bebas serta menikmati kehidupan di Arab Saudi tanpa ada tekanan dari pemerintah Arab Saudi. Padahal keduanya adalah buronan negara masing-masing. Menjadi tanda tanya besar mengapa pemerintah Arab Saudi terkesan melindungi keduanya.

Fakta bahwa Rizieq dan Zakir Naik masih bisa bergerak bebas di Arab menimbulkan beberapa dugaan.

Pertama, pemerintah Arab Saudi memang sengaja membiarkan Zakir Naik dan Rizieq bergerak bebas di Arab karena memang tidak ada permohonan resmi dari pemerintah India dan Indonesia untuk menangkapnya. Sampai sekarang memang belum terdengar kabar bahwa pemerintah India maupun Indonesia belum meminta secara resmi kepada pemerintah Arab untuk meringkus Rizieq dan Zakir Naik.

Dugaan kedua, Arab Saudi memang sebuah negara yang aman untuk para buronan sepertui Rizieq dan Zakir Naik. Pemerintah Arab memang sengaja melindungi Rizieq dan Zakir Naik. Memang tidak aneh ketika pemerintah Arab memberikan perlakuan istimewa kepada Zakir Naik dan Rizieq Syihab. Sebelumnya, Raja Salman juga telah memberikan penghargaan kepada Zakir Naik.

Zakir Naik memang terlihat sebagi tokoh muslim yang berhaluan wahabi Arab. Meskipun Zakir Naik tak mengakui dirinya sebagai seorang Wahabi, namun pola pikir dan amaliyahnya hampir mirip dengan wahabi Arab. Cara memahami dalil yang cenderung tekstual juga hampir sama dengan cara memahami dalil orang Wahabi.

Begitu pun dengan Rizieq. Meskipun Rizieq konon bermanhaj serta beramaliyah seperti orang NU, namun gaya amar ma’ruf nahi mungkarnya hampir sama dengan Wahabi Arab yang tidak jarang menggunakan sweeping dan kekerasan. Jika Wahabi Arab tidak segan-segan menghancurkan situs-situs bersejarah Islam, maka Rizieq dan FPI tidak segan-segan memporak-porandakan tempat hiburan yang menurut mereka menjadi sarang maksiyat.

Persamaaan-persamaan tersebut yang saya kira bisa dijadikan alasan mengapa Rizieq dan Zakir Naik bisa bergerak bebas di Arab bahan terkesan mendapat perlakukan yang istimewa dari pemerintah Arab.swd

Ibnu Muljam, Potret Buram Seorang Korban Pemikiran Khawarij Masa Lalu dan Kelompok Sumbu Pendek Saat Ini

 



“Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.”

Teriakan itu menggema ketika Abdurrahman bin Muljam Al Humairi menebas kepala sahabat Ali bin Abi Thalib, karomallahu wajhah. Subuh 17 Ramadhan 40 Hijriah itu duka menyelimuti hati kaum muslimin. Nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rasululah SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang saudara sesama muslim. Ali terbunuh atas nama hukum Allah dan demi surga yang entah kelak akan menjadi milik siapa.

Tidak berhenti sampai disana, saat melakukan aksinya Ibnu Muljam juga tidak berhenti merapal Surat Al Baqarah ayat 207:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”

Sebagai hukuman atas aksinya mencabut nyawa seorang khalifah, Ibnu Muljam kemudian dieksekusi mati dengan cara qishas. Proses hukuman mati yang dijalankan terhadap Ibnu Muljam juga berlangsung dengan penuh drama. Saat tubuhnya diikat untuk dipenggal kepalanya dia masih sempat berpesan kepada algojo:

“Wahai Algojo, janganlah engkau penggal kepalaku sekaligus. Tetapi potonglah anggota tubuhku sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota tubuhku disiksa di jalan Allah.”

Ibnu Muljam meyakini dengan sepenuh hati bahwa aksinya mencabut nyawa suami sayyidah Fathimah, sepupu Rasulullah, dan ayah dari Hasan dan Husein itu adalah sebuah aksi jihad fi sabilillah. Seorang ahli surga harus meregang nyawa di tangan seorang muslim yang meyakini aksinya itu adalah di jalan kebenaran demi meraih surga Allah.

Potret Ibnu Muljam adalah realita yang terjadi pada sebagian umat Islam di era modern. Generasi pemuda yang mewarisi Ibnu Muljam itu giat memprovokasikan untuk berjihad di jalan Allah dengan cara memerangi, dan bahkan membunuh nyawa sesama kaum muslimin.

Siapa sebenarnya Ibnu Muljam? Dia adalah lelaki yang shalih, zahid dan bertakwa dan mendapat julukan Al-Maqri’. Sang pencabut nyawa Sayyidina Ali itu seorang huffadz alias penghafal Alquran dan sekaligus orang yang mendorong sesama muslim untuk menghafalkan kitab suci tersebut.

Khalifah Umar bin Khattab pernah menugaskan Ibnu Muljam ke Mesir untuk memenuhi permohonan ‘Amr bin ‘Ash untuk mengajarkan hafalan Alquran kepada penduduk negeri piramida itu. Dalam pernyataannya, Khalifah Umar bin Khattab bahkan menyatakan:
“Abdurrahman bin Muljam, salah seorang ahli Alquran yang aku prioritaskan untukmu ketimbang untuk diriku sendiri. Jika ia telah datang kepadamu maka siapkan rumah untuknya untuk mengajarkan Alquran kepada kaum muslimin dan muliakanlah ia wahai ‘Amr bin ‘Ash” kata Umar.

Meskipun Ibnu Muljam hafal Alquran, bertaqwa dan rajin beribadah, tapi semua itu tidak bermanfaat baginya. Ia mati dalam kondisi su’ul khatimah, tidak membawa iman dan Islam akibat kedangkalan ilmu agama yang dimilikinya. Afiliasinya kepada sekte Khawarij telah membawanya terjebak dalam pemahaman Islam yang sempit. Ibnu Muljam menetapkan klaim terhadap surga Allah dengan sangat tergesa-gesa dan dangkal. Sehingga dia dengan sembrono melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama Islam. Alangkah menyedihkan karena aksi itu diklaim dalam rangka membela ajaran Allah dan Rasulullah.

Sadarkah kita bahwa saat ini telah lahir generasi-generasi baru Ibnu Muljam yang bergerak secara massif dan terstruktur. Mereka adalah kalangan saleh yag menyuarakan khilafah dan pembebasan umat Islam dari kesesatan. Mereka menawarkan jalan kebenaran menuju surga Allah dengan cara mengkafirkan sesama muslim. Ibnu Muljam gaya baru ini lahir dan bergerak secara berkelompok untuk meracuni generasi-generasi muda Indonesia. Sehingga mereka dengan mudah mengkafirkan sesama muslim, mereka dengan enteng menyesatkan kiai dan ulama.

Raut wajah mereka memancarkan kesalehan yang bahkan tampak pada bekas sujud di dahi. Mereka senantiasa membaca Alquran di waktu siang dan malam. Namun sesungguhnya mereka adalah kelompok yang merugi. Rasulullah dalam sebuah hadits telah meramalkan kelahiran generasi Ibnu Muljam ini:

Akan muncul suatu kaum dari umatku yang pandai membaca Alquran. Dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian pula shalat kalian daripada shalat mereka. Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Alquran dan mereka menyangka bahwa Alquran itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Alquran itu adalah (bencana) atas mereka. Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. (Sahih Muslim)

Kebodohan mengakibatkan mereka merasa berjuang membela kepentingan agama Islam padahal hakikatnya mereka sedang memerangi Islam dan kaum muslimin. Wahai kaum muslimin dan nahdliyin, waspadalah pada gerakan generasi Ibnu Muljam. Mari kita siapkan generasi muda kita agar tidak diracuni oleh golongan Ibnu Muljam gaya baru. Islam itu agama Rohmatan Lil Alamin. Islam itu agama keselamatan. Islam itu merangkul, dan bukan memukul. Ihdinasshiratal mustaqim….(*)

Insiden FPI di Rembang, Ini Penjelasan Pihak Pesantren Sarang

 
Perhelatan Haul KH Zubair Dahlan ayahanda KH Maimoen Zubair sempat ramai ketika diberitakan bahwa atribut Laskar Front Pembela Islam (FPI) dilucuti oleh pihak Polres Rembang, Jawa Tengah, Jumat (9/6).

Padahal menurut keterangan, Polres Rembang hanya ingin situasi Haul kondusif dengan tidak membawa atribut FPI. Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pun langsung turun tangan memberikan penjelasan dengan santun kepada FPI. Sugiarto bahkan memberikan pakaian pengganti atribut FPI dengan baju koko.

Terkait insiden yang disalahpahami oleh pihak FPI dan viral di media sosial tersebut, pihak Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang melalui Khodim (abdi dalem) Kiai Maimoen Zubair, Muhammad Wahyudi memberikan penjelasan terkait dengan FPI dan peringatan haul.

Rentetan acara haul yang dilaksanakan di Maqbaroh simpek dibuka dengan iftitah yang dipimpin oleh KH Muhammad Alim, kemudian dilanjutkan dengan bacaan surat Yasin oleh KH Ahmad Ainul Yaqin Tuban, kemudian disusul dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh Habib Abu Bakar Assegaf, dan ditutup dengan doa oleh KH Maimoen Zubair.

“Selesai tahlil di Maqbaroh, para peziarah dengan jumlah ribuan orang serentak ikut berbuka bersama di ndalem KH Maimoen Zubair,” ujar Muhammad Wahyudi mengawali penjelasannya.

Wahyudi menerangkan, yang diharapkan datang dalam acara haul yang dilaksanakan pada tiap pertengahan bulan Ramadhan ini adalah santri dan alumni Pondok Pesantren Sarang, khususnya Pondok Pesantren Al-Anwar. Dan Mbah Maimoen tidak mengundang yang lainnya dari elemen dan ormas-ormas manapun.

Kedatangan FPI, Banser, maupun ormas lain pada acara haul Mbah Zubair kali ini, Mbah Maimoen tidak tahu menahu tentang kehadiran mereka dengan mengatasnamakan organisasi.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Mbah Maimoen meminta FPI untuk tidak menggunakan atribut mereka dan tetap ikut ziarah di maqbaroh dengan menggunakan pakaian layaknya tamu-tamu yang lain,” jelas Wahyudi.

Ia pun menegaskan, kurang tepat bahwa keluarga Mbah Maimoen Zubair ada keterkaitan dengan FPI. Adapun berita yang beredar di medsos tentang dukungan adalah hak mereka. Manhaj Mbah Maimoen adalah yang terpenting menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan empat pilar bangsa dan negara.

“Hal ini adalah sesuatu yang patut dan harus dipertahankan serta diperjuangkan untuk menjadi pelajaran bagi kita umat Islam,” katanya menegaskan.

Wahyudi menandaskan, menjunjung tanah air adalah hal yang pasti sangat bermanfaat untuk agama Islam dan menuju kepada Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

“Seperti apa yang dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad shollallohu alaihi wasallam, bahwa kesemuanya untuk kesemuanya, rahmatan lil 'alamin,” tutupnya. (Ahmad Asmui/Fathoni)[nu.online]

ASTAGHFIRULLAAH... Ketua Alumni Bela Qur'an ini Sebut Tadarusan tidak Terlalu Penting

 
Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo mengatakan Aksi Bela Ulama (ABU) 96 lebih penting dari pada acara tadarus yang diadakan Masjid Istiqlal. Pernyataan itu ia sampaikan menyusul keputusan pengurus Masjid Istiqlal yang tidak memberikan izin pada aksi tersebut.

Pengurus Masjid Istiqlal pada Selasa (6/6) mengirim surat balasan kepada Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo yang menjelaskan bahwa Masjid Istiqlal tidak bisa memberi fasilitas pada peserta aksi.
Kepala Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Salam mengatakan pihak Istiqlal tidak memberikan izin lantaran ada acara yang sudah dirancang jauh hari. Rangkaian acara tersebut adalah pesantren kilat, kegiatan remaja, kajian fiqih, dan siraman rohani.

"Tapi itu kan acara yang cuma baca-baca Quran doang, bisa digeserlah. Ini acara umat lebih besar, masa acara baca-baca Quran enggak bisa digeser," kata Sambo di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jum'at (9/6).

Sambo melanjutkan, "Kalau cuma acara tadarusan begitu semua saya kira enggak terlalu penting. Ini lebih penting lagi untuk umat."
Menurut Sambo acara utama Masjid Istiqlal pada hari ini hanya sampai pukul 14:00 WIB. Oleh karena itu, ia meminta pihak Masjid Istiqlal untuk memberikan fasilitas secara legowo kepada umat.

"Ada apa ini? Masjid untuk umat kenapa seperti ini? Kita sangat curiga jangan-jangan pihak masjid sudah ditekan oleh pihak rezim penguasa untuk tidak memperbolehkan acara ini," kata Sambo.

orang kalau jalan fikirannya terlalu pendek ya seperti ini jadinya, baca alquran dikatakan tidak penting,pendidikan agama dikatakan tidak penting,giliran demo dan membuat kegaduhan politik dianggap lebih penting.
otaknya isinya cuma urusan duniawi semua,tidak pernah berfikir tentang orientasi agama yang sebenarnya,, agama adalah sarana hidup yang membawa sejuk dan damai bukan untuk membuat geger dan keributan,merasa paling benar,paling baik dan sebagainya.
(wis/cnnindonesia.com)

Kenapa PKS Menyerang Quraish Shihab?

 
::: A. Apa Bahan Serangan PKS? :::

   Untuk mengetahui apa bahan serangan PKS ke Quraish Shihab, kita bisa memulai dari salah satu media besutan PKS ini, yaitu Islamedia.
   Catatan: Islamedia termasuk di dalam daftar media besutan PKS =https://muslimedianews.wordpress.com/2014/05/29/daftar-website-berlabel-islam-bukan-ahlussunnah-wal-jamaah/
   Dalam article-nya yang berjudul “Quraish Shihab: Jilbab Tidak Wajib dan Rosulullah Tidak Dijamin Masuk Surga”, Islamedia menyebutkan bahwa:

[Quote]:
Quraish Shihab sering mengeluarkan statement yang kontroversial, sebelumnya beberapa waktu yang lalu pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Jilbab tidak wajib, kini mengeluarkan pernyataan bahwaNabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mendapat jaminan surga. Akibat pernyataanya ini Quraish Shibab menuai kecaman dari sosial media.

   Dari sini, kita mulai ada ‘bayangan’ bahwa ada yang mengecam Quraish Shihab, mari kita lihat siapa saja yang mengecam Quraish Shihab dan apa bentuk kecamannya.
   Kita bisa bergerak dari link yang sama dengan yang di atas, (article Islamedia) dan mengambil contoh dari komentar pembacanya.
   Misalnya dari Hetty Mulyati, yang mengatakan bahwa Quraish Shihab itu “dasar Syiah”.


   Ternyata Hetty Mulyati adalah salah satu simpatisan PKS.


   Sebenarnya Hetty Mulyati ini tidaklah sendiri, orang PKS lain yang sudah ternama seperti Jonru pun ikut menyerang Quraish Shihab dengan tuduhan Syiah, untuk kasus yang sama, yaitu ketika Quraish Shihab mengatakan bahwa amal Nabi Muhammad tidak menjaminnya masuk surga.
   Itu pun Jonru masih “ngotot” bahwa Quraish Shihab adalah Syiah yang sesat.
   Bahkan Jonru “ngotot” dengan mengatakan bahwa media yang bernama “kompasislam” memberitakan bahwa MUI sudah menyatakan Quraish Shihab sebagai Syiah.
   Padahal “kompasislam” adalah salah satu media yang MEMBAJAK nama media mainstream (seperti KOMPAS) lalu dibubuhi nama “Islam” untuk menyebarkan [Quote]: “Kebanyakan berita yang tersebar justru bertentangan dengan berita-berita aslinya”.
   Media-media “bajakan” ini muncul ketika Pilpres 2014 lalu.
   Sumber Referensi:
   Jadi intinya, Jonru itu “ngotot” bahwa Quraish Shihab adalah Syiah dengan menggunakan media “bajakan” yang tidak credible.
   Media PKS yang juga terlibat dalam menyerang Quraish Shihab dalam hal Jilbab dan hal Nabi Muhammad masuk surga adalah Klik PKS = https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=311246632372439&id=157648521065585

=====

   Baiklah, dari penjabaran di atas, we have a theme here (kita tahu sekarang tema-nya), yaitu:
1.  Adalah PKS yang menyerang Quraish Shihab secara massive.
2.  Tema serangan PKS adalah mengenai Jilbab, dan pernyataan Quraish Shihab mengenai amal Nabi Muhammad tidak menjaminnya masuk surga.
3.  PKS menuduh Quraish Shihab sebagai Syiah.
__________

::: B. Menjawab Tuduhan Palsu PKS Untuk Quraish Shihab :::

B.1. Dalam Hal Jilbab Tidak Wajib

1.  Pada dasarnya di dalam ayat Al-Qur’an itu belum secara detail menjelaskan seberapa panjang penutupan aurat pada wanita itu.
2.  Kalaupun menggunakan rujukan hadits, hadits yang ada cenderung bersifat mursal (bahkan ada yang mengatakan hadits-nya dhaif).
3.  Ketika ada hadits yang shahih, hadits tersebut tidaklah bisa meng-counter keadaan jika pakaian wanita itu tampak tangan dan wajah (atau lebih daripada itu).
4.  Para pendapat ulama terhadap definisi seberapa panjang aurat wanita masih banyak timbul perbedaan pendapat, tidak ada titik temu.
5.  Jika terdapat perbedaan pendapat antar ulama, maka kita bisa merujuk kepada kaidah fiqih yang berbunyi: “Yang meragukan tentang hukum wajibnya, maka tidak wajib dilakukan”(Taimiyah, 1422 H:265).


=====

B.2. Dalam Hal Pernyataan Quraish Shihab Mengenai Amal Nabi Muhammad Tidak Menjaminnya Masuk Surga

1.  Nabi Muhammad itu memang masuk surga, NAMUN yang membuat Muhammad masuk surga BUKANLAH amal perbuatan beliau, tetapi yang menyebabkan Muhammad (dan juga orang lain) masuk surga adalah rahmat yang diberkati oleh Allah untuk Muhammad (dan juga orang lain).
2.  Sementara berhubung Muhammad itu adalah utusan Allah yang menjadi rahmat-Nya bagi seluruh alam, maka sudah pasti bahwa Muhammad itu diberkati rahmat oleh Allah.
3.  Berarti Muhammad itu masuk surga karena rahmat Allah, bukan karena amalnya.


=====

B.3. Apakah Quraish Shihab itu Syiah?

   Kita bisa merujuk pada pernyataan Quraish Shihab berikut:

 [Quote]:
  "Orang-orang yang menuding saya Syiah, apakah pernah melihat saya shalat di atas batu Karbala?Apakah, ketika Ramadhan, pernah melihat saya tangguhkan buka puasa 10 hingga 15 menit, sebagaimana kayakinan Syiah?"

  "Jika pendapat ulama Syiah, ada yang saya ambil, bahkan Muktazilah, karena keragaman itu kita pelajari," jelasnya. Quraish pun menegaskan penghormatannya kepada para sahabat Rasulullah SAW, termasuk Abu Hurairah.

  "Tanya semua mahasiswa saya bagaimana sikap saya kepada sahabat, terhadap Abu Hurairah. Saya kira tuduhan mereka salah,"ujar Direktur Pakar Pusat Studi Quran tersebut.

   Itu adalah pernyataan dari Quraish Shihab.
   Masih tidak mau percaya?
   Coba lihat kembali kepada 2 article yang dikutip di atas:
   Silahkan dijawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.  Salah satu pendekatan Quraish Shihab dalam melakukan penelitian adalah pendekatan Tarjih, yaitu pendekatan dengan meneliti berbagai pendapat ulama. Nah, pertanyaannya adalah, apakah dari konstruksi penelitian/ pemikiran Quraish Shihab itu justru diambil dari ulamanya Syiah?
2.  Apakah hadits yang dipakai untuk penelitian/ pemikiran Quraish Shihab itu hadits-nya Syiah?
   Nah, silahkan dijawab, dan alangkah ironisnya bagi PKS untuk berani mengeluarkan statement-statement seperti itu tanpa TABAYUN terlebih dahulu terhadap Quraish Shihab-nya itu sendiri bahkan dasar-dasar penelitian/ pemikirannya.
__________

::: C. Kenapa PKS Menyerang Quraish Shihab? :::

C.1. Doktrin PKS Mengenai Jilbab

   Berhubung PKS menyerang Quraish Shihab dalam hal “Jilbab”, mari kita gali pertanyaan berikut: “Ada apa dengan PKS dalam hal Jilbab?”.
   Mari kita ambil contoh dari Islamedia, media besutannya PKS.
   Melalui media besutannya, PKS berusaha mem-propagandakan bahwa ber-Jilbab itu harus panjang dan longgar.
   Kurang lebih gambarannya seperti ini:


   Begitu pula dengan testimoni seorang kader PKS berikut:

[Quote]:
  Jilbabku tak selebar akhwat-akhwat PKS lain pada umumnya, tapi selalu kuusahakan se-syar'i mungkin.

   Ya, sejak aku mulai mengenal tarbiyah aku telah mulai merubah semuanya. Perlahan namun pasti,  perubahan itu nampak walau tidak begitu signifikan.
  
   Sebelum lanjut, kita pelajari juga kutipan berikut:

[Quote]:
    Tahun 2005, PKS adalah partai yang paling getol memperjuangkan pengesahan Undang-undang Pornografi (awalnya bernama UU Anti-Pornografi dan Pornoaksi). 

    UU Pornografi juga potensial menghambat kreativitas kesenian Indonesia. Segera setelah UU ini disahkan, pemerintah Jawa Barat langsung menyebut tari Jaipong sebagai porno yang karenanya harus dibatasi bentuk gerakannya.


   Di sini kita mulai mengetahui bahwa propaganda PKS memang berusaha men-doktrin orang lain bahwa ber-jilbab itu harus rapat, longgar dan panjang.
   Begitu rapat, longgar dan panjang-nya, sampai-sampai kalau ada pakaian yang “terbuka” bahkan sedikit saja pun akan dianggap sebagai sebuah “pornoaksi”.
   Bahkan tari jaipong di Jawa Barat langsung dianggap sebagai pornoaksi dan harus ditutup bagian ketiak penari-nya dan tariannya harus dibatasi karena dinilai goyang, gitek, geol yang mengarah pada pornoaksi.
   Dan Gubernur Jawa Barat adalah dari orang PKS (Aher).
   Berarti we have a theme here (kita tahu sekarang tema-nya), yaitu:
1.  PKS men-doktrin bahwa perempuan Indonesia itu harus tertutup rapat, longgar, dan panjang.
2.  Apabila ada yang tidak rapat, longgar, dan panjang, maka akan disebut sebagai “porno”, bahkan harus dibatasi dan kalau perlu diubah.

=====

C.2. Arabisasi ala PKS?

   Mari kita pelajari lagi tulisan dari mantan kader PKS berikut ini:

[Quote]:
    Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, maka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.

    Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.

    Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, maka saat itulah NKRI akan bubar. Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non-muslim atau yang masih memegang budaya lokal di indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.

    Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya.Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Sehingga berbagai produk kebijakan seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata hanya sekedar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam.

   We have a theme here (kita tahu sekarang tema-nya), yaitu:
1.  Kita sekarang paham bahwa PKS sedang berusaha memberangus budaya Indonesia dengan budaya Arab.
2.  Salah satu dari budaya Arab adalah pakaian wanitanya, yaitu Cadar dan/ atau Burqa.
3.  Tapi tentu propaganda PKS dalam menyebar doktrinnya tidaklah dengan serta-merta berbicara seperti: “Ayo, perempuan Indonesia, mari kita pakai Cadar/ Burqa”.
4.  Tentu tidak begitu, itu akan terlalu terang-terangan.
5.  Perempuan Indonesia harus didorong untuk “mau” ber-Cadar dan/ atau Burqa itu.
6.  Cara mendorong motivasi perempuan Indonesia itu adalah dengan mem-propagandakan bahwa Jilbab yang syar’i itu adalah yang rapat, panjang, dan longgar.
7.  Semakin rapat, semakin panjang, dan semakin longgar, maka akan semakin syar’i.
   Kurang lebih seperti inilah proses perlahan yang sedang ditanamkan PKS:


=====

C.3. Lalu Apa Hubungannya Dengan Serangan PKS ke Quraish Shihab?

   Apa hubungannya? EVERYTHING.
   Kunci jawabannya ada di point B.1.
   Adalah Quraish Shihab yang meneliti dengan pendekatan Tarjih (menganalisa berbagai pendapat ulama).
   Dan bukankah pendapat ulama masih belum ada kesepakatan mengenai panjangnya aurat wanita?
   Adalah Quraish Shihab yang meneliti bahwa perintah berjilbab hanya berlaku pada zaman Nabi saw, dimana ketika itu ada perbudakan dan diperlukan adanya pembeda antara mereka dan wanita-wanita merdeka, serta bertujuan menghindarkan gangguan lelaki usil.
   Menurutnya, sebelum turunnya ayat ini, cara berpakaian wanita merdeka atau budak - yang baik-baik atau yang kurang sopan hampir dapat dikatakan sama. Karena itu lelaki usil sering kali mengganggu wanita-wanita khususnya yang mereka ketahui atau duga sebagai sahaya.
   Untuk menghindarkan gangguan tersebut, serta menampakkan keterhormatan wanita muslimah ayat di atas turun.
   Jika tujuan tersebut telah dapat dicapai dengan satu dan cara lain,maka ketika itu pakaian yang dikenakan telah sejalan dengan tuntunan agama.
   Adalah Quraish Shihab yang berpendapat bahwa pakaian adat atau pakaian nasional yang biasa dipakai oleh putri-putri Indonesia yang tidak mengenakan jilbab tidak dapat dikatakan sebagai telah melanggar aturan agama.

=====

   Nah, jelas sekali bahwa apa yang diteliti Quraish Shihab itu sangat bertentangan dengan Grand Plan PKS untuk meng-Arabisasi-kan Indonesia.
   Ketika PKS berusaha mendorong motivasi perempuan Indonesia untuk ber-Cadar/ Burqa dengan alasan bahwa pakaian yang semakin rapat, longgar, dan panjang adalah semakin syar’i, Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat perintah berjilbab itu berlaku untuk membedakan wanita budak dan wanita merdeka di zaman jahiliyah Arab, bahkan Quraish Shihab meneliti bahwa panjangnya aurat wanita masih jadi perdebatan yang belum ada titik temu di antara ulama, dan menurut ilmu fiqih, apa yang masih menjadi perdebatan tidaklah menjadi kewajiban.
   Bahkan Quraish Shihab mengatakan bahwa pakaian adat perempuan Indonesia itu tidaklah melanggar aturan Allah.
   Jelas sekali bahwa PKS melihat Quraish Shihab hanya akan menjadi penghalang bagi proses perlahan Arabisasi Indonesia.
   Bayangkan jika perempuan Indonesia lebih mendengarkan Quraish Shihab daripada propaganda PKS, akan gagal semua segala doktrin dan propaganda PKS yang mendorong perempuan Indonesia untuk berpakaian semakin rapat, longgar, dan panjang.
   Dan akan semakin sulit bagi PKS untuk memberangus adat budaya Indonesia.
   Langkah awal PKS untuk memberangus budaya Indonesia adalah dengan men-cap tari jaipong sebagai “porno” dan perlu “ditutup” pakaiannya dan tarinya supaya lebih dibatasi.
   Itulah sebabnya PKS merasa perlu untuk menyingkirkan Quraish Shihab.
   Dan cara menyingkirkannya harus secara halus, yaitu PKS menyerang Quraish Shihab sebagai orang “Syiah” (sebagaimana dijelaskan pada point A).
   Sementara propaganda PKS adalah #SyiahBukanIslam
   Di bawah ini adalah beberapa bukti bahwa #SyiahBukanIslam adalah propaganda PKS.
   Dari Syaiful Ma’arif:


   Sementara Syaiful Ma’arif adalah orang PKS:


   Dan juga Jonru:


   Jelas sekali bahwa ARAH propaganda PKS adalah penggiringan opini publik menjadi seperti berikut:
1.  Quraish Shihab adalah Syiah.
2.  #SyiahBukanIslam
3.  Berarti Quraish Shihab bukan Islam.
   Secara halus walaupun tidak terang-terangan, PKS telah membuktikan dirinya sebagai TAKFIRI.
   Semua itu dilakukan demi tercapainya proses Arabisasi ala PKS.
__________

::: D. PENUTUP :::

   Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mau diperalat PKS untuk ikut menganggap Quraish Shihab sebagai Syiah yang PKS anggap sesat dan bukan Islam dan merusak nama baiknya?
   Apakah Anda akan biarkan propaganda PKS untuk Arabisasi dan memberangus budaya Indonesia
   Semua kembali kepada Anda para pembaca yang budiman.