Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Kekuatan Cinta Rakyat buat Jokowi Bertahan, Yang Ingin Menjatuhkan Kian Kewalahan

 

Pencapaian Jokowi dalam 3 tahun memimpin yang menoreh banyak penghargaan dari luar, tidak akan berdampak dan berpengaruh pada mereka yang pro Gerindra, PKS, FPI ataupun termasuk Demokrat, meski mereka berobat masih menggunakan KIS. Tetapi pencapaian rezim saat ini justru akan membuat mereka yang mendukung Jokowi tidak mau meninggalkannya krn mereka akan berkata “tidak salah pilih” yang artinya akan memilihnya lagi dlm pertarungan 2019. Kenyataan yang ada pendukung rezim saat ini jauh lebih banyak daripada yg tidak dan pro dengan seperti disebutkan diatas.

Dengan demikian pertarungan politik (pilkada) serentak 2018 nanti yang kemudian disusul Pilpres 2019, sudah dibangun sejak dini. Isu yang amat trend kembali dimunculkan PKI Versus Islam. Pertanyaannya, kenapa isu PKI yang dipilih? karena 32 tahun Soeharto memimpin dan melanggengkan kekuasaanya berhasil mencuci otak segenap bangsa Indonesia bahwa PKI tidak bertuhan dan sangat kafir, sementara kenyataannya tidak demikian.

Di era Gusdur, doktrin-doktrin Soeharto dengan pasukan militernya dan platform golkar mulai ditepis dan Gusdur keras menantang sektarianisme agama bahkan sempat hendak mencabut TAP MPR yang melarang pemahaman marxis. Namun Gusdur ditumbangkan dengan keji oleh konspirasi terselubung Amien Cs.

Isu tersebut kembali muncul saat ini untuk menyerang rezim Jokowi ternyata seperti kewalahan, dimana justru Jokowi bukan ditinggalkan oleh para pemilihnya justru pendukungnya malah smkin cinta. Maka disiapkanlah sekaligus munculah tokoh yang selalu sibuk dan piawai dalam hal pelengseran yaitu Amien Rais. Dalam pilkada DKI nama Amien Rais muncul kepermukaan, dan sekarang sedang hot-hotnya, baik bicara soal DPR, KPK, HTI, PERRPU, dsb. Disisi lain Demokrat pimpinan SBY yang kini lebih banyak diam tentunya akan bikin kejutan kembali, yang jelas bukan lagi dengan istilah “lebaran kuda”.

Maka sudah sepatutnya generasi muda untuk menyimak orang-orang tua yang mengacau, jika itu anda anggap benar maka dukunglah pertahankanlah, jika itu jelas tidak benar, maka bangkitlah melawan, tidakah Indonesia ini bosan dipenuhi tua-tua pengacau sekaligus impoten.

Apa yang kau harapkan dari DPR, Tembok Perwakilan Rakyat kini buta dan tuli, DPR tidak bersinergi ataupun harmonis dengan pemerintah, dan kehilangan hakikat serta fungsi dari kelembagaan itu sendiri, karena yang dipikirkan sekaligus dilakukan hanya untuk kepentingan Partai. Maka tak usah heran jika korupsi berjamaah ada di dalam gedung tersebut yang uangnya mengalir ke partai-partai selain kantong pribadi. Tidakkah kita muak?

Yang berkecukupan atau menengah keatas mungkin biasa-biasa saja, tapi jika kita lihat mereka yang betapa sulitnya mendapat pekerjaan, mereka yang kelaparan tertidur di depan ruko dan pinggir jalana, mereka yang dipelosok yang hanya makan umbi-umbian, dst. Dan mereka itu menitipkan amanah untuk disuarakan yaitu Dewan Perwakilan Rakyat. Si Dewan justru lebih menyibukkan diri berkolaborasi dengan para elite politisi untuk sama-sama menumbangkan kekuasaan untuk kekuasaan. Sementara pemegang kekuasaan saat ini yaitu Jokowi sedang fokus untuk memperbaiki negeri ini yang sedang oleng, hal ini dapat dilihat dari etos kerja dan pendekatan kepada riil rakyat menengah bawah, seharusnya DPR mendukung jika mereka suara rakyat.

Yang amat ironis partai-partai besar yang selalu bicara atas nama rakyat, ormas-ormas keagamaan yang selalu bicara atas nama ketuhanan, DPR yang merupakan perwakilan rakyat, politisi yang selalu bicara atas nama kebaikan bangsa, bersatu padu memusuhi, menyerang, melengserkan, mengacau, mendikte, rezim saat ini yang banyak dicintai rakyatnya. Seharusnya mereka justru mendukung, kenapa tidak? Karena keserakan itu tanpa batas.

Kekuatan rezim saat ini bisa tetap bertahan karena kekuatan rakyat yang mencintainya. Dan mereka yang hendak menumbangkannya tentunya sangat sulit, terlihat dari beragam isu yang disajikan terpental satu-persatu, mereka lupa rakyat bersatu tak bisa dikalahkan dan kenyataan yang harus mereka terima, rakyat yang mencintai Jokowi jauh lebih banyak dari yang mendukung mereka.

Maka tak heran jika nama seperti Amien Rais, muncul kembali, DPR gaduh kembali, para politisi saling membabi buta, hanya untuk menumbangkan rezim saat ini tetapi dengan nafas yang tersengal-sengal karena selalu gagal.

Anak Bau Kencur, Fahri Hamzah, dan KPK

 
Fahri Hamzah dan Tsamara Amany
Mengenai kultwit saya tentang KPK dan Fahri Hamzah, saya sudah jelaskan berulang kali. Pandangan saya tentang KPK jelas bahwa lembaga ini harus terus didukung karena kinerjanya yang luar biasa selama ini dalam menangkapi para koruptor. Pandangan saya tentang Fahri Hamzah pun jelas bahwa ia mengalami sesat pikir dalam memahami KPK sehingga ia bisa mengeluarkan statement seperti 'E-KTP khayalan', 'KPK melakukan bisnis penangkapan', dan seterusnya.
Tapi kali ini saya tak akan menjelaskan soal itu lagi. Sesat pikir Fahri Hamzah sudah saya bantah lewat kultwit, artikel, bahkan beberapa video yang diupload oleh PSI di akun media sosialnya. Saya tak peduli dengan kata-kata yang menyebut saya sekadar ingin cari panggung atau popularitas, yang saya pedulikan adalah sesat pikir Fahri Hamzah ini harus dibantah agar tak dianggap menjadi sesuatu yang wajar. Tak pantas pimpinan DPR berucap jika tak punya bukti konkret.
Namun, dalam tulisan ini saya ingin membahas sisi lain yang menurut saya menarik dalam dinamika twitwar ini. Ada serangan mengenai kebaruan saya dan partai politik tempat saya bernaung. Semua berawal dari twit Fahri Hamzah sendiri.
"Maklum partai baru, kita didik aja. Tapi semua ini pendukung agar korupsi di DKI ditutup KPK," katanya menanggapi twit Guntur Romli tentang twitwar ini.



Tentu saja tuduhan yang terakhir merupakan tuduhan serius. Sudah banyak deretan tuduhan serius Fahri Hamzah. Anehnya, hingga saat ini, ia tak mampu memberi penjelasan apalagi bukti terkait itu. Lagipula, Fahri Hamzah dan juga para pendukungnya harus sadar bahwa Pilkada telah selesai. Kalian menyuruh orang untuk move on, kenyataannya kalian yang belum move on.
Mendukung KPK adalah mendukung agenda pemberantasan korupsi, tak ada kaitannya dengan mendukung salah satu paslon dalam Pilkada 2017. Pemberantasan korupsi merupakan agenda kita bersama sebagai bangsa. Ini amanat reformasi.
Namun poin menarik yang akan saya bahas dari twit Fahri Hamzah itu adalah mengenai partai baru tersebut. Twitnya yang lain menyebut kami hanya pencitraan. Ini lucu sekali sebenarnya, kebaruan partai politik jadi alasan bagi Fahri Hamzah untuk mendelegitimasi argumen soal KPK?
Mungkin Fahri Hamzah kurang gaul alias kurang baca berita. Coba Fahri Hamzah tengok Perancis yang kemarin Presidennya duduk sebelah Presiden Jokowi ketika KTT G-20 di Jerman. Seorang pemuda bernama Emmanuel Macron (39) terpilih menjadi Presiden termuda di Prancis. Partai politik Macron baru berdiri selama 14 bulan, tapi kini berhasil meraih suara mayoritas parlemen Prancis. En Marche, partai politik baru itu menang hingga 43% atau 301 kursi dari 577 kursi yang tersedia di parlemen.
Jangan meremehkan kebaruan, Pak Fahri. Dulu, En Marche pun ditertawakan oleh partai-partai mapan lainnya di Perancis. 14 bulan kemudian, anggotanya mencapai 200.000, pendirinya menjadi presiden, dan kursi parlemen dipenuhi oleh mereka.
Tak lama setelah twit Fahri Hamzah itu, pendukungnya menyerang saya, bukan dengan argumen yang disertai fakta dan data, tapi dengan alasan bahwa saya anak bau kencur dan tak pantas diladeni oleh Fahri Hamzah.
Sejak kapan ada alasan seorang pimpinan DPR tak perlu meladeni perdebatan mengenai isu pemberantasan korupsi karena argumen tersebut keluar dari seorang anak bau kencur?



Ternyata sesat pikir Fahri Hamzah memang menular ke para pendukungnya. Logika ini sangat kacau. Karena, jika ini alasan yang kalian pakai, apakah kalian juga akan menyatakan bahwa Sukarno, Hatta, Sjahrir, dan pendiri bangsa lainnya merupakan anak bau kencur yang tak pantas diladeni oleh Belanda pada masa itu?
Pendiri bangsa kita berjuang sejak usia yang sangat muda. Sukarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) ketika usianya 26 tahun. Ya, seperti kalian suka menyebutnya, Sukarno berjuang sejak "bau kencur" dan mendirikan partai politik baru yang mampu mengorganisir kekuatan massa melawan penjajahan Belanda.
Dan jelas saja, Belanda tak menganggap enteng kekuatan "anak bau kencur" Indonesia. Pendiri bangsa pernah dipenjara oleh Belanda karena mereka khawatir kekuatan anak muda yang kalian sebut bau kencur itu bisa menumbangkan rezim kolonial mereka. Apalagi kekuatan ini mewaklili suara publik ketika itu.
Saya penasaran, apa yang akan kalian nyatakan jika hidup di zaman itu? "Sudahlah, Belanda! Jangan ladeni mereka. Masih bau kencur kok," begitukah?
Ketika Fahri Hamzah turun ke jalan agar Soeharto lengser, bukankah dirinya juga masih bau kencur? Fahri Hamzah dengan lantang bersuara ketika itu. Hingga detik ini pun, Fahri masih lantang. Sayang kelantangannya hari ini dipakai untuk mencerca KPK tanpa bukti yang jelas.
Lagipula, begini lho, kalau memang saya ini anak bau kencur yang menurut kalian akan kalah telak kalau berdebat dengan Fahri Hamzah, ya sudah, hadapi saja. Toh kalau memang betul Fahri Hamzah bisa skak mat argumen saya secara terbuka, kalian juga kan sebagai pendukungnya yang senang.
Saya siap mempertahankan argumen saya soal KPK dengan fakta dan data. Fahri Hamzah menyatakan dalam twitnya di atas bahwa ia ingin mendidik saya. Kalau begitu, mari jalankan fungsi pendidikan tersebut, bukan dengan menghindar dengan alasan tidak selevel, tapi hadapi dengan argumen yang berdasarkan fakta dan data pula.
Setiap anak muda punya tanggung jawab untuk berkontribusi bagi Indonesia. Jadi, jangan salahkan saya sebagai anak bau kencur yang ingin mempertahankan idealisme untuk memerangi korupsi dan mendukung KPK sebagai garda terdepan yang melawan para koruptor.
Saya juga tak mau tuduhan-tuduhan Fahri Hamzah dinilai wajar oleh orang-orang. Seorang pimpinan DPR harus bisa mempertanggungjawabkan argumen dan tuduhannya. Ini penting untuk menjaga martabat DPR. Sekali lagi, hadapi saja saya dan argumen saya, tak perlu takut, toh saya hanya anak bau kencur, kan?kumparan

Takut Ditinggal Pendukungnya ? Fraksi PKS dan Gerindra Tolak Pembubaran Ormas Radikal

 
Jangan pilih partai yang mendukung ormas radikal, karena bisa jadi mereka memang pendukung ormas radikal untuk membuat kegaduhan di negeri ini.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas), langsung berlaku pasca diterbitkan Presiden Joko Widodo. Namun Perppu itu bisa batal jika DPR menolak mengesahkannya menjadi undang-undang.

Adalah Fraksi PKS dan Gerindra yang langsung menyampaikan penolakan terhadap Perppu Ormas. Presiden PKS Sohibul Iman, menilai Perppu Ormas tidak memenuhi syarat kegentingan yang memaksa untuk diterbitkan.

“Kami tidak melihat ada kegentingan yang memaksa. Kalau tidak ada, solusinya bukan Perppu, tapi mengamandemen undang-undangnya (UU Ormas -red). Kalau pembubaran ini hanya dilakukan oleh eksekutif, tentu ini akan berbahaya,” ucap Sohibul, Rabu (12/7).

Sohibul menilai, pembubaran ormas yang anti-Pancasila mestinya tetap menempuh jalur hukum, tidak langsung oleh pemerintah sebagaimana diatur dalam Perppu.

“Ormas kan didirikan secara legal berbadan hukum, makanya kalau dia mau dibubarkan, di situ ada proses yang berpayung hukum. Saya kira itu problemnya,” kritiknya.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengkritik lebih keras soal terbitnya Perppu Ormas oleh Jokowi, untuk mengganti UU Ormas yang disusun di DPR itu. Jazuli menyebut ada potensi pemerintah represif jika Perppu disahkan DPR menjadi undang-undang.

“Fraksi PKS sendiri menyampaikan keprihatinan atas terbitnya Perppu ini dilandasi atas banyaknya ‘pasal-pasal karet’, dan pengabaian proses peradilan dalam Perppu ini,” ujar Jazuli Juwaini kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (13/7).

“Perppu ini dikhawatirkan sangat potensial mengubah komitmen negara hukum (rechstaat) menjadi negara kekuasaan (machtstaat),” lanjutnya.

Sudah jelas alasan mereka dalam menolak pembubaran ormas radikal tersebut tanpa SOLUSI dalam membubarkan ormas-ormas radikal yang tidak menguntungkan bangsa dan negara itu.

siapa bilang ini tidak menguntungkan bangsa dan negara?
memangnya mereka ingin indonesia menjadi bergolak macam turki,syiria,yaman dan negara-negara arab lainya karena terlalu membebaskan ormas-ormas radikal.
atau justru mereka ketakutan dan merasa dirugikan bila prmas-ormas radikal di belenggu mereka akan kehilangan pendukung dan simpatisan.
susah memang kalo segala sesuatu selalu dikait-kaitkan dengan kepentingan politik,tidak bisa melihat lagi mana yang baik mana yang benar.. yang dicari cuma kemenangan dan keuntungan kelompok saja.[PO]

Respons Istana Perihal Biaya Perjalanan Keluarga Jokowi Bikin 3 Oknum Kejang Hebat

 

Pihak Istana Kepresidenan memberikan klarifikasi mengenai pembiayaan perjalanan keluarga Presiden Joko Widodo ke Turki dan Jerman. Istana, melalui Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan bahwa pembiayaan perjalanan keluarga, dikeluarkan dari kantong pribadi Jokowi sendiri.

“Sebelum melakukan perjalanan ke Turki dan Jerman, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna pada Senin, 3 Juli 2017, di Istana Merdeka. Dalam arahan tersebut, Presiden menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman sejak 5 sampai 9 Juli 2017 menjadi tanggungan pribadi Presiden” kata Bey Bahmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Dalam kunjungannya ke Turki menjumpai presiden Erdogan, yang katanya merupakan junjungan partai PKS dan ke Jerman dalam rangka menghadiri KTT G20 di Hamburg, Jokowi memboyong seluruh keluarga besarnya. Tak hanya Ibu Negara Iriana Widodo, Presiden Joko Wiodo juga membawa ketiga anaknya, Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Istri Gibran, yakni Selvi Ananda dan bayi mungil buah pernikahan mereka, Jan Ethes pun dibawa dengan pesawat kepresidenan. Jangan sampai nyinyiran berikutnya mengenai keluarga tidak boleh naik pesawat kepresidenan yang digunakan oleh keluarga Joko Widodo. Rasanya itu nyinyiran yang terlalu rendah untuk dibahas.


Mereka nggak minta proyek.. Dasar Ndeso!

“Perintah Presiden sangat jelas dan tegas untuk efektivitas dan efisiensi,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Contoh efisiensi tersebut, kata dia, tidak perlu sewa pesawat walau perjalanan sampai ke Amerika Serikat, tim advance yang diperkecil, dan jumlah delegasi yang dibatasi dengan kapasitas pesawat.

Namun untuk mengantisipasi pemikiran bodoh dari kaum bumi datar, khususnya mereka yang selalu tidur di gedung DPR, pihak Istana juga mengklarifikasi penggunaan pesawat tersebut. Di dalam klarifikasi tersebut, dikatakan bahwa mereka menggunakan pesawat kepresidenan, selayaknya para menteri yang juga ikut bersama Presiden di Pesawat ‘Air Force One’ versi Indonesia. Mengapa mereka harus satu pesawat?

“Perlu diketahui bahwa anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya diperuntukkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sehingga keberadaan anggota keluarga Presiden Jokowi tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi Presiden,” kata Bey.

Mungkin pertanyaan dari kaum bumi datar yang mulai bengkok tetap ada. Enak sekali keluarga presiden siapapun bisa ikut pesawat kepresidenan, ini tidak etis! Tidak pantas! Hal ini dapat dengan mudah dijawab. Mereka satu pesawat dan ikut trip Jokowi, karena tidak perlu keluar uang beli tiket pesawat lain, wong satu jurusan, bahlul ente!

Sebelumnya, sudah ada setidaknya tiga oknum tidak jelas yang menuding dan mencibir aksi Jokowi di dalam mengundang keluarga besarnya untuk berlibur. Siapa saja mereka? Fadli Zon (Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI), Apung Widadi (Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran/ FITRA), dan Rachlan Nashidik (Politisi Demokrat).

Serangan ‘Kontraproduktif’ Fadli Zon


“Saya nggak tahu apa alasannya, mungkin sekalian liburan atau bagaimana, tapi tentu menimbulkan pertanyaan. Sah-sah saja orang bertanya karena tentu di luar kebiasaan dilakukan presiden Jokowi…. Setahu saya di zaman Pak Harto tidak ada sampai ke cucu, mungkin pernah kalau anak. Kalau bawa cucu setahu saya tak pernah”

Rasanya ia lupa, bahwa ia pernah meminta KBRI untuk menjemput anaknya yang sedang study tour di luar negeri, dan hanya membayar $200. Mungkin Fadli sekarang sudah minum Panadol, maka tidak heran kalau dia “Sudah lupa tuh!”. Untung dia tidak minum bubuk Daia, sabun pencuci baju.

Sebaiknya Fadli Zon harusnya kita’ ikat lehernya’ dan kekang pakai tali, sehingga ia dapat dengan cepat mengurus revisi UU Anti Terorisme yang belum rampung, ketimbang menyalak hal yang tidak penting. Mungkin hal yang lebih penting, kita harus siram oli ke Fadli Zon agar bisa mempercepat revisi undang-undang Anti Terorisme. Jangan bicara korupsi sebagai oli pembangunan. Hahaha.

Serangan ‘Memprihatinkan’ ala Politisi Demokrat, Rachland Nashidik

Kenapa Lebaran bawa keluarga ke Ragunan, Jokowi menjawab: tiketnya murah. Kalau bawa keluarga pelesir dengan biaya negara? Tiketnya gratis – @Ranabaca (akun Rachland Nashidik)


Politisi Demokrat pun tidak kalah nyinyir dengan Fadli Zon. Rasanya gejala yang sama ditunjukkan oleh politisi demokrat ini. Rachland mungkin sudah minum Panadol, sehingga ia lupa bahwa 5 tahun yang lalu, dua putra Susilo Bambang Yudhoyono, junjungan tertinggi Demokrat, juga ikut serta dalam rombongan SBY yang berkunjung ke London.

Bukan hanya itu, bahkan sebelum Ibas kawin, calon istrinya pun ikut plesiran ke Jogja dengan sang calon ibu mertua, Ibu Ani Yudhoyono. Untung calon istri Ibas pada saat itu tidak plesiran bersama sang calon ayah mertua. Saya prihatin melihat hal ini. Hahaha.


Mereka Jawir, tapi nggak ndeso

Serangan ‘Mengapung’ Sekjen Fitra FITRA, Apung Widadi

Deputi Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi mendorong Presiden Joko Widodo atau pihak Istana Kepresidenan transparan soal keluarga Jokowi yang ikut kunjungan kerja ke Turki dan Jerman.

“Menurut saya, memang Presiden atau stafnya harus jelaskan biaya perjalanan mereka… Pakai pribadi atau ditanggung negara. Kalau ditanggung negara berapa, aturannya bagaimana. Selama ini kan enggak jelas transparansinya… Kalau Pak Jokowi sendiri kunjungan kerja, lantas keluarganya liburan atau bagaimana? Pelesiran di saat Bapak Jokowi kerja dinas, tapi kalau pelesiran pakai uang rakyat, ini yang menyakitkan di tengah APBN yang defisit.” kata Apung Widadi

Pung, sekarang pihak istana sudah menjawab dan mengklarifikasi pertanyaan Anda. Lantas, apa yang menjadi respons Anda? Yah, menurut saya, respons Apung bisa terprediksi. Komentarnya akan tidak jauh-jauh dari “pencitraan”, “pemborosan”, “tidak empati kepara rakyat”, “alasan dibuat-buat”, dan berbagai macam alasan-alasan yang sangat mengawang, maksud saya meng-apung.

Dari klarifikasi Istana, rasanya kita tidak perlu khawatir mengenai kunjungan kerja Joko Widodo. Investasi triliunan di luar negeri, tidak sebanding dengan hiburan yang diperjuangkan oleh sang Bapak kepada keluarganya. Tentu setiap kita memiliki bapak yang baik, bukan? Atau jangan-jangan kalian lahir dari adukan semen? Kita Jokowi sangat mengabdi kepada negara dan rakyatnya. Klarifikasi Istana sudah cukup jelas menjawab permasalahan yang simpang siur mengenai dana yang digunakan Presiden di dalam memboyong keluarganya ke luar negeri.

Ucapan Selamat Ulang Tahun Jokowi Yang Ditunjukan ke Ahok Berikut Pesan Terselubungnya

 
Pak Dhe Jokowi sudah memimpin negara ini nyaris 4 tahun. Kita tahu sejak tahun 2014, Presiden RI, Jokowi tidak pernah mengecewakan rakyatnya. Setiap pekerjaan yang dilakukan, semata-mata hanya untuk kemajuan negara Indonesia dan rakyatnya.

Apapun yang sudah dikerjakannya, tentu membawa perbaikan yang signifikan, ketimbang para pendahulunya, baik Soeharto maupun Susilo Bambang Yudhoyono. Tak terpikirkan bagaimana jika pada tahun 2014, Prabowo memenangkan pilpres. Indonesia akan menjadi negara yang tidak dapat diprediksi.



Melalui apa yang sudah diperlihatkan oleh Pak Dhe Jokowi di dalam pembangunan, tidak perlu ada pertanyaan lagi bagaimana kinerjanya di dalam memajukan infrastruktur maupun program rumah murah. Program kerjanya jelas, menterinya bekerja keras.

Menjadi sebuah hal yang umum kita melihat apapun yang sudah menjadi kinerjanya, sangat baik dan sangat memuaskan. Terbukti dari arus mudik Lebaran tahun ini, para pengguna jalan merasa sangat puas dan sangat terberkati dengan apa yang sudah dilakukan oleh Jokowi dan para kabinet kerja.

Bukan hanya pembangunan, bagaimana ia menjalankan roda pemerintahan di dalam menekuk maupun mematahkan ideologi anti Pancasila pun berhasil. Aksi bela-bela (katanya) Islam pun berhasil diredam. Bahkan dengan keberaniannya, ia datang di aksi bela (katanya) Islam yang dipimpin oleh seorang tersangka. Ormas-ormas radikal dibuat ompong, bahkan gigi taringnya sudah tercabut, sampai ke akar-akarnya.

Kekuatan Jokowi di dalam menaklukkan ormas radikal yang sangat mungkin didukung oleh para elit politik bangsat pun, berhasil. Bahkan uang ratusan miliar yang digunakan untuk mengadakan demo-demo yang dikomandoi oleh GNPF MUI, FPI, HTI, FUI, dan ormas onta lainnya, sia-sia. Bukan hanya mendobrak ormas radikal, Jokowi pun membuat panitia pengawas Pancasila.

Setelah pembangunan dan permainan ideologi anti Pancasila, pun kita melihat bagaimana kepedulian Jokowi terhadap rakyat Jakarta, khususnya pada momen Lebaran. Open house yang memang digunakan sebagai silaturahmi antara istana dan rakyat, berlangsung dengan lancar. Memang tradisi open house merupakan tradisi yang setiap tahun dilakukan oleh pihak istana. Namun entah mengapa, open house yang langsung dipimpin oleh Jokowi, memberikan kesan yang sangat berbeda.

Kita tidak dapat melihat pergerakan Jokowi dengan naif dan bodoh. Mengingat banyak orang bodoh dan naif yang selalu menuntut Jokowi sesuai dengan kehendak mereka, saya tentu akan senantiasa mengucapkan hal ini.

Cara permainan Jokowi tidaklah kasar dan membabi buta, bukan hanya karena ia tidak memakan babi, namun memang ia adalah orang Jawa. Sebagai orang Jawa, kita melihat bagaimana Jokowi selalu bergerak dengan tenang dan terkadang kita harus gregetan melihat bagaimana cara kerjanya.



Jokowi sangat aman di dalam ‘bermain’. Setiap langkah politiknya dipikirkan dengan sangat matang dan tidak terburu-buru, bahkan terkesan lambat. Manusia selalu mengharapkan sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak dapat melakukannya.

Para haters selalu dengan bodoh menuding Jokowi di dalam pergerakannya yang terkesan lambat. Namun sampai sekarang, kita tahu bahwa kinerja Jokowi sangatlah luar biasa. Ia bergerak dengan perhitungan yang matang, dan sarat dengan sandi-sandi maupun kode.

Bahkan pada hari ini, kita tahu bahwa Jokowi pun sekarang sedang memberikan kode dengan kunjungannya ke Kebun Binatang Ragunan, Jakarta. Ngapain Jokowi ke Ragunan di hari ini? Kita tahu bahwa Ragunan sangat penuh dengan pengunjung. Buat apa Jokowi melakukan kunjungan di dalam keramaian? Kok ribet amat sih Presiden kita?

Mengingat hari ini adalah ulang tahun Ahok yang ke 51 tahun, kita tentu tahu bahwa kunjungan Jokowi ke Ragunan merupakan ucapan terselubung. Mungkin belum waktunya bagi Jokowi untuk mendatangi Ahok di Rutan Mako Brimob. Namun melalui kunjungannya ke Ragunan bersama sang istri dan kedua anaknya Kaesang dan Kahiyang, Jokowi sekeluarga sebenarnya sedang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ahok, secara simbolis.

Memang presiden kita ini luar biasa dan sangat halus di dalam bergerak. Bagaimanapun, kunjungannya ke Ragunan menjadi viral, dan kita harus mengakui bahwa hanya sedikit orang yang dapat melihat apa yang sedang Jokowi kerjakan.

Dengan elegan, kita melihat kunjungan Jokowi dan keluarga ke Kebun Binatang Ragunan, tidak lain dan tidak bukan, merupakan ucapan selamat ulang tahun kepada Pak Ahok yang ke 51. Di usianya yang sudah melewati setengah abad, Jokowi mengapresiasi hasil kerja Jokowi dengan kunjungannya ke Ragunan.

“Ini kan tempat hiburan yan paling murah. Masuk kan hanya berapa? Rp 4 ribu atau Rp 3 ribu. Murah sekali. Ada sisi edukasinya. Kenalkan anak pada gajah, beruang, monyet, buaya, lutung. Benar melihat hewan yang ada,” kata Jokowi di lokasi, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (29/6/2017).



Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, senantiasa ada di hati kita semua. Tidak berlebihan jika di dalam ulang tahunnya di Mako Brimob, tentu membawa rasa haru tersendiri bagi para pecinta Ahok. Ahok layak mendapatkan ucapan selamat ulang tahun yang sangat meriah.

Terbukti dari viralnya ucapan selamat ulang tahun kepada Pak Ahok oleh para netizen. Bahkan sampai menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #HBDAhok51. Semoga di usiamu yang sudah lewat setengah abad, Tuhan senantiasa menjaga dan memimpin kehidupanmu, terlebih kehidupanmu di Mako Brimob.

Keluarga yang mendatangi Ahok, tentu sedang merayakan ulang tahun yang berbeda dari kebiasaannya. Merayakan ulang tahun setidaknya dua kali di Mako Brimob, membuat kita tentu melihat bagaimana pun juga, hukuman Ahok tidak selama yang dibayangkan.

Sayang sekali jika melihat putra terbaik bangsa, dipenjara karena kekhilafan yang juga dilakukan oleh kebanyakan orang. Pantaskah dua tahun? Sebenarnya tidak pantas untuk seorang Ahok. Namun fakta mengatakan, bahwa ia dijatuhkan hukuman, akibat ormas ontaleran dan ontalektual.

Mengapresiasi hasil kerja Ahok, Jokowi dan keluarga datang ke ragunan. Antusiasme rakyat yang heboh atas kedatangan Jokowi pun menjadi sebuah tanda bahwa Jokowi begitu dicintai rakyat. Saya sampai bingung mengapa masih banyak haters Jokowi, padahal kinerja Jokowi sangat luar biasa.



Ucapan selamat ulang tahun kepada Ahok oleh Jokowi dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Akhir kata, tidak berlebihan jika kita melihat bahwa Jokowi merupakan seorang pecatur yang senantiasa memberikan cara-cara uniknya di dalam mengekspresikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ahok.SWD

Ada Apa Dibalik Keinginan Lulung Untuk Menjenguk Ahok

 

Pernyataan Lulung yang ingin bertemu Ahok, di satu sisi menunjukkan bagaimana politik itu begitu dinamis. Namun, di sisi lain, jangan-jangan ini hanya sekedar schadenfreude Lulung atas Ahok.

Jika dekat, mereka seperti kucing dan anjing; namun jika jauh, mereka saling merindukan. Mungkin itulah kata-kata yang cocok untuk menganggambarkan hubungan yang terjadi antara Abraham ‘Lulung’ Lunggana dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok – setidaknya dalam versi Lulung.

Lulung yang juga adalah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta mengaku berhubungan baik dengan mantan Gubernur DKI tersebut. Dia pun berencana menjenguk Ahok yang kini ditahan di Mako Brimob, Depok.

“Ada rencana dengan teman-teman (DPRD) kita mau jenguk,” kata Lulung usai menghadiri pelantikan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Juni 2017.

Bukan rahasia lagi jika saat menjadi Gubernur DKI, Ahok sudah beberapa kali terlibat adu argumen dengan Lulung. Salah satu yang paling diingat mungkin adalah dalam kasus pengadaan UPS.

Karena alasan itu, Lulung yang merupakan loyalis Djan Faridz di PPP tak mau mengikuti keputusan kubunya untuk mendukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017. Bahkan ketika kedua kubu PPP mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua Pilgub DKI, Lulung tetap tak ikut.

“Nggak dijenguk pun kita mendoakan kok, supaya Pak Ahok sehat, supaya lebih kuat menjalani cobaan ini, dan keluarganya yang ditinggalkan di rumah supaya lebih kuat dan sabar juga ya,” ujar Lulung. Lalu, kapan Lulung akan jenguk Ahok?

“Belum, belum, mungkin sebentar lagi,” jawabnya.
Gubernur Baru, Lebih Akur?

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo resmi melantik Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur Definitif untuk menggantikan Ahok. Prosesi pelantikan diawali dengan penyerahan petikan Keputusan Presiden Nomor 76p Tahun 2017 tentang pengangkatan sebagai gubernur definitif tersebut kepada Djarot di Istana Merdeka, Jakarta.

Dengan dilantiknya Djarot, Lulung merasa hubungan DPRD dengan Pemprov DKI akan lebih harmonis. Lulung mengaku selalu mendoakan yang terbaik untuk Ahok dan keluarganya.

Apakah Djarot akan memberikan suasana baru terkait hubungan Pemprov DKI dengan DPRD Jakarta? Masih ada 4 bulan untuk mengamati dampak perubahan kepemimpinan ini di ibukota. Yang jelas, masih ada pembahasan isu-isu strategis, misalnya terkait APBD 2018, hingga proyek-proyek Pemprov DKI, mulai dari persiapan Asian Games hingga reklamasi teluk Jakarta.

Tentu yang ditunggu bukan hanya bagaimana perubahan hubungan antara Pemprov DKI dan DPRD di bawah pemerintahan Djarot, tetapi juga bagaimana kebijakan terkait isu-isu strategis tersebut.

Pernyataan tentang keinginan Lulung untuk bertemu Ahok di satu sisi menunjukkan bagaimana politik itu begitu dinamis. Namun, di sisi lain, menimbulkan pertanyaan mengingat Lulung dan DPRD sering berbeda pendapat dengan Ahok.

Jangan-jangan ini hanya sekedar schadenfreude Lulung atas Ahok. Schadenfreudi adalah istilah dari bahasa Jerman untuk sikap orang yang merasa senang atas kemalangan orang lain. Hanya Lulung yang tahu.

Yang jelas menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah Djarot dan bagaimana pendekatannya terhadap Lulung dan DPRD Jakarta. (Berbagai Sumber/pinterpolitik)

Gara-gara Hal Yang Satu Ini, Citra yang Dibangun Amien Rais sebagai Bapak Reformasi Jatuh Terjungkal

 



1. Semakin jelas Amien Rais adalah tipikal politikus plintat plintut yg sering berubah-ubah sikapnya tergantung situasi
2. Orang Jawa menyebut tipe orang plintat plintut seperti Amien Rais ini dengan ejekan: esuk tempe, sore dele
3. Sbg politikus yg sebut Pak Harto sbg Firaun, Amien Rais ingin membangun citranya sbg politikus bersih tanpa noda
https://t.co/6Rdx19EjtW
4. Persepsi lain yg dibangun Amien Rais utk dirinya adalah Bapak Reformasi, Bapak Anti KKN 
5. Upaya membangun reputasi bersih oleh Amien Rais ini memerlukan pengorbanan 
Orang Jawa bilang "jer basuki mawa bea" 
6. Pengorbanan yg paling besar adalah harus terus menerus terlihat bersih tidak berlepotan lumpur dan kotoran 
7. Tapi, jelas ada yg dikorbankan untuk capai citra Amien Rais itu 
Kalau diri dia bersih, yg lainnya kebagian lakukan pekerjaan kotor
8. Siapa yg harus mengerjakan pekerjaan kotor? 
Disini Amien Rais perlu punya kaki tangan 
@Official_PAN @Dahnilanzar @ZUL_Hasan 
9. Supaya Amien Rais terlihat bersih, kaki tangannya yg bekerja untuk menutupi segala keperluannya 
10. Dalam dunia politik kartel seperti hal ini sudah biasa 
Kaki tangan disebut sebagai proxy 
11. Para proxy inilah yg bekerja mengumpulkan dana untuk kepentingan Godfather 
@Official_PAN @dpp_pan @ZUL_Hasan 
12. Siapa proxy-nya Amien Rais? 
Ternyata berganti ganti tergantung keinginannya 
@tasniemrais @hanumrais @ridlwandjogja @Puthutea @eae18 
13. Amien Rais juga menerapkan strategi habis manis sepah dibuang 
14. Di awal-awal Amien Rais memakai Soetrisno Bachir, pengusaha dari Pekalongan 
15. Soetrisno Bachir melayani seluruh kebutuhan Amien Rais 
https://t.co/3BiBnfeLo8
16. Habis manisnya Soetrisno Bachir, lalu dibuang oleh Amien Rais 
Muncullah proxy baru: Hatta Rajasa 
@hattarajasa 
17. Hatta Rajasa juga setengah mati cari kiri kanan untuk melayani kebutuhan Amien Rais.
18. Amien Rais tidak begitu peduli darimana dana itu dikumpulkan 
Apakah dari mafia migas atau bukan, Amien tidak terlalu peduli 
Diduga terkait mafia migas, Hatta Rajasa dilaporkan ke KPK 
https://t.co/Mpd7ZYPdjr
19. Suatu ketika Hatta Rajasa pun juga terlempar 
Posisi proxy diganti oleh ZH 
20. Hubungan ZH semakin lengket karena sekaligus sebagai besannya Amien 
https://t.co/JPI3duLX7u
21. Amien Rais juga tidak begitu peduli darimana ZH mendapatkan dana 
Apakah dari ijin HTI berjuta juta Hektare bukan urusannya.
KPK Bakal Dalami Peran Zulkifli Hasan di Kasus Suap Lahan Riau 
https://t.co/deKd7eFpMg
22. ZH juga semakin pusing dengan permintaan Amien Rais 
Tapi, enggak kuasa menolak permintaan besan 
23. Diluar ketiga proxy itu, Amien juga disebut2 punya kedekatan dengan Haji Isam, pengusaha tambang dari Kalimantan Tengah 
24. Pengusaha tambang yg fasilitasi Zakir Naik dengan jet pribadinya ini bisa jadi penutup kebutuhan Amien Rais, sang Godfather 
25. Jika Amien Rais terlihat seolah-olah bersih tanpa noda, maka para proxy justru sekarang yg terancam 
26. Tangan mereka ada dimana-mana, sudah terendus KPK RI 
Pekerjaan kotor memang penuh resiko 
https://t.co/YiitaNEF1c
27. Kalau mengambil dana rente dari proyek-proyek APBN bisa cepat terdeteksi 
28. Aliran dana rente sangat mudah ditelusuri dari vendor, pejabat, lalu ke proxy 
29. Proxy sebagai pengepul akan menyalurkan dana rente ke Godfather: Amien Rais 
30. Jadi, bisa saja Godfather berkelit bahwa ia hanya terima uang dari proxy sbg donasi 
Tapi proxy utk melayani Godfather nekan kemana-mana 
31. Godfather terlihat bersih tanpa tersentuh karena dananya selalu dibersihkan oleh proxy 
https://t.co/04TNn5O9ZM
32. Proxy tak hanya main proyek kong kalikong APBN, tapi jg melalui perburuan rente di impor migas, konsensi tambang dan ijin konsesi hutan 
33. KPK mulai masuk mengendus bau anyir di sektor migas dan kehutanan 
34. Bau anyir di sektor migas dan kehutanan, dua-duanya menyentuh proxy Amien Rais 
35. Itulah alasan kemarahan Amien Rais dan antek-anteknya ketika KPK RI berani sentuh wilayah gelap ini 
36. Hanya dlm waktu 40 hari atas desakan Amien Rais, PAN berbalik badan 
https://t.co/n4P8Yf9ErQ
37. Awalnya PAN paling keras untuk menolak mengirim wakilnya di Pansus Hak Angket KPK
38. Bahkan Ketum PAN menyatakan akan melakukan perlawanan jika hak angket diteruskan di tingkat panitia angket
https://t.co/N2iL6ZVjQb
39. Tapi ketika nama Godfather disebut2 mendadak PAN balik haluan mendukung Pansus Hak Angket KPK
Sikap PAN berubah usai nama Amien Rais disebut di sidang korupsi
https://t.co/MP9bGeNDBW
40. Walaupun Amien Rais akan berkelit ttg intervensinya ke PAN, namun pernyataannya stlh temui wakil ketua DPR dari PAN siratkan kegusaran
41. Amien Rais menyebut KPK mengalami pembusukan
https://t.co/F1iVrWWB3i
42. Manuver Amien Rais juga berbau sangit
Ini menunjukan ketakutan seorang Godfather thdp terbongkarnya permainan proxy-proxy-nya
Korupsi Alat Kesehatan 
Pukat UGM: Sikap Pendukung Mengesankan Amien Rais Bersalah
https://t.co/C422Sp6Z02
43. Daripada terbongkar semua, Amien Rais terlihat spt ingin melakukan politik bumi hangus terhadap KPK 
Amien Rais Sebut DPR Perlu Ambil Langkah Konstitusional jika KPK Salah
https://t.co/1svtPy3M24
44. Membakar KPK sampai hangus agar semua jejak korupsi/permainan kotor para proxynya tertutup
45. Para barisan anti korupsi, pendukung KPK dimana pun berada
Waspadalah... ada sengkuni plintat plintut yg ingin bumi hanguskan KPK

Matur nuwun sederek sedoyo masyarakat sosmed

Pak Tua renta sedang membakar rumah KPK

Hati-hati pak, tulang tua-mu mudah terbakar nanti

Amien Rais Ingin Bumi Hanguskan KPK?

Sumber : Check out Joxzin Jogja (@joxzin_jogja): https://twitter.com/joxzin_jogja?s=09
==>

Chirpified: Amien Rais Ingin Bumi Hanguskan KPK? By : @joxzin_jogja https://t.co/26IOk3Asjb