Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Ternyata Bayak Bukti Sejarah Nusantara Yang Tercatat Dalam Al-Quran Yang Belum Kita Ketahui

 
Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni
Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian
( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang
Benua Atlantis terbitan Gramedia ).Yang jelas Bani Israel itu masih keturunan Suku Jawa, buktinya ibukota Israel pake nama : Java Tel Aviv, Mahkota Rabbi Yahudi yang
menjadi imam Sinagog pake gambar Rumah Joglo Jawa

Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : "ora jowo" berarti "tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun", 

sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara,
penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis,Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa. 

Menurut "mitologi jawa" yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan "ILMU KEJAWEN". 

Sejatinya "Ilmu Kejawen" adalah "Ilmu Akhlaq" yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur'an "Millatu Ibrahim" dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad
SAW dalam wujud Alqur'an dengan "BAHASA ASLI (ARAB)", dengan pernyataannya "tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq". 

Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar "Ilmu Kejawen" kepada Guru Janabadra dan
mengembangkan "Ilmu Kejawen" ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan "Ajaran Hindu", di Cina mereka namakan "Ajaran Budha". 

Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur'an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI
adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB.

Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun "CANDI BOROBUDUR" sebagai salah satu keajaiban dunia. 

Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya "CANDI BOROBUDUR" adalah bangunan yang dibangun oleh "TENTARA NABI SULAIMAN" termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang
disebut dalam Alqur'an sebagai "ARSY RATU SABA", sejatinya PRINCE OF SABA atau "RATU BALQIS" adalah "RATU BOKO" yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting.
Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ). Hasil riset
tsb juga menyimpulkan bahwa "SUKU JAWA" disebut juga sebagai "BANI LUKMAN" karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur'an. 

Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur'an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. 
Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur'an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. 

Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah "SYAILENDRA" , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = raja dan indra = gunung. 
Sudah menjadi keniscayaan sejarah, bahwa kemenangan Islam tahap pertama waktu "FUTTUL MAKKAH" dimana Nabi Besar Muhammad SAW. bersama orang2 beriman dengan konsisten melaksanakan perintah shalat sebagai kunci kemenangan dengan kondisi susah air, lalu Allah memberinya "SUMUR ZAM ZAM" yang penuh berkah, maka "FUTTUL MAKKAH KEDUA" akan terjadi melalui Indonesia, negeri yang penuh berkah dengan persediaan air tak terbatas ( zam zam di luar Makkah ). 

Dari Indonesialah pada suatu masa nanti akan bersatu sebuah kekuatan besar yang diinspirasi dari kekuatan spiritual Ibrahim, Daud, Sulaiman dan Muhammad SAW yang akan memenangkan Islam atas Zionis Israel dan para pendukungnya. 
yang telah menyelenggarakan Ekspedisi Menjelajah Negeri Para Nabi,situs Nabi Daud dan Sulaiman di Jawa Tengah, situs Nabi Nuh di Jawa Timur dimana di daerah ini terdapat kembaran Gunung Ararat di Turki yaitu gunung tempat berlabuhnya perahu Nabi Nuh, fosil perahu ini setelah diteliti archeolog Belanda menyimpulkan bahwa perahu tsb terbuat dari kayu jati berkapur, kayu ini hanya ada di Jawa. 

Setelah fosil kayu ini umurnya diukur melalui tehnik Isotop C14, ternyata Nabi Nuh hidup setelah zaman Nabi Ibrahim dan tempat tinggalnya di Tanah Jawa, tentu fakta ini perlu diteliti lebih lanjut. Disamping itu ada fakta lain tentang situs Nabi Daud dan Sulaiman di Yerusalem sebagaimana dimuat Majalah Times edisi 1 Februrari 2010, yang memuat pernyataan Ravael Grinberg, seorang dosen di Universitas Tel Aviv. Ia mengatakan, “Secara teori, seharusnya Anda sudah mendapatkan sesuatu hanya setelah melakukan penggalian selama enam minggu. 

Tapi nyatanya setelah dilakukan penggalian tanpa henti selama dua tahun, tidak ada hasil
apapun yang memuaskan.” 
Times menyebutkan, dalam empat tahun terakhir, berbagai organisasi Yahudi ekstrim sudah mengepung kota Jerussalem untuk melakukan penggalian bawah tanah di sekitar dan bawah Masjid Al Aqsha. Termasuk Organisasi Eilad, yang juga focus bekerja untuk mendirikan pemukiman imigran yahudi di Jerusalem. Selain itu, juga lembaga Eir David yang focus melakukan penggalian di Silwan. Menurut Profesor Finskltain asar Israel, yang juga ilmuwan sejarah di Universitas Tel Aviv, “Mereka yang melakukan penggalian bawah tanah di Jerussalem mencampur adukkan antara agama dengan ilmu pengetahuan. Eilad meyakini dogma agama bahwa ada peninggalan sejarah Daud di sana, tapi sampai sekarang tak pernah ditemukan.” 

Selain itu, Profesor Yone Mazarahe, juga pakar arkeologi Israel mengatakan, “Eilad tidak menempukan apapun dari penggalian. Bahkan sekedar plang tulisan Selamat Datang di Istana Daud, juga tidak ditemukan. Mereka hanya mendasarkan keyakinan pada teks teks yang dianggap suci oleh mereka sebagai panduan penggalian.” 
Dari fakta2 ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa Bani Jawi (suku2 di Nusantara) ini adalah Bani Israel yang tetap beriman kepada Nabi Musa dan mendiami tanah yang dijanjikan (THE PROMISED LAND) yaitu Benua Atlantis yang sekarang disebut Indonesia, sedang Bani Israel yang berdiaspora ke seluruh dunia adalah mereka yang dikutuk oleh Allah karena mendustakan Nabi Musa AS. 

Adapun Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina sebenarnya Yahudi jadi2an, maksudnya Bani Israel dari suku ke 13 yaitu SUKU KAZAR, hasil kawin campur Bani Israel yang berdiaspora dengan penduduk lokal dan saat ini posisinya mayoritas. Klaim atas Yerusalem sebenarnya sebuah kekeliruan yang disengaja, padahal Yerusalem, Temple of Solomon dan Taabut yang mereka cari selama ribuan tahun berada di Tanah Jawa yaitu CANDI BOROBUDUR DAN NEGRI SLEMAN di Yogyakarta. 

Dalam Alqur’an “taabut” artinya “kode rahasia kerajaan” yang disimpan oleh Nabi Daud, saat ini “taabut” tsb sedang dibuka rahasianya melalui candi2 yang dibangun sejak zaman Nabi Sulaiman khususnya “Candi Borobudur”, perlu diingat sebenarnya kata “CANDI” berasal dari kata “SANDI” artinya “KODE RAHASIA”, dengan demikian rahasia jejak para nabi akan segera terkuak setelah ayat Allah berupa tulisan bergambar yang ada pada candi2 di Negeri Sleman di “puzzle”kan dengan ayat2 Allah dalam Alqur’an. 

Sebagian besar ummat Islam saat ini terkecoh oleh keyakinan bahwa ” Palestina” adalah negeri yang diberkahi dan Yerusalem adalah kota suci Islam ketiga setelah Makkah dan Madinah, hal ini karena ummat Islam banyak terpengaruh hadits2 Israeliyat khususnya tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Perlu ekstra hati2 dlm mengutip hadits tentang Isra’ Mi’raj karena sebagian besar hadits palsu dan dibuat oleh kaum munafik dari kalangan Bani Israel, para ahli hadits menyebutnya sebagai HADITS ISRAILIYAT. Karena hadits2 inilah ummat Islam di luar Palestina terseret dalam permusuhan dengan
Israel dan menjadikan Yerusalem sebagai kota suci ketiga ummat Islam, padahal waktu kanjeng Nabi Isra’ Mi’raj apa yang disebut Masjidil Aqsa sebenarnya adalah Gereja, waktu itu Yerusalem masih dikuasai Roma. 

Kalo waktu itu dikatakan Nabi menjadi imam shalat berjamaah dengan para Nabi, pertanyaannya shalat apakah gerangan ? Sementara dalam hadits2 Israiliyat tsb dikatakan Isra’ Mi’raj dalam rangka menjemput perintah shalat 5 waktu sebagai hasil transaksi antara Nabi dengan Allah SWT dengan Nabi Musa sebagai konsultannya, pertanyaan berikutnya adalah mengapa harus Nabi Musa yang menjadi rujukan Nabi Muhammad ? Inilah cerdasnya Bani Israel yang telah berhasil menusuk jantung aqidah ummat Islam melalui hadits2 palsunya hingga ummat Islam terpecah belah, energi terkuras habis hanya untuk memikirkan Masjidil Aqsa, sementara Bani Israel karena ketekunannya telah berhasil menguasai dunia melalui infiltrasi kesegenap lini kehidupan.
Saat ini fokus mereka adalah Indonesia khususnya Tanah Jawa, mengapa Jawa ? Dalam Alqur’an dikatakan bahwa “ULAMA2 (ILMUWAN) BANI ISRAEL” mengenal Alqur’an sebagaimana mereka mengenal anak2nya sendiri, tentu saat ini sebenarnya banyak ilmuwan Bani Israel yang mengetahui fakta2 yang ditunjukkan oleh Alqur'an, salah satunya adalah tentang Nabi Daud dan Sulaiman.Cobalah kita mengambil ibrah dari kemampuan Nabi Daud As dalam teknologi peleburan besi dan manajemen pengelolaan gunung yang diwariskan di Tanah Jawa ( Atlantis ) banyak meninggalkan bangunan2 misteri semisal Candi Borobudur, Piramida2 Mesir dan Piramida Aztek. 

Dalam peradaban ini para pendirinya adalah 3 sosok yang luar biasa yaitu Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis yang masing2 diberi kelebihan oleh Allah SWT. Sampai saat ini negeri kita adalah satu2nya negeri yang paling banyak diwarisi gunung berapi dan deposit besi titanium tak terbatas, yang tersebar di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. 
Besi titanium ini sejak zaman Nabi Daud sampai sekarang digunakan sebagai bahan baku pembuatan senjata khususnya KERIS, besi titanium ini juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan PESAWAT RUANG ANGKASA, dan saat ini disekitar Candi Borobudur
sedang dipersiapkan berdirinya Perguruan Tinggi Nuklir yang akan mempersiapkan desain dan pembuatan PESAWAT PIRING TERBANG oleh Tim SSQ, hanya dengan menguasai teknologi pesawat piring terbang, ummat Islam bakal mampu mengalahkan Zionis Israel dan para pendukungnya yang cenderung semakin destruktif di muka
Bumi, Yahudi memang hanya bisa dikalahkan oleh Yahudi beriman karena memang kecerdasan dan ilmunya juga sepadan. 

Tapi aneh bin ajaib, sekarang ini banyak perusahaan2 skala dunia yang secara tersembunyi berafiliasi dengan Israel berlomba-lomba mengajukan ijin untuk mendirikan pabrik peleburan besi titanium di pantai selatan Jawa, sementara perusahaan2 besar lainnya yang sebagian besar juga milik orang Yahudi, baik Yahudi Eropa maupun Amerika sudah
malang melintang menguasai hajat hidup bangsa Indonesia, sepertinya mereka akan mengembalikan penjajahan ala VOC tempo dulu (VOC adalah perusahaan milik Yahudi Belanda yang berhasil menjajah Indonesia).
Sahabat, kepada anda saya ingin menyampaikan fakta baru tentang relief "CANDI CETHO" di Karang Anyar dan "CANDI PENATARAN" di Jawa Timur. 
Pada kedua candi ini terdapat relief2 yang menggambarkan seorang raja (Jawa/Nusantara) yang dihormati oleh suku / relief / patung mirip Suku Maya, Sumeria, Aztec, bahkan
figur Yahudi dll, pertanyaannya adalah fenomena apakah ini ? Selama ini sejarah negeri kita dibuatkan oleh para "ILMUWAN BARAT ( ULAMA BANI ISRAEL )" dan sebagian besar bangsa kita mengamini tanpa reserve, karya2 mereka menjadi buku wajib bagi sekolah2 kita, secara tidak sadar generasi kita mengalami cuci otak dalam waktu yg
relatif lama, tugas kita sekarang adalah merekonstruksi kembali sejarah masa lampau Nusantara ini berdasarkan Alqur'an dengan cara mem-pazl-kannya dengan peninggalan2 nenek moyang kita khususnya candi2 di Tanah Jawa dimana istilah candi ini dalam Alqur'an disebut "MIHRAB". Kalo anda baca kisah "SYAILENDRA" di Museum "TROWULAN" Mojokerto dimana dikisahkan bahwa di Tanah Jawa ada raja bernama Syailendra yg mampu menaklukkan gunung dan sanggup memutarnya saat melawan seorang "RAKSASA". 

Dalam sejarah Islam sendiri, kita mengenal Nabi Daud adalah satu-satunya nabi yang memiliki mu’jizat sanggup menaklukkan gunung, bahkan Alqur'an menyatakan gunung diputar untuk Nabi Daud a.s. dan dalam kisahpun Nabi Daud a.s. pernah mengalahkan seorang raksasa bernama "JALUT", dialah ayah dari Nabi Sulaiman a.s. Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam bukunya “BOROBUDUR” pada halaman 43,
menjelaskan makna dari kata Sailendra berasal dari kata "SAILA INDRA" yang artinya Raja Gunung atau dari beberapa sumber, makna Sailendra inipun berasal dari kata "SALIN INDRA" yang artinya bisa menguasai/berganti-ganti alam, yaitu alam manusia , alam jin/ setan dll dan alam binatang. Satu-satunya Nabi yang menguasai alam-alam ini, sehingga mampu berkomunikasi bahkan menguasainya adalah Nabi Sulaiman a.s. : “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata; ‘Hai manusia, kami telah diberi
pengertian tentang bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. 

Sesungguhnya semua itu benar-benar suatu karunia yang nyata” Jadi sebenarnya relief pada Candi Ceto dan Candi Penataran adalah informasi tentang "KEKHALIFAHAN NUSANTARA" yang menjadi “SUPER POWER DUNIA” dibawah kepemimpinan Nabi Daud , kemudian diwariskan kepada Nabi Sulaiman bersama-sama Ratu Bilqis, adapun perkiraan peta imajinatifnya dan sebaran etniknya adalah sbb : Dalam "PETA BUMI ITU ALQUR'AN", ternyata ayat2 Alqur'an dapat di-pazl-kan dengan ayat2 bergambar di Bumi, salah satu ayat bergambar adalah "CANDI BOROBUDUR" dimana pada
relief lantai 3 candi tsb terdapat kisah tentang Nabi Daud, Nabi Sulaiman, burung Hud Hud dan Taabut Perjanjian, sedang Komplek Candi Prambanan dan Komplek Istana "RATU BOKO" merupakan ayat bergambar yg bercerita tentang "KISAH RATU BILQIS DAN NABI SULAIMAN". Di Yogyakarta ada negeri bernama "SLEMAN" yg sejatinya adalah "NEGERI SULAIMAN" dengan "TEMPLE OF SOLOMON"-nya yaitu "CANDI BOROBUDUR", Negeri Sleman ini dalam bahasa Ibraninya "YERUSALEM" dimana dlm teks2 Yahudi disebut Israel Selatan yg diperuntukkan bagi "SUKU YEHUDZA DAN
BENYAMIN", suku ini dikenal sebagai "KAUM PERTUKANGAN", berambut keriting, dipimpin oleh Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, sedang Israel Utara disebut juga dengan "NEGERI SAMARIA", diperuntukkan bagi 10 Suku Bani Israel yg lain dimana di Negeri
Samaria ini terdapat sebuah gunung bernama "GUNUNG MORIAH" yg lebih dikenal dengan sebutan "BUKIT ZION". 

Dalam mitologi tentang "NEGERI SEMARANG" disebutkan bahwa nama semarang
diambilkan dari nama "BETHARA SEMAR" alias "BETHARA SAMARA", apabila dikaitkan dengan pembagian wilayah atas Kerajaan Sulaiman 
di atas, maka sejatinya "NEGERI SEMARANG" adalah "NEGERI SAMARIA" dan "GUNUNG MURIA" sebenarnya adalah "GUNUNG MORIAH" atau "BUKIT ZION" yg dijadikan simbol perjuangan "KAUM ZIONIS ISRAEL", wilayahnya terbentang sampai Borneo Utara
( apakah sebuah kebetulan Pulau "KALIMANTAN" juga disebut "PULAU SEMAR" ?), Laut Cina Selatan ketika masih berupa daratan hingga Indo China, Malaysia, Sumatra, Sulawesi hingga Papua.
Ketika terjadi banjir besar di "BENUA NUSANTARA" dan menenggelamkan sebagian besar wilayah "SAMARIA", maka jadilah apa yg disebut dalam teks-teks Yahudi sebagai "10 SUKU BANI ISRAEL YANG HILANG", dan dalam kurun waktu ribuan tahun jadilah "YEHUDZA/JEWS" menjadi "SUKU JAWA", "SUKU SIMEON" menjadi "SUKU BATAK", dan suku2 lain yg terindikasi sebagai 10 suku Israel yg hilang antara lain "SUKU JEPANG ASLI", "SUKU PATHAN AFGHANISTAN", "SUKU KASHMIR", "SUKU MANASYE MYANMAR", "SUKU KOCHIN INDIA", dan "SUKU CHIANG CHINA". 

Dari uraian di atas, maka wajarlah apabila Rasulullah pernah bersabda : Tuntutlah ilmu walau ke "NEGERI SYAIN", pertanyaannya adalah dimanakah Negeri Syain itu ? Selama ini ummat Islam menyebut Negeri Syain adalah Negeri Cina, padahal sebenarnya adalah "NEGERI SYAILENDRA" yang jauh lebih maju dibandingkan Negeri Cina yg saat itu masih dilanda peperangan antar dinasti.

Sabdo Palon Akan Segera Datang Kembali , Subakir Telah Menghianati Janjinya


Ini adalah sekelumit cuplikan perjanjian Sabdo Polon dengan Syeh Subakir tentang bagaimana Islam di terima di Djawa Dwipa dan bagaimana kenyataannya dengan sekarang? 

Bahwa ternyata anak Nusantara ini sudah mulai melupakan adat istiadat, budaya warisan leluhur bangsanya sendiri. Dan jangan heran jika kehancuran itu akan tiba suatu saat. 

SABDOPALON : 
PERTAMA :
Jangan ada pemaksaan agama, dharma atau kepercayaan.
(Bagaimana kenyataannya? Berapa banyak aliran kepercayaan Nusantara ini di berangus, di paksa untuk mengisi kolom agama tertentu di KTP nya?? )

KEDUA :
Jika hendak membuat bangunan tempat pemujaan atau ngibadah, buatlah yang wangun (bangunan) luarnya nampak cakrak (gaya) Hindu Jawa walau isi dalamannya Islam.
(Bangunan Masjid dulu iya betul begitu klo sekarang?)

KETIGA :
Jika mendirikan kerajaan Islam maka Ratu yang pertama harus dari anak campuran. Maksud campuran adalah jika bapaknya Hindu maka ibunya Islam. Jika bapaknya Islam maka ibunya harus Hindu.
(Sekarang boro-boro, Ahok saja di goyang dan akhirnya lengser, padahal ini mengajarkan filosofi kesetaraan tidak membeda-bedakan SARA, tapi saat ini yang ada hukum padang pasir yang berlaku, mau ngeles apalagi jika Nusantara ini memang sudah banyak yang menyimpang dari ajaran leluhurnya)

KEEMPAT :
Jangan jadikan Wong Jowo berubah menjadi orang Arab atau Parsi. Biarkan mereka tetap menjadi orang Jawa dengan kebudayaan Jawa walau agamanya Islam. Karena agama setahu saya adalah dharma, yaitu lelaku hidup atau budi pekerti.
Hati-hati jika sampai Orang Jawa hilang Jawanya, hilang kepribadiannya, hilang budi pekertinya yang adiluhung maka aku akan datang lagi. Ingat itu. Lima ratus tahun lagi jika syarat – syarat ini kau abaikan aku akan muncul membuat goro-goro.
(Bagaimana dengan keadaannya sekarang? Jangan heran jika Nusantara ini makin banyak kekerasan, bom bunuh diri dsbnya atas nama agama, itulah goro-goro akibat dari lalainya anak Nusantara dalam menjaga warisan leluhur bangsanya sendiri, durhaka kepada leluhurnya sendiri)

SYEH SUBAKIR : Baiklah. Syarat pertama sampai keempat aku setujui. Namun khusus syarat keempat, betapapun aku dengan kawan-kawan akan tetap menghormati dan melestarikan budaya Jawa yang adiluhung ini.

Namun jika suatu saat kelak karena perkembangan jaman dan ada perubahan maka tentu itu bukan dalam kuasaku lagi. Biarlah Gusti Kang Akaryo Jagad yang menentukannya.

==============================
Jika kau begitu percaya penuh dengan kitab para nabi nun jauh di sana, lalu kenapa anak Nusantara begitu meremehkan bahkan menganggap semua kitab para leluhur Nusantara ini hanyalah sebuah mitos dan dongeng belaka, padahal sudah begitu jelas terbukti dari waktu ke waktu?

Padahal secara logika kedua kitab atau kedua cerita tersebut sama-sama kita tidak menyaksikannya sendiri, tapi kenapa anak nusantara ini bisa lebih mempercayai cerita kitab nun jauh di sana yang jelas tidak tau seluk beluk adat budaya Nusantara ini di banding cerita kitab leluhur bangsanya yang jelas-jelas terlahir di sini dan mengenal seluk beluk adat, budaya, keberagaman bangsa ini?
Tanya kenapa?

Mungkin ada baiknya anak bangsa ini kembali membuka kitab leluhur bangsanya sendiri sebelum semuanya terlambat karena ternyata jauh-jauh hari semuanya sudah tertulis.

Bangsa yang kuat dan besar adalah bangsa yang tidak pernah meninggalkan warisan leluhur bangsanya sendiri, contoh negeri Cina yang sampai sekarang masih memegang teguh adat istiadat budaya leluhurnya sendiri.

Anak Nusantara ini mungkin sudah jarang yang tau tentang riwayat cerita ini tapi saatnya sekarang Nusantara ini bangkit membangunkan anak-anaknya dari tidur panjangnya, menyadarkan dari mimpi-mimpi tentang Surga khayalan yang tidak tau juntrungannya di mana, padahal Surga yang di ceritakan di kitab nun jauh di sana itu sudah ada semuanya di alam Nusantara ini. altara

baca juga :
[Kapitayan AGAMA PERTAMA di Nusantara,Bukti Seorang Nabi Pernah di Utus di Nusantara]

[Sembilan Ajaran Siti Jenar Yang Paling Ditakuti Dewan Wali Dan Politikus Saat Itu Sampai Saat Sekarang Ini][sejarah runtuhnya majapahit yang disembunyikan]
[Rahasia di Balik Lapindo,Tersirat Prediksi Brawijiyo-Kalijogo-Noyogenggong Sebagai Awal Kebangkitan Ajaran Nusantara]

Ditemukan Candi Purba Yang Masih Tertimbun di Bumiayu-Brebes

Sejumlah artefak yang diduga merupakan situs purbakala berupa candi ditemukan di Bumiayu.

BUMIAYU - Sejumlah artefak yang diduga merupakan situs purbakala berupa candi ditemukan di areal pesawahan di Dukuh Karangdawa Desa Laren Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Penemuan inipun menarik Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta untuk mengungkap kebenaran dugaan adanya bangunan candi yang masih tertimbun di dalam tanah sawah di wilayah itu.

Dugaan adanya bangunan candi kecil diungkapkan Ketua Tim Peneliti Balar Yogyakarta, Rita Istari, kemarin. Menurutnya, usai melakukan observasi, Balar akan melakukan penggalian tanah atau ekskavasi.

"Tim menduga masih ada bangunan candi yang tertimbun tanah. Tahun ini, kami akan mengusulkan agar ekskavasi Situs Bumiayu dimasukkan anggarannya pada 2017 mendatang," ungkap Rita.

Saat observadi, tim menemukan lima benda purbakala di kompleks persawahan warga yang identik sebagai benda peninggalan zaman kerajaan Hindu. Kelima benda itu, yakni empat arca yoni dan sebuah patung lembu andhini dalam keadaan tidak utuh.

Warga Desa Laren sendiri sudah akrab dengan patung lembu andhini, yang mereka sebut sebagai watu jaran. Lembu andhini konon adalah binatang kendaraan dewa shiwa.

Berdasar beberapa penemuan benda tadi, urai Rita, kemungkinan terdapat bangunan candi di areal sekitar penemuan. Candi itu bisa jadi merupakan bangunan pemujaan bagi dewa shiwa, yang menjadi salah satu dari trimurti dalam ajaran Hindu.

"Ada arca berbentuk lembu, tapi kepalanya sudah tidak ada. Warga sekitar biasa menyebutnya sebagai watu jaran," jelasnya lagi.

Ditegaskan Rita, arca dan penemuan-penemuan tersebut masih tetap di tempatnya hingga kepastian ekskavasi akan dilakukan. Pemkab Brebes dan warga setempat, papar dia, sudah bekerjasama untuk melindunginya.

Sambil menunggu ekskavasi, arca dan empat yoni yang ditemukan di Desa Laren, dijaga warga sekitar dengan membangun peneduh yang difasilitadi Pemkab Brebes.

Selain di Desa Laren, beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Brebes juga telah dikaji. Di antaranya Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan dan Candi Pangkuan. (muj/zul) radartegal

Sebuah situs peninggalan sejarah berupa candi yang terletak di pinggiran sungai Lematang,Desa Bumiayu,kec tanah abang kabupaten PALI,sumatra selatan.situs candi peninggalan masyarakat masa lampau yang masih menganut agama hindu ini dikenal dengan Candi Bumi Ayu,mempunyai 9 Candi yang terletak di areal lahan seluas 110 hektar.

Candi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 7,atau bisa dikatakan ada sejak kerajaan Sriwijaya berdiri,meskipun kerajaan Asli Sumatra selatan ini menganut agama budha yang notabene berbeda dengan Hindu,ternyata raja Sriwijawa memiliki toleransi yang cukup terhadap agama yang diannut penduduk kerajaaanya yang lain,ini terbukti dengan berdirinya Candi bumiayu.

Pengambilan nama candi bumiayu sendiri diambil sama dengan nama Desa yang menjadi lokasi penemuan situs candi ini,selain itu karena keterlibatan langsung pemkab kota muara enim,beberapa akses jalan dan juga candi mengalami sedikit renovasi,ini bermaksud untuk menjaga candi dari kerusakan,karena beberapa batu candi banyak yang rusak.



Rute menuju Candi bumi Ayu cukuplah jauh,lokasinya yang berjarak kurang lebih 85 km dari kota muara enim ini,bisa anda tempuh menggunakan kendaraan bermotor selama 2 jam perjalanan,dan bagi masyarakat palembang yang ingin mengunjungi situs candi bumiayu ini bisa ditempuh melalui jalus darat sejauh 300km menuju kota muara Enim.

Seperti dengan candi Prambanan yang berada dijawa tengah,aliran yang di miliki candi di bumiayu adalah Siwa,selain itu masyarakat sekitar obyek wisata candi bumiayu ini meyakini kalau candi bumiayu adalah peninggalan kerajaan Gedebong undang,disini anda akan menemui berbagai macam jenis arca Siwa,Narahwana serta Nandi yang menjadi simbol candi Hindu.

MISTERI PULAU JAWA KUNO DI ZAMAN SWETA DWIPA


OLEH : GOENAWAN WE

Sebelum dihuni manusia, bumi Jawa telah dihuni oleh golongan dewa-dewi dan makhluk halus lainnya. Salah satu putra Sang Hyang Jagad Girinata, yaitu Bathara Wisnu, turun ke arcapada lalu kawin dengan Pratiwi, dewinya bumi….

Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya.
Konon, proses tersebut terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata. Konon karena itulah pulau Bali sampai kini masih dikenal sebagai pulau Dewata, karena juga merupakan potongan dari benua Sweta Dwipa atau Jawata.

Mengingat kalau dulunya anak benua India dan Sweta Dwipa atau Jawata itu satu daerah, maka tidak heran kalau ada budayanya yang hampir sama, atau mudah saling menerima pengaruh. Juga perkembagan agama di wilayah ini, khususnya Hindu dan Budha yang nyaris sama.
Al kisah, dalam kunjungan resminya sebagai utusan raja, Empu Barang atau nama bangsawannya Haryo Lembusuro, seorang pandhito terkemuka tanah Jawa, berkunjung ke Jambu Dwipa (India).

Sesampainya menginjakkan kaki di negeri Hindustan ini, oleh para Brahmana setempat, Empu Barang diminta untuk bersama-sama menyembah patung perwujudan Haricandana (Wisnu). Namun, dengan kehalusan sikap manusia Jawa, Empu Barang menyatakan bahwa sebagai pandhito Jawa, dia tidak bisa menyembah patung, tetapi para Brahmana India tetap mendesaknya, dengan alasan kalau Brahmana dinasti Haricandana menyembahnya karena Wisnu dipercaya sebagai Sang Pencipta Tribuwana.
Dengan setengah memaksa, Empu Barang diminta duduk, namun sewaktu kaki Empu Barang menyentuh tanah, tiba-tiba bumi bergoyang (tidak disebutkan berapa kekuatan goyangannya dalam skal ritcher). Yang jelas, saking hebatnya goyangan tersebut, patung tersebut hingga retak-retak.

Memang, menurut tata cara Jawa, penyembahan kepada Sang Penguasa Hidup itu bukan patung, tetapi lewat rasa sejati, sehingga hubungan kawula dengan Gusti menjadi serasi. Itulah Jumbuhing Kawula Dumateng Gusti.
Orang Jawa melakukan puja-puji penyembahan kepada Gustinya langsng dari batinya, maka itu dalam perkembangannya disebut aliran Kebatinan atau perkembangan selanjutnya dikenal dengan istilah Kejawen, karena bersumber dari Jawa.
Bagi orang Jawa tentang cerita waktu bumi Jawa belum dihuni manusia, telah dihuni oleh golongan dewa-dewi dan makhluk halus lainnya. Dan salah satu putra Sang Hyang Jagad Girinata, yaitu Bathara Wisnu turun ke arcapada kawin dengan Pratiwi, dewi bumi.
Dalam pemahaman kejawen, hal itu disikapi dengan terjemahan, kalau Wisnu itu artinya urip/hidup, pemelihara kehidupan. Jadi jelasnya awal mula adanya kehidupan manusia di bumi, atas izin Sang Penguasa Jagad. Dewa perlambang sukma, manusia perlambang raga. Begitulah hidup manusia, raganya bisa rusak, namun sukmanya tetap hidup langgeng.

Kemolekan bumi Jawa laksana perawan rupawan yang amat jelita, sehingga Kerajaan Rum (Ngerum) yang dipimpin Prabu Galbah, lewat laporan pendeta Ngali Samsujen, begitu terpesona karenanya. Maka diutuslah dutanya yang pertama yang bernama Hadipati Alip.
Hadipati Alip berangkat bersama 10.000 warga Ngerum menuju Nuswa Jawa. Mereka dalam waktu singkat meninggal terkena wabah penyakit. Tak tersisa seorang pun. Lalu dikirimlah ekspedisi kedua dibawah pemimpinan Hadipati Ehe. Malangnya, mereka juga mengalami nasib sama, tupes tapis tanpa tilas.
Masih diutus rombongan berikutnya, seperti Hadipati Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Semuanya mengalami nasib sama, tumpes kelor.
Melihat semua itu, Prabu Galbah terkejut dan mengalami shock hebat. Akibatnya, sakit jantungnya kambuh. Dia kemudian jatuh sakit, dan dalam waktu tak lama mangkat.
Pendeta Ngali Samsujen, merasa bersalah karena nasehatnya menimbulkan malapateka ini terjadi. Akhirnya beliau mati dalam rasa bersalah. Tinggal Mahapati Ngerum, karena rasa setianya, dia ingin melanjutkan missi luhur yang dicita-citakan rajanya. Dia akhirnya ingat pada sahabatnya yang sakti bersanama Jaka Sangkala alias Aji Saka, yang tinggal di Tanah Maldewa atau Sweta Dwipa.

Habisnya para migran dari Ngerum ke Tanah Jawa itu, menurut Jaka Sangkala adalah karena hati mereka yang kurang bersih. Mereka tidak meminta izin dahulu pada penjaga Nuswa Jawa. Padahal, karena sejak zaman dahulu, tanah ini sudah ada yang menghuni. Yang menghuni tanah Jawa adalah manusia yang bersifat suci, berwujud badan halus atau ajiman (aji artinya ratu, man atau wan artinya sakti).
Selain penghuni yang baik, juga dihuni penghuni brekasakan, anak buah Bathara Kala. Makanya tak ada yang berani tinggal di bumi Jawa, sebelum mendapat izin Wisnu atau manikmaya atau Semar.

Akhirnya, Mahapati Ngerum diantar Aji Saka menemui Wisnu dan isterinya Dewi Sri Kembang. Saat bertemu, dituturkan bahwa wadyabala warga Ngerum yang mati tidak bisa hidup lagi, dan sudah menjadi Peri Prahyangan, anak buah Batara Kala. Tapi ke-8 Hadipati yang gugur dalam tugas itu berhasil diselamatkan oleh Wisnu dan diserahi tugas menjaga 8 mata angina. Namun mereka tetap menghuni alam halus.
Atas izin Wisnu, Mahapati Negrum dan Aji Saka berangkat ke tanah Jawa untuk menghadap Semar di Gunung Tidar. Tidar dari kata Tida; hati di dada, maksudnya hidup. Supaya selamat, oleh Wisnu, Mahapati Ngerum dan Aji Saka diberi sifat kandel berupa rajah Kalacakra, agar terhindar dari wabah penyakit dan serangan anak buah Batara Kala.
Kisah di atas hanya merupakan gambaran, bahwa ada makna yang tersirat di dalamnya. Wisnu dan Aji Saka itu dwitunggal, bagaikan matahari dan sinarnya, madu dan manisnya, tak terpisahkan. Loro-loro ning atunggal.

Maka itu, keraton Wisnu dan Aji Saka itu di Medang Kamulan, yang maksudnya dimula-mula kehidupan. Kalau dicermati, intinya adalah kawruh ngelmu sejati tentang kehidupan manusia di dunia, sejak masih gaib hingga terlahir di dunia, supaya hidup baik, sehingga kembalinya nanti menjadi gaib lagi, perjalanannya sempurna.
Singkat cerita, perjalanan ke tanah Jawa dipimpin oleh Aji Saka dengan jumlah warga yang lebih besar, 80 ribu atau 8 laksa, disebar di berbagai pelosok pulau. Sejak itulah, kehidupan di tanah Jawa Dwipa yang disebut masyarakat Kabuyutan telah ada sejak 10.000 SM, tetapi mulai agak ramai sejak 3.000 SM.

Sesudah kedatangan pengaruh Hindu, muncul kerajaan pertama di Jawa yang lokasinya di Gunung Gede, Merak. Rajanya Prabu Dewowarman atau Dewo Eso, yang bergelar Sang Hyang Prabu Wismudewo. Raja ini memperkuat tahtanya dengan mengawini Puteri Begawan Jawa yang paling terkenal, yakni Begawan Lembu Suro atau Kesowosidi di Padepokan Garbo Pitu (penguasa 7 lapis alam gaib) yang terletak di Dieng atau Adi Hyang (jiwa yang sempurna), juga disebut Bumi Samboro (tanah yang menjulang tinggi). Puterinya bernama Padmowati atau Dewi Pertiwi.

Dari perkawinan campuran itu, lahirlah Raden Joko Pakukuhan, yang kelak di kemudian hari menggantikan tahta ayahnya di kerajaan Jawa Dwipa atau Keraton Purwosarito, dan bergelar Sang Prabu Sri Maha Panggung. Lalu keraton dipindah lokasinya ke Medang Kamulan.
Penggantinya adalah putranya Prabu Palindriyo. Dari perkawinannya dengan puteri Patih Purnawarman, Dewi Sinto, lahir Raden Radite yang setelah bertahta dan bergelar Prabu Watuguung. Dia memerintah selama 28 tahun. Pemerintahannya mempunyai pengaruh kuat di Jawa Barat. Adalah kakaknya, Prabu Purnawarman yang membuat Prasasti Tugu, sebelah timur Tanjung Priuk dalam pembuatan saluran Kali Gomati, Prasasti Batu Tulis di Ciampea, Bogor.

Untuk menguasai Jawa Timur, Prabu Watugunung mengawini puteri Begawan Kondang, yaitu Dewi Soma dan Dewi Tumpak. Dia juga mengawini Ratu Negeri Taruma yang bernama Dewi Sitowoko.
Dalam pemerintahannya terjadi perebutan tahta dengan Dewi Sri Yuwati, saudara lain ibu (Dewi Landep). Dewi Sri Yuwati dibantu adiknya lain ibu, Joko Sadono (putera Dewi Soma). Akhirnya Prabu Watugunung berhasil dikalahkan, dan Joko Sadono menggantikan tahtanya dengan gelar Prabu Wisnupati, permaisurinya Dewi Sri. Kakak Dewi Sri diangkat sebagai raja Taruma, bergelar Prabu Brahma Raja.

Sejarah Panjang nan Memukau Suku Jawa

Menurut data kependudukan tahun 2010, tercatat bahwasannya orang Jawa mempunyai populasi terbanyak di Indonesia, yakni lebih dari 120 juta orang. Orang-orang Jawa ini tersebar hampir merata di seluruh daerah di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Maka jangan heran apabila anda mendapati orang-orang Jawa ada di daerah yang sudah sangat jauh dari pulau Jawa itu sendiri.
Pembahasan ini bukanlah untuk membangga-banggakan satu ras tertentu, akan tetapi semata untuk pembelajaran sejarah yang perlu untuk kita pelajari dan ketahui.

Asal Usul Suku Jawa

Jika kita membahas asal usul suku Jawa, maka bisa dibilang kita sedang membahas asal usul orang Indonesia secara keseluruhan. Hal ini disandarkan kepada penemuan fosil dari homo erectus yang dikenal juga dengan nama “Manusia Jawa” oleh Eugene Dubois, seorang ahli anatomi dari Belanda pada tahun 1891 di Trinil, Ngawi. Fosil tersebut diperkirakan berumur mencapai 700.000 tahun, sehingga ia termasuk dari salah satu spesies manusia kuno yang pernah ditemukan.
Kurang lebih sekitar 40 tahun kemudian, ditemukan lagi fosil lainnya, yang jika dilihat dari perkakas yang juga ditemukan, diperkirakan fosil ini lebih muda dari fosil sebelumnya, yakni ‘baru’ berumur kurang lebih 150.000 tahun.

Versi Pertama

Menurut versi pertama, nenek moyang masyarakat Jawa adalah orang purba yang berasal dari Austronesia, sebuah spesies yang diperkirakan berasal dari Taiwan yang bermigrasi ke pulau Jawa pada tahun 1500 dan 1000 sebelum masehi.

Versi Kedua

Versi kedua menyatakan, bahwa asal mula orang Jawa berasal dari daratan Indochina yang datang dari tanah Kamboja atau Laos. Ada kemungkinan juga berasal dari Vietnam.

Versi Ketiga

Ada rumor juga yang mengatakan bahwa orang Jawa merupakan keturunan orang dari tanah Pasundan yang berkawin-campur dengan para pendatang dari India atau dari Indochina.
Sedangkan menurut beberapa tulisan, baru pada pertengahan abad 3 M, orang Jawa mulai menempati pulau Jawa. Ditandai dengan hadirnya sebuah kerajaan Taruma pada abad 4.  Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri di wilayah barat pulau Jawa pada abad 4 hingga abad 7 M. Kerajaan Taruma termasuk salah satu kerajaan tertua di wilayah Indonesia yang meninggalkan catatan sejarah.

Kepercayaan Orang Jawa Sebelum Masuknya Agama

pohon keramat yang disembah orang jawa kuno
zainfadhil.wordpress.com
Situasi kehidupan “religius” masyarakat di Tanah Jawa sebelum datangnya Islam sangatlah heterogen. Kepercayaan import maupun kepercayaan yang asli telah dianut oleh orang Jawa. Sebelum Hindu dan Budha, masyarakat Jawa prasejarah telah memeluk keyakinan yang bercorak animisme dan dinamisme.
Pandangan hidup orang Jawa adalah mengarah pada pembentukan kesatuan numinous antara alam nyata, masyarakat, dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Di samping itu, mereka meyakini kekuatan magis keris, tombak, dan senjata lainnya. Benda-benda yang dianggap keramat dan memiliki kekuatan magis ini selanjutnya dipuja, dihormati, dan mendapat perlakuan istimewa.

Suku Jawa pada Masa Hindu-Budha

asal usul orang jawa
Candi Singosari | tourismkabupatenmalang.com
Kepercayaan kuno yang dianut oleh suku Jawa adalah animisme dan terus berlanjut seperti itu hingga datang para pembawa agama Hindu dan Budha ke Tanah Jawa melalui perdagangan dengan orang-orang India. Masyarakat Jawa lebih mudah tertarik dengan agama yang dibawa oleh mereka lantaran filosofi agama Hindu-Budha bisa menyatu dengan filosofi orang Jawa lokal yang unik.
Kedu dan Kewu adalah tempat berkumpulnya kultur suku Jawa yang terdapat di lereng Gunung Merapi yang sekaligus menjadi jantung dari Kerajaam Medang Bhumi Mataram. Beberapa dinasti kuno lainnya, seperti Sanjaya dan Syailendra juga menggunakan tempat itu sebagai pusat pemerintahan mereka.
Ketika Mpu Sendok memerintah, pada abad 10, ibu kota kerajaan dipindahkan ke dekat Sungai Brantas. Kejadian ini yang dipercaya juga sebagai sebab pergeseran pusat kebudayaan dan politik suku Jawa. Diperkirakan, perpindahan ini disebabkan oleh erupsi vulkanik dari Gunung Merapi, tapi ada juga yang mengatakan bahwasannya perpindahan pusat pemerintahan ini disebabkan oleh serangan dari Kerajaan Sriwijaya.
Perkembangan suku Jawa mulai bangkit lagi ketika Kertanegara menjadi raja dari Kerajaan Singosari pada awal abad ke-13. Raja yang senang memperluas wilayah ini melakukan ekspedisi besar-besaran ke Madura, Bali, Kalimantan dan Sumatera, yang pada akhirnya, Kerajaan Singosari berhasil menguasai perdagangan di selat Malaka, menyusul kekalahan Kerajaan Melayu.
Kedigdayaan Kerajaan Singosari terhenti pada tahun 1292 M ketika pecahnya pemberontakan oleh Jayakatwang yang berhasil membunuh Kertanegara. Pada akhirnya, Jayakatwang sendiri dibunuh oleh anak dari Kertanegara, yaitu Raden Wijaya. Dan Raden Wijaya inilah yang kelak mendirikan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara kala itu, Kerajaan Majapahit.

Masuknya Islam ke Tanah Jawa

Para Wali yang berdakwah di tanah jawa
habibrizieq.com
Sebelum Islam masuk ke tanah Jawa, sebagaimana yang kita telah paparkan di atas, mayoritas masyarakat Jawa telah menganut agama Hindu-Budha. Namun, seiring dengan waktu berjalan, tidak lama kemudian Islam masuk ke Jawa melewati Gujarat dan Persi dan ada yang berpendapat langsung dibawa oleh orang Arab.
Kedatangan Islam di Jawa dibuktikan dengan ditemukannya batu nisan kubur bernama Fatimah binti Maimun serta makam Maulana Malik Ibrahim. Saluran-saluran Islamisasi yang berkembang ada enam yaitu: perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian, dan politik.
Era Walisongo (Sembilan Wali Allah) adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Walisongo adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa peranan Walisongo sangat besar dalam mendirikan kerajaan Islam di Jawa.
sejarah suku jawa
Menara Kudus yang dibuat oleh Sunan Kudus | sholihinz.blogspot.com
Di pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo. Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dengan usaha dakwah mereka, para wali ini kemudian mendapatkan posisi strategis di kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta sekaligus penasihat sultan.
Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan alias susuhunan (yang dijunjung tinggi).
Kesembilan wali tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Tanah Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik, Jawa Timur. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
  2. Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
  3. Sunan Drajad (Syarifudin). Beliau adalah wali sekaligus anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Ia dikenal sebagai seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
  4. Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Beliau juga anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Beliau terkenal sangat bijaksana.
  5. Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
  6. Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di Jawa dan luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
  7. Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
  8. Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
  9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.

Kerajaan Islam Masa Lalu

Ketika Majapahit mengalami banyak permasalahan tentang siapa yang menjadi penerus, beberapa perang sipil terjadi dan membuat Majapahit kehilangan kekuatan mereka sendiri. Ketika Majapahit mulai runtuh, pulau Jawa juga mulai berubah dengan berkembangnya Islam.
Maka keruntuhan Majapahit ini menjadi momentum bagi kesultanan Demak untuk menjadi kerajaan yang paling kuat. Kesultanan Demak ini nantinya juga memainkan peranan penting dalam menghalau kekuatan kolonial Portugis yang datang. Dua kali Demak menyerang Portugis ketika para kaum Portugis menundukkan Malaka.
sejarah asal usul jawa
Masjid Agung Demak, jejak peninggalan Kerajaan Islam Demak | indonesiakaya.com
Demak juga dikenal dengan keberanian mereka menyerang aliansi Portugis dan Kerajaan Sunda. Kesultanan Demak kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Pajang dan Kesultanan Mataram, dan perubahan ini juga memaksa pusat kekuatan berpindah dari awalnya ada di pesisir Demak menuju Pajang di Blora, dan akhirnya pindah lagi ke Mataram tepatnya di Kotagede yang ada di dekat Yogyakarta sekarang ini.

7 Filosofi Hidup Suku Jawa

orig07.deviantart.net
  1. Urip Iku Urup (Hidup itu harus menyala/bermanfaat)Filosofi ini menggambarkan sifat dasar sebagian besar orang Jawa yang senang berbagi atau memberikan manfaat kepada orang lain.
  2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).Inilah filosofi yang dipakai oleh orang-orang Jawa yang melahirkan sifat tenang dan tidak suka dengan kerusuhan.
  3. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).Sebetulnya filosofi ini sangatlah penting, namun sayangnya sudah banyak ditinggalkan kecuali oleh kakek-nenek kita dahulu.
  4. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, Ojo Cidro Mundak Ciloko (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).Salah satu filosofi yang paling berharga yang mengarahkan (sebagian besar) keturunan orang Jawa agar tidak sombong dan licik.
  5. Wong Jowo Kwi Gampang Ditekak-tekuk (Orang Jawa itu luwes).Bukan berarti mereka mudah dikendalikan, akan tetapi lebih karena mereka adalah orang-orang yang luwes dan mudah bergaul dengan beragam masyarakat yang ada.
  6. Mangan Ora Mangan Sing Penting Ngumpul (Makan tidak makan yang penting kumpul).Filosofi yang sangat terkenal ini menunjukkan sifat suka bergotong-royong.
  7. Nrimo Ing Pandum (Menerima Pemberian Dari Yang Kuasa).Inilah ciri khas orang-orang Jawa, yaitu Nrimo. Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang sangat pandai bersyukur atas apa saja yang diberikan oleh Tuhan.

Sifat serta Karakter Masyarakat Jawa Kebanyakan

masjidalhudajobohan.wordpress.com
Sebagian besar masyarakat Jawa hingga kini masih tetap mengamalkan filosofi mereka sehingga kita pun bisa mengenali sifat dan karakter mereka yang khas. Karakter orang Jawa diidentikkan dengan sikap sopan, segan, pemalu serta menjaga etika bicara. Dalam keseharian masyarakat Jawa, mereka sangat menjunjung tinggi sifat Andap Asor terhadap orang yang lebih tua. Andap Asor adalah adab ketika berbicara yang memiliki tingkatan-tingkatan, melihat siapa lawan bicaranya.

Pemalu

Masyarakat Jawa juga umumnya cenderung sering menyembunyikan perasaannya. Mereka akan menampik penawaran yang ditawarkan dengan lemah lembut demi menjaga perasaan orang yang memberi. Contoh lainnya, apabila mereka bertamu, orang Jawa tidak akan mencicipi hidangan yang disediakan hingga dipersilakan oleh tuan rumah. Karena sikap ini, terkadang mereka rela mengorbankan kehendak atau keinginan hati.

Sopan

Ketika berbicara, masyarakat Jawa akan sangat menjunjung tinggi etika. Seseorang yang lebih muda ketika berbicara dengan orang tua atau yang lebih mulia harus menggunakan bahasa kromo inggil, yaitu bahasa Jawa halus. Sedangkan bahasa yang dipakai ketika berbicara dengan orang seumuran atau lebih muda adalah bahasa ngoko atau bahasa Jawa biasa.

Gotong-Royong

Salah satu ciri khas yang sulit dilepaskan dari pribadi orang-orang Jawa adalah sifat gotong royong atau saling membantu sesama masyarakat, terutama tetangga. Apabila kita berkunjung ke desa-desa, kita akan dengan mudah mendapati orang-orang yang memiliki sifat ini. Terkadang, apabila ada tetangga mereka yang hendak membangun rumah, mereka tidak akan segan ikut membantu sekalipun tidak dibayar, begitu juga sebaliknya.

Terima Apa Adanya

Sifat inilah yang membuat orang-orang dari berbagai suku mengincar wanita-wanita Jawa sebagai calon pendamping hidup. Selain karena berbagai aspek lainnya, sifat menerima apa adanya inilah yang menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini sangat berpengaruh dalam proses perjalanan rumah tangga karena istri yang memiliki sifat mudah menerima, terutama dalam hal ekonomi, tidak akan menjadi beban pikiran sang suami.

sumber:
1. [Makalah] Islam Masuk ke Tanah Jawa, oleh: Mohammad Bahrul Ulum, Suwaibatul Islamiyah, Rohmatul Izzah.
2. portalsejarah[dot]com.

Misteri Kampung Keputihan, Akar Budaya Bertahan Hidup di Rumah Gubug Beratap Welit


PULUHAN rumah bilik dengan menggunakan atap “welit” (terbuat dari daun tebu kering) yang terhampar di atas tanah seluas lebih kurang tiga hektar di kampung Keputihan, Desa Kertasari, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang berdiri di antara rumpun bambu dan pohon lainnya kini mulai terpinggirkan dan mulai ditinggalkan keturunannya.

Rumah-rumah gubuk tersebut tetap dipertahankan keasriannya oleh masyarakat setempat, karena selain memang rata-rata dihuni keluarga yang tergolong rumah tangga miskin, juga keyakinan tidak boleh membangun rumah permanen tetap hidup turun temurun. Sekarang mulai sedikit bergeser yang dulu menggunakan atap welit yang terbuat dari daun tebu, kini ada yang menggunakan asbes seng gelombang.

Juga kampung seluas kira-kira tiga hektar yang dulu hanya dihuni sekira 30 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 107 jiwa tersebut, kini banyak ditinggalkan keturunannya. Sejumlah anak keturunan dari Kampung keputihan, setelah menikah atau ekonominya meningkat, ia memilih membangun rumah permanen di kampung lain, kata Pejabat Kuwu Desa Kertasari Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Sarika.

Pada tahun 1960-an hingga akhir tahun 1990-an jumlah rumah yang ada tetap 17 buah, namun, belakangan terus berkurang dan sekarang tinggal 12 rumah gubuk yang letaknya tersebar di lokasi itu. Semakin sedikitnya jumlah rumah tersebut, dikarenakan pindah ke kampung lain atau sudah tidak ada lagi keluarga yang menempatinya karena meninggal dunia, jelas Sarika.

“Memang betul warga kampung Keputihan di Desa Kertasari sampai sekarang tetap mempertahankan rumah gubuk. Jika warga ingin membuat rumah permanen atau yang bagus dia membeli tanah di luar kampung Keputihan, tapi sekarang sudah masuk jalan aspal ke kampung ini,” terang Pj.Kuwu Sarika .

Sarika mengaku tidak tahu persis terkait misteri di kampung Keputihan. Namun, yang pasti warga di sana tetap dihantui ketakutan membangun rumah permanen. Bahkan ketika ada proyek PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), terpaksa MCK (mandi-cuci-kakus) nya dibangun di luar kampung tersebut. Padalah tujuan pemerintah desa mengalokasikan di kampung tersebut, agar terpiliharanya kesehatan lingkunan dan tidak ada lagi yang “dolbon” (membuang air besar di kebon).
Menurutnya untuk melestarikan rumah-rumah gubuk budaya atap welit tiap tahunnya memerlukan biaya tidak sedikit dan perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah. Karena sekarang welit sudah sulit didapatkan, karena di wilayahnya sawah tidak lagi ditanam tebu.

Patahkan pantangan

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di Keputihan kini ada seorang pendatang asal Kabupaten Subang yang diduga ingin mematahkan pantangan tersebut. Pria berusia empat puluh tahunan itu bernama Carmun yang dikenal memiliki kekuatan supranatural. Dia membangun rumah permanen di sisi barat kampung tersebut.

Untuk melastarikan budaya rumah welit, sudah seharusnya menjadi program pemerintah daerah (Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olah Raga) Kabupaten Cirebon, agar tiap tahun menganggarkan untuk pembelian welit yang terbuat dari daun tebu., sehingga perpaduan keyakinan masyarakat setempat dengan rumah welit, bisa dijadikan budaya daerah setempat, paparnya. Sarika mengakui, sejak dia kecil hingga sekarang melihat kampung Keputihan tetap asri dan teduh, rumah-rumahnya pun tetap gubug. Namun, dia tidak tahu asal-usul kampung tersebut hingga mengandung misteri. Bahkan telah dipesan oleh Lebe Sholeh agar tidak turut campur tentang Keputihan.

Kondisi rumah yang sama-sama gubug, mengakibatkan kehidupan rumah tangga di sana tampak tenteram. Sumber kehidupan warga setempat rata-rata buruh tani, sebagian pekerja anyaman mebeler rotan dan perajut net. Namun, meskipun rumah bilik, banyak di antaranya yang memiliki sepeda motor bagus, bahkan, beberapa tahun lalu ada warga yang memiliki kendaraan roda empat. Akan tetapi karena secara ekonomi sudah mapan, warga tersebut akhirnya pindah dari Keputihan.

Selain sepeda motor, pesawat televisi juga ada, sementara listriknya menyambung dari kantor desa. Masuknya aliran listrik ini sepertinya sedikit berpengaruh pada sebagian warga. Ada beberapa di antaranya yang telah berani menggunakan atap asbes dan seng, bahkan, menjadikan rumahnya sebagai tempat usaha subkontraktor kerangka mebeler aluminium yang nantinya dipadukan dengan anyaman rotan atau plastik.***

Nurdin M Noer, Pemerhati Kebudayaan Lokal.cirebontrust

Penampakan Piramida Raksasa di Dasar Segitiga Bermuda

 

Struktur piramida aneh bawah air pada kedalaman 2000m diidentifikasi dengan bantuan sonar menurut ahli kelautan Dr Verlag Meyer.Studi struktur lain seperti Yonaguni di Jepang modern telah memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan bahwa dua piramida raksasa, tampaknya terbuat dari sesuatu seperti kaca tebal, sangat mengesankan bahwa masing-masing lebih besar dari piramida Cheops di Mesir.

Beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang sebelumnya, berada dibawah ombak yang menggelora! Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter.

 

Jika berbicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.

Dibangun di Tanah - Tenggelam Selama Pergeseran Kutub Terakhir?Ada beberapa sarjana Barat yang berpendapat bahwa piramida di dasar laut itu mungkin awalnya telah dibuat di daratan, setelah bencana gempa bumi melanda dan mengubah landscape sepenuhnya.

Ilmuwan lain berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang lalu perairan daerah Segitiga Bermuda mungkin sebagai salah satu kegiatan terpenting dalam masyarakat Atlantis, dan Piramida di dasar laut mungkin merupakan gudang persediaan untuk mereka. Mungkin hal itu berkaitan dengan lomba bawah air humanoids ditemukan di Washington State pada tahun 2004 - yang disebut "air kera"

Sebuah penelitian yang lebih rinci dari waktu ke waktu akan memberikan hasil yang sulit untuk dibayangkan. Para ilmuwan telah mendapatkan semua data dan menyimpulkan bahwa permukaan halus sempurna itu agar terlihat seperti kaca atau es.
Ukuran piramida hampir tiga kali ukuran piramida Cheops. Kabar ini sensasional, dan dibahas pada konferensi di Florida dan bahkan dilaporkan di surat kabar Florida lokal.


Para wartawan hadir di dalamnya, memiliki banyak gambar dan data resolusi tinggi terkomputerisasi, yang menunjukkan tiga dimensi piramida yang sempurna mulus, tanpa ditutupi dengan permukaan dan terbebas dari kotoran atau ganggang atau retakan. Ada juga kecurigaan bahwa segitiga bermuda dan daerah di mana piramida ini diduga mungkin terletak semacam untuk "alasan suci" yang sedang dilindungi oleh dongeng masyarakat Atlantis - bahwa apapun yang menyilang lokasi dianggap sebagai persembahan.

Pendapat lainnya berhipotesis bahwa piramida bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmik , dari "medan energi" atau disebut "vakum kuantum" dan bahwa ini mungkin telah digunakan sebagai pembangkit listrik oleh peradaban Atlantis (atau siapa pun yang ada pada masa itu). Dengan misteri yang masih disekitar piramida Mesir dan faktanya bahwa struktur piramida tampaknya akan ditemukan di hampir semua budaya kuno,yang akan menjadi sulit untuk dikatakan dengan pasti asal-usul struktur ini atau jika itu benar-benar ada (kita belum mengalaminya di sana,namun begitu).


Benar atau Salah ?

"suara Ini terlalu nyata bagi saya, "kata Calvin Jones dari negara bagian Florida Divisi Sumber Daya Sejarah,
"Saya selalu berpikiran terbuka karena kita `kembali selalu belajar tentang hal baru.. Tapi gagasan struktur piramida, apalagi yang terbuat dari kaca, di bawah lebih dari 10 meter permukaan air - maka kemungkinan besar sekitar satu dari satu juta ".

Jones mengatakan jika itu adalah asli Penemuan arkeologi, piramida tentunya telah dibangun antara 10.000 SM dan 6.000 SM, ketika landasan kontinen tidak ditutupi oleh air, kata Chisholm. Arkeolog Florida setuju dengan dia pada rentang waktu tersebut, tetapi ia tidak setuju dengan klaim dari anggota kelompoknya yang lainnya.

Florida State University antropolog Profesor Glen Doran mengatakan awal piramida Timur yang dekat tanggal disekitar tahun 4.000 SM dan semua Piramida Dunia Baru adalah tanggal setelah 1 AD Jadi setiap struktur tersebut di lepas pantai Florida akan menjadi paling tidak 2.000 tahun lebih tua dari semua piramida lain yang pernah diketahui.

Penemuan Piramida Di Bawah Laut Lainnya


Pada tahun 1977, penemuan misterius dibuat di dasar Atlantik mengenai teknologi yang tidak diketahui. Sebuah piramida 650-kaki secara misterius menyala, dengan air putih berkilauan di sekitarnya yang berubah menjadi hijau, kontras mengejutkan air hitam gelap di kedalaman itu.
Penemuan itu difoto oleh ekspedisi ARL Marshall off Cay Sal.

Lain lagi piramida besar, 10.000 kaki di dasar air Atlantik, dilaporkan telah ditemukan dengan kristal berdenyut di atasnya, oleh ekspedisi Tony Benik itu. Kelompok ini juga menemukan tablet kristal buram di sana, dan melaporkan bahwa ketika cahaya itu dipancarkan melalui itu, prasasti misterius tersebut menjadi terlihat.

Piramida dibawah laut ditemukan dilepas pantai Amerika Tengah, Yucatan, dan Louisiana, di mana kubah yang ditemukan di Selat Florida. Sebuah bangunan berbentuk pualam bergaya Yunani yang ditemukan antara Florida dan Kuba. Dan bagaimana dengan kolom yang memancarkan energi Dr.Zink menemukannya di Bahama dan Zink juga menemukan artefak lainnya dari penyelamannya di atas Atlantis, dan ketika dia diwawancarai oleh agen Steve Forsberg-Pikiran Internasional .

Piramida lainnya yang telah dieksplorasi oleh Dr.Ray Brown di dasar laut Bahama pada tahun 1970. Brown didampingi oleh 4 penyelam lainnya yang juga menemukan jalan, kubah, bangunan persegi panjang, instrumen logam tak dikenal, dan patung yang memegang "misterius" yang mengandung kristal piramida mini. Perangkat logam dan kristal dibawa ke Florida untuk analisis di sebuah universitas di sana. Apa yang ditemukan adalah bahwa kristal itu diperkuat oleh energi yang melewatinya.

Mungkin inilah alasannya mengapa membangun Piramida tersebut dari bahan kaca.!
Dr. Ray Brown Kristal Sphere. Pada tahun 1970, Dr.Ray Brown, seorang praktisi naturopati dari Mesa Arizona, pergi ke scuba diving dengan beberapa teman dekat ke Kepulauan Bari di Bahama, dekat dengan area yang populer dikenal dengan nama sebagai Lidah Samudera (ini digambarkan dalam acara tv "In Search Of - Atlantis", awalnya dibuat pada tahun 1979).

Dalam sebuah misi penyelaman itu, Brown menjadi terpisah dari teman-temannya dan sementara ia mencari mereka, ia terkejut ketika ia menemukan sebuah bentuk piramida aneh bersiluet cahaya warna biru laut. Setelah menyelidiki lebih lanjut, Brown terkejut dan betapa halusnya sebuah cermin dipermukaan batu dari seluruh strukturnya, dengan sambungan antar blok-blok individual hampir tak dapat dibedakan.

Berenang di sekitar batu penjuru, dan Brown berpikir mungkin telah terlapisi lazuli, ia menemukan sebuah pintu masuk dan memutuskan untuk mengeksplorasi di dalam. Melewati sepanjang lorong sempit, Brown akhirnya sampai di sebuah ruangan persegi panjang kecil dengan langit-langit berbentuk piramida.

Dia benar-benar kagum bahwa ruangan ini tidak mengandung ganggang atau koral yang tumbuh di dinding bagian dalam. Mereka benar-benar bersih! Selain itu, meskipun Brown tidak membawa alat penerangan cahaya bersamanya, ia tetap bisa melihat segala sesuatu di dalam ruangan dengan penglihatan normal. Ruangan itu cukup terang, tapi tidak ada sumber cahaya langsung yang terlihat. Perhatian Brown tertarik pada batang nikel metalik berdiameter 3 inchi tergantung di puncak tengah ruangan dan di ujungnya telah terpasang permata banyak faceted merah, yang meruncing ke satu titik.

Langsung di bawah batang ini, dan permata di letakkan ditengah ruangan, ada yang berdiri dari batu berukir atasnya oleh piring batu dengan menggulir ujungnya. Di piring ada sepasang tangan logam berukir perunggu berwarna, hidup-ukuran, yang tampak menghitam dan dibakar, seolah-olah yang telah mengalami panas yang luar biasa.

Terletak di tangan, dan terletak empat kaki langsung di bawah titik batang langit-langit permata, adalah sebuah bola kristal berdiameter 4 inchi. Brown mencoba untuk melonggarkan batang langit-langit dan batu permata merah tapi tidak akan bergerak. Kembali ke bola kristal, ia menemukan,dan takjub, bahwa itu dapat dipisahkan dengan mudah dari pemegang tangan perunggu. Dengan bola kristal di tangan kanannya dia kemudian membuat jalan keluar dari piramida.

Saat ia pergi, Brown merasakan sebuah kehadiran misterius tak terlihat dan mendengar suara yang mengatakan kepadanya jangan pernah kembali!Bagaimanakah orang zaman dahulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.

Ada juga yang mencurigai bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui.dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.

Kembali Ke Kebelakang 5000 Tahun Yang Telah LampauBenarkah demikian? Master Li Hongzhi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut, "Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental". Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang , sudah bersejarah puluhan juta tahun".

"Namun di banyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan ukiran indah, dan bukan dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut".

Dilihat dari sudut ini, misteri Piramida di dasar laut telah teratasi. Kami hanya melihat hasil dari peristiwa bumi terdahsyat yang mengakibatkan perubahan permukaan air laut meningkat naik dan banyak peradaban pesisir yang hilang. Para ilmuwan telah mengetahui lebih banyak tentang permukaan bulan kemudian mereka melakukan lagi tentang kedalaman samudera di bumi.
Mungkin kita harus mengikuti langkah James Cameron dan mulai mengajukan pertanyaan lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana bahkan mungkin harus mengeksplorasi diri kita sendiri.