Showing posts with label tekhnologi. Show all posts
Showing posts with label tekhnologi. Show all posts

Mengenal Kereta Hyperloop, Bagaimana Bisa Bergerak Setara Kecepatan Suara?


Bepergian tanpa macet dengan kecepatan tinggi sehingga bisa sampai tujuan dengan cepat menjadi impian banyak orang. Salah satu gagasan untuk mewujudkan impian itu adalah hyperloop, alat transportasi yang akan bergerak nyaris setara dengan kecepatan suara, menghubungkan Jakarta-Yogyakarta hanya dalam 25 menit.

Bagaimana sebenarnya konsep hypeloop yang diperkenalkan ke Indonesia oleh Bibop G Gresta, co-founder hyperloop Transportation Technologies, dua hari lalu itu? Bagaimana bisa menghubungkan Jakarta-Yogyakarta dalam waktu lebih singkat dari pesawat?

Konsep transportasi semacam hyperloop sebenarnya sudah digagas beberapa dekade lalu. Namun, gambaran gamblang hyperloop baru ada pada tahun 2012, diuraikan oleh Elon Musk, seorang visioner yang juga pendiri perusahaan teknologi antariksa SpaceX.

Musk menggagas hyperloop sebagai alat transportasi yang bergerak dalam sebuah tabung panjang. Penumpang diangkut dengan kapsul-kapsul yang masing-masing bermuatan 28 orang. Jalur hyperloop sendiri merupakan jalur layang, dibangun di atas pilar beton.

A translucent view of the parallel tubes, mounted on their pylons.
Tesla Motors.

The tubes would have either gull-wing or sliding doors, the document says. We don't know what optimistic version of humanity they're working with, but we've never met a group of 28 people who can load up a cabin in 20 minutes, let alone two minutes.
Tesla Motors

Empat rahasia

hyperloop tidak hanya menggunakan prinsip elektromagnet seperti kereta peluru maglev tetapi juga mengadopsi prinsip termodinamika dan dinamika fluida. Secara umum, ada 4 hal penting yang membuat hyperloop mampu bergerak cepat.
Pertama, hyperloop digerakkan oleh dua motor elektromagnetik. Dengan ini, hyperloop diharapkan bisa mencapai kecepatan hingga 1.200 km/jam. Sebagai gambaran, kecepatan pesawat kini sekitar 900 km/jam dan kecepatan kereta maglev 600 km/jam.

Kehebatan utama hyperloop terletak pada hal penting kedua, kipas angin raksasa dan kompresor. Dalam dokumen setebal 57 halaman yang dirilis tahun 2012, Musk mengungkapkan, dua alat itu berguna untuk melampaui Kantrowitz Limit, hukum gerak dalam tabung yang diungkapkan Arthur Kantrowitz, fisikawan Amerika Serikat.

Kantrowitz Limit menyatakan, saat sebuah benda bergerak dalam tabung semivakum, udara di bagian benda itu akan termampatkan. Pada akhirnya, udara itu yang justru menghambat kecepatan gerak benda. Ini persis seperti jarum suntik. Kipas angin raksasa dan kompresor membantu mengalirkan udara ke dalam kapsul dan sekitarnya.

Komponen penting ketiga adalah air bearing. Pada dasarnya, air bearing adalah bantalan sepanjang 1,5 meter yang digunakan untuk menciptakan udara bertekanan rendah. Air bearing akan membantu kapsul bergerak melayang, persis seperti interaksi magnet dengan kutub yang sama pada kereta cepat shinkansen

Bagaimana caranya? Kipas angin raksasa dan kompresor akan mengantarkan udara ke air bearing ini. Udara lantas diubah tekanannya menjadi lebih rendah. Dengan ini, udara membantu melayang sekaligus meminimalkan gesekan dengan tabung, memaksimalkan kecepatan.

Memang, udara sendiri menciptakan gesekan. Idealnya, hyperloop bergerak di ruang hampa udara agar kecepatannya maksimum. Namun menurut Musk, menciptakan ruang hampa sejauh ratusan kilometer itu tidak mungkin. Maka yang dipilih adalah menciptakan ruang dengan udara bertekanan rendah.

Hal penting keempat adalah jalur hyperloop. Musk mengungkapkan, hyperloop sebaiknya bergerak di jalur layang. Jalur itu dibangun di atas pilar mirip jembatan layang. Masing-masing pilar menampung satu tabung. Nantinya, satu sama lain akan dihubungkan.

Setiap pilar dirancang sedemikian sehingga bisa tahan terhadap goncangan gempa sekaligus bisa menahan beban yang bergerak cepat. Bagian atas tabung lintasan hyperloop sendiri dilengkapi panel surya yang membangkitkan energi hingga 57 MegaWatt per tahun. 

Dengan konsep Musk itu, hyperloop menjadi transportasi yang bukan hanya cepat tetapi juga relatif tak terganggu gempa dan cuaca. Tantangannya membangun membangun jalur yang sesuai standar sehingga benar-benar bisa tahan gempa.

Teknologi terbuka

Yang unik dari hyperloop, pengembangannya dilakukan secara terbuka. Dengan merilis gagasannya, Musk sekaligus mengajak siapa pun untuk mewujudkan teknologi itu menjadi nyata. Dan memang, hingga kini sudah ada beberapa perusahaan yang mengembangkan. 

Musk sendiri rencananya mengembangkan hyperloop di markas perusahaannya di Hawthorne. Selain mengembangkan, Musk lewat SpaceX juga menggelar kompetisi pengembangan hyperloop. Salah satu kompetisi telah digelar Januari lalu dan akan digelar lagi pertengahan tahun ini.

Selain Musk, perusahaan lain yang mengembangkan adalah hyperloop One. Saat ini, hyperloop One tengah melakukan konstruksi jalur hyperloop di Nevada. Jalur uji coba akan merentang sejauh 3 kilometer. hyperloop-nya nanti belum akan mengangkut manusia. Meski begitu, setidaknya gambaran nyata hyperloop bisa terlihat.

Bibop G Gresta lewat hyperloop Transportation Technology (HTT) sendiri punya rencana pengembangan di sejumlah wilayah. Selain di Indonesia, HTT juga melakukan feasibility study di Slovakia, melihat kemungkinan membangun jalur yang menghubungkan Vienna ke Bratislava.

Melihat fase pengembangannya saat ini, jangan dulu berharap hyperloop segera melayani rute Jakarta-Yogyakarta dalam 25 menit. namun, tak berarti pengembangan hyperloop bakal memakan waktu sangat lama. Dalam 5-10 tahun ke depan, proyek ini mungkin sudah terwujud.
Penulis: Yunanto Wiji Utomo
Editor: Yunanto Wiji Utomo

ASGARDIA, NEGARA BUATAN LUAR ANGKASA PERTAMA SEGERA DIBANGUN , PROJEK ILLUMINATI

Pemimpin proyek Asgardia, Igor Ashurbeyli, yang mendeklarasikan penciptaannya (Declaration of creation) negara itu pada 12 October 2016 silam mengatakan bahwa nantinya Asgardia akan menjadi negara kecil (Micronation) sendiri, yang berbasis di luar angkasa atau tepatnya di orbit rendah Bumi.
Asgardia mengklaim sebagai prototipe masyarakat yang bebas dan tidak terikat, yang menjunjung tinggi pengetahuan, kecerdasan, ilmu sebagai inti. Juga mengakui nilai luhur dari setiap manusia. Dan secara demonim, mereka akan menamakan penduduknya sebagai Asgardian.
Juru bicara proyek Asgardia, Timothy Wild menolak mengungkapkan berapa jumlah peneliti dan pakar yang terlibat dalam proyek ini, namun dia memastikan misi ini bukan main-main ataupun omong kosong belaka.
Direncanakan pula satelit pertama Argardia akan diluncurkan pada tahun 2017, dan pada masa depan akan mampu menampung hingga 150 juta manusia untuk tinggal dan bekerja di luar angkasa.
Menanggapi ambisi tersebut, pakar luar angkasa, Joanne Irene Gabrynowicz berpendapat, tidak mudah untuk Asgardia bakal diakui sebagai sebuah negara.
Dibawah hukum internasional, ada kriteria khusus untuk suatu entitas agar diakui sebagai sebuah bangsa. Yakni harus memiliki wilayah dan populasi, dan diakui sebagai bangsa oleh bangsa lain, dan menyatakan bahwa sebuah bangsa ada, itu tidak cukup.
Diketahui untuk konteks antariksa selama ini, ada yang menegaskan tidak boleh entitas negara mana pun yang bisa mengklaim sebuah wilayah di antariksa.
Profesor Sa’id Mosteshar, Director dari London Institute of Space Policy and Law juga ragu bahwa Asgardia akan diakui sebagai negara di bawah peraturan internasional.
Selain itu, mengingat Asgardia tidak akan memiliki wilayah yang dapat mengatur dirinya sendiri dan para “warganya” tetap ada di Bumi, maka kemungkinan ia akan diakui sebagai negara akan sangat kecil.
Perekrutan warga negara
Menurut Igor Ashurbeyli, ilmuwan asal Rusia yang pemimpin tim proyek Asgardia yang juga sekaligus sebagai pendirinya, orang-orang di Bumi sekarang sudah dapat mengajukan diri untuk dipilih sebagai salah satu dari 100.000 warga pertama melalui situs web resmi Asgardia, dari yang direncanakan totalnya akan sebesar 531.846 jiwa.



Pada saat konferensi pers di Paris pada 12 Oktober 2016 silam, jumlah orang yang mengajukan diri sebagai “warga negara Asgardia” telah mencapai lebih dari 84.000 orang.
Sementara itu, Asgardia sendiri untuk saat ini belum resmi menjadi sebuah negara. Tim proyek Asgardia mengatakan mereka membutuhkan setidaknya puluhan ribu “warga negara” sebelum mereka secara resmi diakui sebagai negara oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut situs web resmi Asgardia, tidak ada biaya yang dimintai setiap orang di Bumi yang ingin mengganti kewarganegaraannya menjadi warga negara Asgardia.
Sebagai sebuah entitas negara, Asgardia juga sedang mencari ide dan masukan untuk bendera, lambang negara sampai lagu kebangsaannya. Asgardia melayani seluruh umat manusia yang ingin terlepas dari kesejahteraan pribadi dan kemakmuran negara di mana mereka dilahirkan.
Melindungi Bumi Dari Asteroid Nakal
Banyak spekulasi dan konspirasi tentang misi pembuatan “negara di luar angkasa” tersebut. Salah satunya adalah sebagai indikator ancaman keamanan Bumi terhadap suatu benda antariksa yang akan menuju atau mendekati atau bisa jadi menghantam Bumi.
Ketua Komite Ilmu Antariksa UNESCO menyatakan, manusia yang ingin berpindah ke Asgardia, punya misi khusus yakni mendorong perdamaian dunia, dan melindungi Bumi dari asteroid ‘nakal’ serta puing-puing di luar angkasa.
Maka pembuatan Asgardia diusulkan sebagai negara yang berbasis di luar angkasa. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja baru untuk bagaimana kegiatan di ruang angkasa dapat diatur dan dimiliki, dan “memastikan bahwa masa depan damai dan dilakukan untuk kepentingan umat manusia.”
Proposal bangsa telah diumumkan pada Oktober 2016 silam oleh Igor Ashurbeyli , pendiri dari Pusat Penelitian Internasional Aerospace (Wina), dan Ketua UNESCO komite ilmu ruang angkasa. Dari beberapa sumber, organisasi ini meluncurkan satelit dengan payload yang sangat dirahasiakan dan diluncurkan tahun 2017.
Siapa pencetus ide ini?
Seperti yang dipublikasikan di semua media, bahwa inti dari pembuatan Asgardia adalah “Peace in Space” atau Perdamaian di Ruang Angkasa dan sebagai pencegahan dari akibat atau efek konflik-konflik di Bumi, maka akan dipindahkan ke ruang angkasa. Apakah benar untuk semua itu?
Namun, kita bisa berfikir bahwa bukan berarti akibat ancaman dari luar angkasa saja, tapi juga ancaman dari dalam Bumi seperti letusan super volcano atau bencana rangkaian letusan gunung-gunung api di dunia. Atau bahkan adanya rencana Perang Dunia III yang sudah di depan mata untuk beberapa waktu ke depan.
Pertanyaannya, siapa sebenarnya dibalik semua rencana ini? Mereka adalah para elit dari Illuminati, ya merekalah dibalik semua ini. Merekalah yang memiliki uang terbanyak walau hanya berjumlah 1% dari seluruh populasi dunia.
Mereka telah menguasai ekonomi, keuangan, tentara, senjata, kekuatan dalam banyak hal dan juga mengontrol organisasi-organisasi di PBB dan organisasi penting lainnya. Mereka telah mempersiapkan semua ini.
Lalu pastinya perekrutan warga negaranya juga tak serampangan. Pastinya keluarga dan para turunannya, sekutunya dan kolega mereka. Lalu, mereka akan terbang dari permukaan planet Bumi, dan mengangkasa mengelilinginya hingga permukaan Bumi kembali aman untuk ditinggali.
Agenda yang direncanakan akan rampung pada tahun 2030 ini adalah suatu rencana yang sangat teramat besar, mereka dan turunannya ingin berusaha bertahan hidup! Sementara manusia yang lainnya akan musnah.
http://www.keajaibandunia.web.id/6068/asgardia-negara-buatan-luar-angkasa-pertama-segera-dibangun.html

Misteri Proyek Pembuatan Candi Borobudur yang mengagumkan



Candi Borobudur adalah candi terbesar peninggalan Abad ke 9. Candi ini terlihat begitu impresif dan kokoh sehingga terkenal seantero dunia. Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Namun tahukah Anda bahwa seperti halnya pada bangunan purbakala yang lain, Candi Borobudur tak luput dari misteri mengenai cara pembuatannya? Misteri ini banyak melahirkan pendapat yang spekulatif hingga kontroversi. Dengan beberapa catatan dan referensi yang terbatas, saya coba menganalisis dan sedikit menguak tabir misteri pembuatan candi ini yang ternyata tidak perlu di-misteri-kan!…

Design Candi

Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupautama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa. Candi Borobudur didirikan di atas sebuah bukit atau deretan bukit-bukit kecil yang memanjang dengan arah Barat-Barat Daya dan Timur-Tenggara dengan ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 34.5 m diukur dari permukaan tanah datar di sekitarnya dengan puncak bukit yang rata.

Candi Borobudur merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi (Sampurno, 1966).

Candi Borobudur juga terlihat cukup kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 504 arca yang melengkapi candi.

Material Penyusun Candi

Inti tanah yang berfungsi sebagai tanah dasar atau tanah pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi 2, yaitu tanah urug dan tanah asli pembentuk bukit. Tanah urug adalah tanah yang sengaja dibuat untuk tujuan pembangunan Candi Borobudur, disesuaikan dengan bentuk bangunan candi. Menurut Sampurno Tanah ini ditambahkan di atas tanah asli sebagai pengisi dan pembentuk morfologi bangunan candi. Tanah urug ini sudah dibuat oleh pendiri Candi Borobudur, bukan merupakan hasil pekerjaan restorasi. Ketebalan tanah urug ini tidak seragam walaupun terletak pada lantai yang sama, yaitu antara 0,5-8,5 m.


Batuan penyusun Candi Borobudur berjenis andesit dengan porositas yang tinggi, kadar porinya sekitar 32%-46%, dan antara lubang pori satu dengan yang lain tidak berhubungan. Kuat tekannya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kuat tekan batuan sejenis. Dari hasil penelitian Sampurno (1969), diperoleh kuat tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan kuat tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2. Berat volume batuan antara 1,6-2 t/m3.

Misteri Cara Membangun Candi

Data mengenai candi ini baik dari sisi design, sejarah, dan falsafah bangunan begitu banyak tersedia. Banyak ahli sejarah dan bangunan purbakala menulis mengenai keistimewaan candi ini. Namun menyisakan misteri tentang bagaimana candi ini dibangun.

Hasil penelusuran data baik di buku maupun internet, tidak ada satupun yang sedikit mengungkapkan mengenai misteri cara pembangunan candi. Satu-satunya informasi adalah tulisan mengenai sosok Edward Leedskalnin yang aneh dan misterius. Dia mengatakan

“Saya telah menemukan rahasia-rahasia piramida dan bagaimana cara orang Mesir purba, Peru, Yucatan dan Asia (Candi Borobudur) mengangkat batu yang beratnya berton-ton hanya dengan peralatan yang primitif.”

Edward adalah orang yang membangun Coral Castle yang terkenal. Beberapa orang lalu memperkirakan bagaimana cara kerja dia untuk mengungkap misteri tentang pengetahuan dia bagaimana bangunan purba dibangun. Berikut pendapat beberapa orang dan ahli mengenai cara Edward membangun Coral Castle:
Ada yang mengatakan bahwa ia mungkin telah berhasil menemukan rahasia para arsitek masa purba yang membangun monumen seperti piramida dan Stonehenge.
Ada yang mengatakan mungkin Edward menggunakan semacam peralatan anti gravitasi untuk membangun Coral Castle.
David Hatcher Childress, penulis buku Anty Gravity and The World Grid, memiliki teori yang menarik. Menurutnya wilayah Florida Selatan yang menjadi lokasi Coral Castle memiliki diamagnetik kuat yang bisa membuat sebuah objek melayang. Apalagi wilayah Florida selatan masih dianggap sebagai bagian dari segitiga bermuda. David percaya bahwa Edward Leedskalnin menggunakan prinsip diamagnetik jaring bumi yang memampukannya mengangkat batu besar dengan menggunakan pusat massa. David juga merujuk pada buku catatan Edward yang ditemukan yang memang menunjukkan adanya skema-skema magnetik dan eksperimen listrik di dalamnya. Walaupun pernyataan David berbau sains, namun prinsip-prinsip esoterik masih terlihat jelas di dalamnya.
Penulis lain bernama Ray Stoner juga mendukung teori ini. Ia bahkan percaya kalau Edward memindahkan Coral Castle ke Homestead karena ia menyadari adanya kesalahan perhitungan matematika dalam penentuan lokasi Coral Castle. Jadi ia memindahkannya ke wilayah yang memiliki keuntungan dalam segi kekuatan magnetik.

Akhirnya didapat foto yang berhasil diambil pada waktu Edward mengerjakan Coral Castle menunjukkan bahwa ia menggunakan cara yang sama yang digunakan oleh para pekerja modern, yaitu menggunakan prinsip yang disebut block and tackle.

Beda Coral Castle beda pula Candi Borobudur. Coral Castle masih menungkinkan menggunakan Block dan Tackle. Untuk Candi Borobudur rasanya block dan tackle pun masih belum ada. Lalu bagaimana sebenarnya cara membuat Candi ini?. Misteri yang belum terungkap berdasarkan informasi di atas. Saya coba mulai berfikir ulang terlepas dari misteri dengan mencoba menganalisis data-data yang ada.

Ada beberapa aspek yang diperhatikan sebelum memperkirakan bagaimana candi ini dibangun, yaitu:
Bentuk bangunan. Candi ini berbentuk tapak persegi ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 42 m. Luas 15.129 m2.
Volume material utama. Material utama candi ini adalah batuan andesit berporositas tinggi dengan berat jenis 1,6-2,0 t/m3. Diperkirakan terdapat 55.000 m3 batu pembentuk candi atau sekitar 2 juta batuan dengan ukuran batuan berkisar 25 x 10 x 15 cm. Berat per potongan batu sekitar 7,5 – 10 kg.
Konstruksi bangunan. Candi Borobudur merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi.
Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk
Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur.
Candi Borobudur merupakan bangunan yang kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 505 arca yang melengkapi candi
Teknologi yang tersedia. Pada saat itu belum ada teknologi angkat dan pemindahan material berat yang memadai. Diperkirakan menggunakan metode mekanik sederhana.
Perkiraan jangka waktu pelaksanaan. Tidak ada informasi yang akurat. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa Candi Borobudur dibangun mulai 824 M – 847 M. Ada referensi lain yang menyebut bahwa candi dibangun dari 750 M hingga 842 M atau 92 tahun.
Pembangunan candi dilakukan bertahap. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar. Tahap kedua, pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar. Tahap ketiga, undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.Tahap keempat, ada perubahan kecil, yakni pembuatan relief perubahan pada tangga dan pembuatan lengkung di atas pintu.
Suatu hal yang unik, bahwa candi ini ternyata memiliki arsitektur dengan format menarik atau terstruktur secara matematika. setiap bagain kaki, badan dan kepala candi selalu memiliki perbandingan 4:6:9. Penempatan-penempatan stupanya juga memiliki makna tersendiri, ditambah lagi adanya bagian relief yang diperkirakan berkatian dengan astronomi menjadikan borobudur memang merupakan bukti sejarah yang menarik untuk di amati.
Jumlah stupa di tingkat Arupadhatu (stupa puncak tidak di hitung) adalah: 32, 24, 26 yang memiliki perbandingan yang teratur, yaitu 4:3:2, dan semuanya habis dibagi 8. Ukuran tinggi stupa di tiga tingkat tsb. Adalah: 1,9m; 1,8m; masing-masing bebeda 10 cm. Begitu juga diameter dari stupa-stupa tersebut, mempunyai ukuran tepat sama pula dengan tingginya : 1,9m; 1,8m; 1,7m.
Beberapa bilangan di borobudur, bila dijumlahkan angka-angkanya akan berakhir menjadi angka 1 kembali. Diduga bahwa itu memang dibuat demikian yang dapat ditafsirkan : angka 1 melambangkan ke-Esaan Sang Adhi Buddha. Jumlah tingkatan Borobudur adalah 10, angka-angka dalam 10 bila dijumlahkan hasilnya : 1 + 0 = 1. Jumlah stupa di Arupadhatu yang didalamnya ada patung-patungnya ada : 32 + 24 + 16 + 1 = 73, angka 73 bila dijumlahkan hasilnya: 10 dan seperti diatas 1 + 0 = 10. Jumlah patung-patung di Borobudur seluruhnya ada 505 buah. Bila angka-angka didalamnya dijumlahkan, hasilnya 5 + 0 + 5 = 10 dan juga seperti diatas 1 + 0 = 1.

Melihat data-data di atas, tentunya masih bersifat perkiraan, saya mencoba memberikan beberapa analisa yang mudah-mudahan dapat dikomentari sebagai usaha kita menguak misteri yang ada sebagai berikut:

1. Dari data yang ada disebutkan bahwa ukuran batu candi adalah sekitar 25 x 10 x 15 cm dengan berat jenis batu adalah 1,6 – 2 ton/m3, ini berarti berat per potongan batu hanya sekitar maksimum 7.5 kg (untuk berat jenis 2 t/m3). Potongan batu ternyata sangat ringan. Untuk batuan seberat itu, rasanya tidak perlu teknologi apapun. Masalah yang mungkin muncul adalah medan miring yang harus ditempuh. Medan miring secara fisika membuat beban seolah-olah menjadi lebih berat. Hal ini karena penguraian gaya menyebabkan ada beban horizontal sejajar kemiringan yang harus dipikul. Namun dengan melihat kenyataan bahwa berat per potongan batu adalah hanya 7.5 kg, rasanya masalah medan miring yang beundak-undak tidak perlu dipermasalahkan. Kesimpulannya adalahproses pengangkutan potongan batu dapat dilakukan dengan mudah dan tidak perlu teknologi apapun.

2. Sumber material batu diambil dari sungai sekitar candi. Hal ini berarti jarak antara quarry dan site sangat dekat. Walaupun jumlahnya mencapai 2.000.000 potongan, namun ringannya material tiap potong batu dan dekatnya jarak angkut, hal ini berartiproses pengangkutan pun dapat dilakukan dengan mudah tanpa perlu teknologi tertentu.

3. Candi dibangun dalam jangka waktu yang cukup lama. Ada yang mengatakan 23 tahun ada juga yang mengatakan 92 tahun. Jika berasumsi paling cepat 23 tahun. Mari kita berhitung soal produktifitas pemasangan batu. Jika persiapan lahan dan material awal adalah 2 tahun, maka masa pemasangan batu adalah 21 tahun atau 7665 hari. Terdapat 2 juta potong batu. Produktifitas pemasangan batu adalah 2000000/7665 = 261 batu/hari.Produktifitas ini rasanya sangat kecil. Tidak perlu cara apapun untuk menghasilkan produktifitas yang kecil tersebut. Apalagi menggunakan data durasi pelaksanaan yang lebih lama.

4. Lamanya proses pembuatan candi dapat disebabkan ada perubahan-perubahan design yang dilakukan selama pelaksanaannya. Hal ini mungkin dikeranakan adanya pergantian penguasa (raja) selama proses pembangunan candi.

5. Borobudur dilihat secara fisik begitu impresif. Memiliki 10 lantai dengan bentuk persegi dan lingkaran. Memiliki relief sepanjang dinding dan arca dalam jumlah yang banyak. Candi ini begitu memperhatikan falsafah yang terkandung dalam ukuran-ukurannya. Hal ini membuktikan bahwa Candi dibangun dengan konsep design yang cukup baik.


6. Candi Borobudur adalah Candi terbesar. Candi Borobudur juga terlihat kompleks dilihat dari design arsitekturalnya Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 504 arca yang melengkapi candi. Ini jelas bukan pekerjaan design dan pelaksanaan yang gampang. Kesimpulannya candi Borobudur yang bernilai dari sisi design baik teknik sipil maupun seni arsitektur membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang dari aspek design maupun cara pelaksanaannya. Saya berkesimpulan Candi ini dibangun dengan manajemen proyek yang sudah cukup baik.


Kesimpulan-kesimpulan di atas akhirnya membawa saya pada suatu kesimpulan umum bahwa Candi Borobudur berbeda dengan bangunan pubakala lainnya yang dipenuhi misteri dan mistis. Candi ini lebih dapat dijelaskan dengan konsep fisika sederhana. Cara membangun candi ini bukanlah suatu hal yang dianggap misteri apalagi mistis.

Candi ini lebih bernilai dan terkenal bukan pada misteri-misteri yang berserakan, tapi candi ini memiliki nilai design Aristektur dan Teknik Sipil serta kemampuan Manajemen Proyek yang tinggi yang menunjukkan kemajuan pemikiran para pendahulu bangsa kita. Kita patut bangga!!!




Candi Borobudur menyimpan banyak pertanyaan yang belum terjawab hingga kini. Banyak yang berspekulasi hingga menganggapnya sebagai suatu misteri hingga masuk ke wilayah mistis. Bangsa kita memang suka dengan hal-hal yang berbau misteri yang mistis. Penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan justru mengarah pada suatu temuan bahwa Candi kebanggaan kita dibangun dengan cara yang pintar. Jauh dari unsur mistis. Tulisan demi tulisan akan menguak tabir misteri cara membangun candi ini.

Candi Borobudur memiliki design arsitektur yang menawan. Batu yang terpasang pada candi, dalam jumlah cukup besar berupa relief dan arca yang menghiasi hampir seluruh permukaan candi. Hal ini berarti candi borobudur sebenarnya adalah bukan bangunan yang secara metode pelaksanaannya sulit, tapi bisa dikatakan sebagai bangunan seni dan arsitektur yang terbesar. Mungkin karena alasan arsitektur dan seni inilah yang membuat pelaksanaan candi berjalan dalam waktu yang lama, jadi bukan karena kesulitan mengangkat batu.
Candi Borobudur merupakan proyek yang terbesar di jamannya dan merupakan candi terbesar di dunia. Memiliki design menawan namun rumit karena kaya akan karya seni dan arsitektur. Hal tersebut berarti proyek Candi Borobudur merupakan proyek dengan kompleksitas yang tinggi. Diperlukan manajemen proyek yang baik agar pembangunan candi ini dapat berjalan dengan baik.

Tulisan sebelumnya cukup meyakinkan kita bahwa para pendahulu bangsa ini sudah maju dengan dibuktikan dengan candi Borobudur yang dirancang dan dibangun dengan tasteyang tinggi dan cara yang pintar. Kita sudah tak perlu berspekulasi lebih jauh mengenai pendapat Edward Leedskalnin dan pendapat para ahli lainnya yang menurut saya berasumsi terlalu jauh tanpa melihat fakta yang ada.

Sekarang mari kita lihat kelebihan candi ini dari sisi yang lain. Pernahkan Anda berfikir bagaimana potongan batu yang berukuran kecil dan ringan tersebut dapat mampu membentuk struktur candi yang kuat dan cukup stabil serta cukup awet hingga sekarang padahal diketahui bahwa antar potongan batu yang ditumpuk tersebut tidak menggunakan bahan perekat?



Susunan batu candi Borobudur

Konstruksi Awal Candi


Sudah kita ketahui bahwa candi borobudur mempunyai desain arsitektural yang luar biasa. Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk dan struktur bangunan, bentuk dan jumlah relief, pengaturan jumlah tingkat, jumlah stupa dan falsafah yang terkandung di dalamnya. Konstruksi awal dari Candi Borobudur merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi. Inti tanah yang merupakan pondasi candi, merupakan tanah asli bukit dan tanah urugan sebagian pada pembentukan pola berundaknya.



Pada penelitian yang sudah dilakukan, kita ketahui properties dari batuan yang digunakan pada konstruksi candi Borobudur yaitu :
berjenis andesit.
Kadar porinya sekitar 32%-46% atau berporositas tinggi.
Antara lubang pori satu dengan yang lain tidak berhubungan.
Kuat tekannya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kuat tekan batuan sejenis.
Kuat tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan kuat tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2.
Berat volume batuan antara 1,6-2 t/m3.

Kesimpulan atas properties batuan pembentuk candi Borobudur adalah batuan tersebut berpori banyak, ringan, kekuatan tidak tinggi. Kita lalu bertanya kenapa jenis batuan ini yang digunakan sebagai konstruksi candi? Mari kita lihat penjelasannya.

Batuan digunakan sebagai pembentuk candi dan sebagai media relief dan arca candi. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagaimana tumpukan batu yang tanpa disemen atau diplester tidak lepas? Jawaban dari tetap menyatunya tumpukan batu tersebut adalah pada pola penyusunanya. Disinilah keunggulan dari konstruksi awal candi yang membuatnya tetap bertahan ribuan tahun. Para pendahulu kita telah merancang pola tumpukan batu sedemikian rupa dengan teknik penguncian. Batu-batu dibentuk agar dapat terkunci satu sama lain.

Sehingga terjawab lagi pertanyaan-pertanyaan tadi. Ternyata batuan andesit dengan properties yang telah diberikan merupakan batuan yang paling tepat untuk digunakan sebagai material pembentuk candi Borobudur. Kita kaji properties batuan dengan tuntutan designnya sebagai berikut:
Batuan memiliki berat jenis 1,6 – 2,0 ton / m3. Ini berarti batuan yang ringan. Kenapa dipilih yang ringan karena jumlah batuan banyak (2 juta potong batu) yang diangkat dan dipasang pada medan yang berbukit. Batuan yang ringan akan menyelesaikan masalah kesulitan pengangkutan atau transportasi dan kemudahan pemasangan. Batuan yang ringan juga berarti secara keseluruhan berat candi juga akan ringan. Ringannya konstruksi candi sangat membantu dalam mengatasi risiko kegagalan konstruksi candi terutama dalam hal geser tanah pendukung.
Batuan memiliki kadar pori 32% – 46%. Batuan bisa dikatakan memiliki tingkat porositas tinggi. Kenapa harus yang memiki porositas tinggi, bisa jadi (dalam pendapat saya) adalah untuk memudahkan dalam membentuk ukuran batu, membuat batuan yang berfungsi sebagai pengunci antar batuan, membuat relief yang jumlahnya sangat banyak, serta untuk memudahkan dalam membuat arca.

Batuan memiliki kuat tekan 111 kg/cm2 hingga 281 kg/cm2 atau jika dirata-rata sekitar 196 kg/cm2. Tergolong batuan dengan kuat tekan yang rendah. Hal tersebut mungkin dimaksudkan juga untuk memudahkan pelaksanaan dalam membuat potongan batu, pengunci, relief dan arca. Kita ketahui bahwa untuk membentuk batuan menjadi relief misalnya, batuan tersebut haruslah mudah untuk dibentuk. Tingkat kekerasan batuan akan menjadi pertimbangan. Umumnya kuat tekan yang tinggi memiliki properties lain yang tinggi pula. Dengan kuat tekan batuan candi yang tergolong rendah berarti tingkat kekerasan permukaan batuan pun cukup untuk dibentuk dengan alat kerja yang ada pada saat itu.
Lubang pori yang satu dengan yang lain yang tidak terhubung. Bisa jadi ini menjadi kriteria untuk membuat atau membentuk batuan, relief, dan arca agar tidak mudah pecah atau patah. Terhubungnya lubang pori tentu akan membentu perlemahan pada batuan yang apabila diberikan tekanan tertentu akan mudah pecah dan patah.

Dari segi memilih material konstruksi candi, ternyata telah dipilih batuan yang paling tepat secara design dan pelaksanaaan serta pemeliharaan candi. Lagi-lagi ini menjadi bukti bahwa pembuat candi adalah orang-orang pintar yang dengan cerdik mampu menyelesaikan masalah proyek dengan jitu.

Dari sudut pandang Manajemen Proyek, kemampuan untuk menentukan material utama yang tepat dari aspek design dan pelaksanaan berarti paham mengenai dasar-dasar manajemen procurement yang baik disamping manajemen risiko karena mampu untuk mengidentifikasi dan membuat respon risiko yang tepat atas kegagalan konstruksi. Semoga kita banyak belajar dari ilmu pengetahuan yang terpendam dari candi kebanggaan bangsa kita ini.

sumber:http://manajemenproyekindonesia.com/

Mengenal Kehebatan Jung Java, Kapal Penguasa Perdagangan Dunia yang Dilupakan Indonesia

Sebuah ungkapan yang berbunyi: “nenek moyangku seorang pelaut.” bukanlah isapan jempol belaka. Orang Indonesia di masa lalu adalah seorang pelaut yang andal terutama untuk perdagangan dan juga perang. Bahkan jauh sebelum kapal dagang Eropa datang ke Indonesia, negeri ini sudah menguasai jalur perdagangan rempah dan melakukan transaksi hingga ke Tanjung Harapan yang letaknya sangat jauh dari Indonesia.
Mereka menaiki kapal dagang besar yang memiliki desain sangat hebat. Kapal yang memiliki sebutan Jung Jawa ini berhasil membawa bangsa ini menjadi pedagang yang hebat sehingga dicatat oleh beberapa penulis di dunia sebagai kapal yang mengagumkan. Sayangnya, sejak kolonialisasi masuk negeri ini, keberadaan Jung Jawa langsung hilang ditelan bumi.
Mari sejenak mengenang kehebatan Jung Jawa yang merupakan penguasa perdagangan rempah di masa lalu.

Teknologi Hebat Sebelum Tiongkok Mampu Membuatnya

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau Tiongkok adalah bangsa yang sudah mendalami pembuatan kapal layar di masa lalu. Bahkan 5 abad sebelum orang di Nusantara membuatnya, negeri tirai bambu itu sudah memiliki banyak sekali jenis kapal untuk perang atau perdagangan. Meski kalah jauh dari Tiongkok, bangsa Indonesia di masa lalu justru membuat kapal yang jauh lebih modern.

Jika dibandingkan dengan kapal milik Tiongkok, kapal modern Jung Jawa memiliki banyak kelebihan. Kapal ini jauh lebih berat, lebih besar, sistem navigasi lebih baik dan mampu digunakan untuk pelayaran jauh. Bahkan menurut pelaut dari Eropa, Jung Jawa sudah sampai Tanjung Harapan terlebih dahulu ketimbang mereka yang akhirnya menguasai hampir semua lautan di dunia.

Mengendalikan Perdagangan Rempah Dunia

Pelaut kawasan Indonesia dan Asia Tenggara sudah banyak menggunakan Jung Jawa di Abad ke-16. Hal ini bisa terlihat dari laporan bangsa Portugis yang mulai memasuki Indonesia untuk mendapatkan komoditas rempah unggulan yang harganya bisa melebihi harga dari emas di kawasan Eropa.

Saat Portugis memasuki Indonesia, kapal dagangan itu telah menguasai banyak wilayah. Bahkan komoditas di kawasan Maluku, Malaka, Jawa, dan sekitarnya sudah diperdagangkan ke banyak wilayah di dunia. Bahkan banyak dari pelaut negeri ini yang akhirnya menetap di negara yang mereka datangi seperti Madagaskar yang terletak jauh di selatan Afrika atau dekat dengan Tanjung Harapan.

Jung Jawa Sudah Ada Sejak Abad ke-8


Kapal Jung Jawa mulai dibuat dan menguasai banyak sektor perdagangan di Indonesia sejak abad ke-8 Masehi. Sebelumnya, bangsa ini menggunakan kapal Borobudur yang reliefnya terlihat di candi terbesar di Indonesia itu. Bukti yang terlihat di candi Borobudur menunjukkan bahwa bangsa ini mampu membuat kapal dengan baik di masa lalu. Bahkan saat teknologi masih belum canggih, eksistensi kapal di Indonesia sudah semakin banyak.

Jung Jawa adalah salah satu bukti kehebatan Indonesia. Tanpa adanya kapal ini, perdagangan dan hubungan politik dengan negara lain tidak akan bisa terjadi. Itulah mengapa, kapal Jung Jawa di masa lalu selalu menjadi andalan banyak pihak. Bahkan kerajaan di Nusantara pasti memilikinya barang cuma 1-2 buah saja.

Jung Jawa yang Hilang dari Sejarah


Seiring berkembangnya waktu, keberadaan kapal Jung Jawa semakin habis, bahkan tidak dibuat lagi. Faktor utama yang menyebabkan kenapa Jung Jawa tidak diproduksi lagi adalah masuknya penjajah ke negeri ini. Saat Belanda menguasai Indonesia tentu semua galangan kapal dikuasai dan digunakan untuk kepentingan perdagangan mereka sendiri.


Praktis sejak abad ke-17 keberadaan Kapal Jung Jawa hanya tinggal sisanya saja. Belanda membuat negeri ini mengalami kemunduran di segala sektor termasuk perkapalan dan juga perdagangan. Sektor penting itu dikuasai secara mutlak sehingga bangsa ini hanya mampu mengelus dada hingga akhirnya kemerdekaan tiba di tahun 1945.
Demikianlah ulasan singkat tentang kapal Jung Jawa yang sempat menjadi penguasa perdagangan dunia. Semoga di era modern, kemaritiman Indonesia bisa kembali ditingkatkan agar kembali menjadi penguasa lautan.



YOUTUBER Indonesia Raih Penghargaan Tombol Perak Dari Pihak youtube

Membuat konten video di YouTube aliasYouTuber mulai dipandang sebagai status pekerjaan. Variabel penentunya adalah jumlah massa yang mengikuti unggahan sangYouTuber atau kerap disebut subscriber.

Semakin banyak subscriber, semakin besar pula kesempatan YouTubermemonetisasi akunnya. Bisa dari iklan di YouTube, bisa juga lewat kerja sama langsung dengan para pemegang merek.

YouTube sebagai platform memotivasi para YouTuber untuk terus berkarya dan menambah subscriber. Salah satunya dengan memberikan penghargaan "Silver Play Button" atau penghargaan berupa tombol "Play" perak, bagi mereka yang berhasil meraup 100.000 subscribers.

Sesuai namanya, bentuk fisik "Silver Play Button" adalah piagam bergambar ikon play YouTube yang terbuat dari perak murni. Piagam itu dilindungi bingkai kaca.

Level berikutnya, YouTuber bakal mendapat penghargaan "Gold Play Button" jika mampu menembus satu juta subscribers. Paling terakhir ada "Diamond Play Button" untuk YouTuber dengan jumlah subscriber mencapai sepuluh juta.

"Penghargaannya benar-benar dari perak asli, emas asli, dan berlian juga asli," kata YouTube Partnership Lead South East Asia, Niken Sasmaya, Kamis (8/9/2016), pada acara pembukaan "YouTube Space Jakarta" di Bintaro Permai, Jakarta Selatan.

Hingga tahun ini, sudah ada 106 YouTuber Indonesia yang punyasubscriber lebih dari 100.000. Angka itu naik hampir tiga kali lipat dari 40 kreator pada 2015 lalu.

Empat YouTubers lokal yang paling terakhir mencapai 100.000subscribers adalah Kastari Sentra, Cindercella, AutonetMagz, dan PokoPow. Keempatnya menyuguhkan konten dari lintas kategori, mulai otomotif hingga kecantikan.

Cindercella mengaku bangga sekaligus termotivasi untuk membuat konten yang lebih banyak dan berkualitas. Meski fokus pada konten kecantikan, perempuan berambut blonde tersebut berencana memberi bumbu pada akun YouTube-nya.

"Mau lebih banyak kolaborasi sama teman-teman YouTubers dan bikin video kegiatan sehari-hari tapi yang menginspirasi," ia menuturkan pada kesempatan yang sama.
Penulis:Fatimah Kartini Bohang

kompas.com

INILAH PESAWAT DAN HELI BUATAN INDONESIA YANG BIKIN ASING KEPINCUT




PORTAL NEWS - Pesawat CN-295 merupakan produk hasil joint-venture antara PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan PT Airbus Military. Dari kerja sama tersebut, PT DI mendapatkan lisensi penuh untuk membuat atau merakit rangka pesawat itu di Indonesia.


CN-295 merupakan jenis pesawat angkut kelas menengah, dan lebih banyak digunakan untuk kepentingan militer. Pesawat ini dilengkapi mesin PW127G turboprop dan pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 1998.

Secara umum, pesawat ini yang dihargai USD 28 juta ini mampu membawa 71 pasukan atau benda seberat 9.250 kg. Kapasitas itu mampu dipenuhi CN-295 karena memiliki panjang 24,50 meter dan tinggi 8,60 meter, ditambah lebar sayap sepanjang 25,81 meter.

Secara performa, CN-295 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 576 km per jam atau 311 knot, dan menempuh jarak maksimal 1.300 km dengan muatan penuh, atau 3.000 kg tanpa muatan.

Eurocopter EC-725 SuperCougar merupakan salah satu heli yang dibuat PT DI untuk keperluan pengangkutan udara di tanah air. Heli ini bisa menampung 29 orang. Sedangkan jarak tempuh yang dicapai 723 mil dan ketahanan terbang 6,5 jam.

Selain itu, heli buatan Airbus Helicopters di Marignane, Prancis ini berukuran panjang 19,5 meter dan tinggi 4,6 meter. Selain itu, kemampuan terbang dengan ketinggian 6.095 meter atau 19.997 kaki.

Sementara kecepatan heli ini mencapai 285 km/jam, 177 mph atau 154 knot. Mesin yang dipakai 2 Turbomeca Makila 2A1.

Airbus sendiri telah memberikan lisensi kepada PT Dirgantara Indonesia untuk merakit heli tersebut di dalam negeri. Sedangkan AW-101 sendiri masih dalam tahap pemesanan, direncanakan Indonesia memiliki lebih dari satu jenis heli ini.


Dikutip dari aircraftcompare.com, Helikopter NAS 332 disebut memiliki ketangguhan dan manuver yang memadai dengan heli-heli lain, dengan bobot 4.627 kilogram dalam keadaan kosong. Kemudian bobot lepas landas maksimum mencapai 8.600 kilogram.

Helikopter tersebut bisa mengangkut kru maksimal dua orang. Lalu bisa membawa 18 hingga 24 orang penumpang tergantung pengaturan ruang kabin.

Helikopter tersebut dibekali mesin 2 Turbomeca Makila 1A1 motor turbin, 1.357 kW. Kecepatan maksimum helikopter itu bisa mencapai 278 kilometer per jam atau 172 mph.

Pesawat itu bisa mencapai ketinggian terbang sampai 7.200 meter, kemudian bisa terbang hingga jarak 831 kilometer atau 449 nauctical miles.



Di Australia Mati Lampu Setengah Hari, Gratis Listrik Sebulan



Pelayanan umum di sebuah negara seperti gas, listrik dan air sering kali dilihat sebagai salah satu indikator keberhasilan perekonomian. Adeltus Lolok yang pernah mengenyam pendidikan S2 di Adelaide (Australia Selatan) menceritakan salah satu pengalaman pribadi berkenaan dengan hal ini. Adeltus yang kini jadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Keuangan di Jakarta, menuliskan pengalamannya tentang pelayanan umum itu di Radio Australia.

PAGI itu, seperti biasa saya sedang membantu istri mempersiapkan anak saya yang akan berangkat ke sekolah. Jemputan gratis dari sekolah yang berjarak hanya 1,7 km dari rumah kami akan datang beberapa menit lagi. Tiba-tiba terdengar ketukan yang cukup tegas di pintu depan.
 
Saat membuka pintu, di depan saya berdiri seorang pria setengah baya yang dengan hormat menyapa, “Selamat pagi pak. Kami mohon maaf sekali. Ada sedikit masalah dengan saluran air ke kompleks ini.”
 
Rumah kami memang terletak di sebuah kompleks kecil dengan 7 rumah lainnya dengan hanya satu gerbang sebagai pintu keluar masuk.  “Okay…lalu bagaimana..,” saya masih bingung untuk menanggapinya. Kalau ada masalah dengan air, lha kan tinggal dikerjain. Kenapa mesti memberitahu saya, pikirku.
 
“Iya pak, mohon maaf karena kami akan memutus air kira-kira setengah hari. Kami juga akan menggali lubang cukup besar di gerbang sehingga Anda mungkin akan kesulitan mengeluarkan mobil. Bapak silahkan parkir mobilnya di luar saja supaya lebih mudah jika ingin bepergian,” jelas si petugas PAM.
 
Saya mulai kagum dan sedikit terpana. Kok sampai seperti itu dipikirkan ya.
 
Belum sempat saya menjawab, ia menyambung lagi, “Sepertinya Anda sedang repot. Saya bisa bantu memarkirkan mobil jika Anda mau.”
 
“Oh, terima kasih. Saya akan parkir sendiri.” Saya pun bergegas ke garasi yang digunakan bersama oleh ke-delapan rumah di kompleks tersebut. Si petugas PAM tadi lalu mengetuk pintu rumah berikutnya. Sayup-sayup saya mendengar percakapan yang sama.
 
Saat saya mengeluarkan mobil ke jalan raya, sejumlah petugas PAM beserta kendaraan dan peralatan khusus sudah siap bekerja. Mereka menyapa dengan ramah dan  membantu menghalangi kendaraan lain supaya saya bisa memarkir mobil saya di sisi jalan raya yang mulai ramai.
 
Karena sudah diberitahu akan ada pemutusan aliran air, kami segera mengisi wadah-wadah yang ada sebanyak mungkin. “Hebat ya, Pak. Mau mutusin air setengah hari aja pakai lapor dulu ke warga. Biasanya mah, main putus aja berhari-hari tanpa informasi,” kata istri saya yang rupanya juga terkesan dengan apa yang terjadi.
 
“Lha, yang biasanya itu, dimana…,” candaku sambil mengantar anak ke mobil jemputan yang sudah menunggu.
 
Setengah harian itu, air memang mati. Sebelum jam sebelas, air sudah jalan kembali. Iseng-iseng saya cek keluar, para petugas PAM sudah tidak ada. Bekas galian mereka pun sudah kembali rapi. Mereka sepertinya berusaha juga menanam kembali rumput-rumput yang tadinya tercabut. Ketika saya menceritakan kisah itu ke teman-teman yang lain, mereka tersenyum mahfum. 
 
“Ya, maklum mas baru datang sih jadi masih heran. Kalau di sini mah, urusan pelayanan umum kayak air, listrik, kendaraan umum, pendidikan...itu gak boleh ada cacat. Pemerintah Australia selalu merasa malu jika tidak bisa melayani warganya dengan baik,” kata Joko, si ahli akuntansi dari Kementerian Keuangan yang sedang kuliah di University of Adelaide.
 
“Lha, kemarin saja bis terlambat 15 menit dari biasanya, semua penumpang digratiskan,” timpal Amelia, si kutu buku asal Bandung yang kuliah di kampus yang sama. “Tuh, lihat si oma naik kursi roda, santai aja menyeberang karena memang jalan disiapkan juga untuk orang cacat sekalipun.”
 
Menomorsatukan Warga
 
Sejumlah kisah pun bermunculan, bagaimana pemerintah Australia selalu menomorsatukan warga dalam segala hal.
 
“Pokoknya kalo di sini mas, jangan sampai ada makhluk yang namanya manusia yang gak sekolah atau gak bisa ke rumah sakit. Semua difasilitasi. Kalau anak sudah 5 tahun, harus segera didaftar ke sekolah. Kalo gak, orang tuanya bakal kena sanksi,” timpal Sari, ibu dosen asal Aceh sedang kuliah doktoral di Flinders University.
 
“He-eh, biayanya pun murah ya. Bayangin, anak saya sekolah SD hanya bayar Rp1,5 juta setahun! Gak beli apa-apa lagi. Cuma beli tas doang. Buku-buku semua dari sekolah,” kataku takjub.
 
“Nah, itulah mas contoh pemerintah yang mengelola negaranya dengan baik. Pajak ditinggikan, tapi hasilnya memang dirasakan oleh rakyat. Infrastruktur dibuat, layanan dibagusin untuk rakyat juga. Jadi pemerintah itu ya benar-benar melayani, menyediakan, bukan sekedar ngatur,” jelas Aji yang berprofesi sebagai dosen di Surabaya.
 
Rasanya pembicaraan siang itu berisi sekali dan banyak memperkaya pandangan  saya tentang pemerintahan yang baik (good governance) yang selama ini banyak menjadi bualan di seminar-seminar. Pikiran saya pun terbang ke tengah lautan dimana sejumlah besar orang rela mempertaruhkan nyawa, menempuh lautan ribuan kilo dengan perahu reyot demi mencapai Australia. Tak heran bila negeri ini selalu berada dalam daftar 10 besar negara paling nyaman di dunia.
 
Bulan lalu saya kembali terngiang dengan peristiwa di atas. Pasalnya, salah seorang teman yang mungkin juga tak kalah kaget (atau kagum) mengunggah gambar cek senilai $90 (sekitar Rp900 ribuan) di facebook.

Rupanya cek tersebut pembelian dari perusahaan operator listrik (PLN) Australia. Ia pun berkisah tentang sebuah pohon yang tumbang di depan rumah mereka sehingga aliran listrik di kawasan tersebut terganggu. Perusahaan listrik segera datang dan membereskan masalah tersebut. Listrik hanya mati sekitar setengah harian, lalu kembali normal.

Beberapa hari kemudian, semua rumah yang terkena pemadaman karena pohon tumbang tersebut mendapat kompensasi alias ganti rugi atas kejadian tersebut. Cek senilai $90 kurang lebih sama dengan pembayaran listrik selama sebulan untuk rumah ukuran sedang di Australia. Jadi, gara-gara listrik mati setengah hari, rakyat dibebaskan bayar listrik sebulan! Gimana kalau listriknya byar-pet atau mati berhari-hari ya?

Kisah ini tentu saja bukan soal listrik dan air. Tetapi tentang bagaimana menjadi pemerintah yang berwibawa tanpa melupakan kewajiban sebagai penyedia layanan berkualitas bagi masyarakat. ( Kompas.com )