Indonesia Menuju Macan Asia, Kapal Perang Buatan Indonesia Dilirik Negara ASEAN dan Timur Tengah

 



PORTAL NEWS - SURABAYA, Kapal Perang produksi dari PT PAL Indonesia (Persero) mulai dilirik negara-negara ASEAN dan Timur Tengah. Saat ini, PT PAL Indonesia sudah mengekspor kapal perang Strategic Sealtif Vessel (SSV) satu unit pesanan militer Filipina. Sedangkan satunya akan dikirim pada 13 Mei 2017.

"Beberapa negara di kawasan (ASEAN) ini maupun dari Timur Tengah cukup berminat. Bahkan ada yang mengirim utusan ke PT PAL untuk menjajaki pembicaraan dengan kami," ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah Arifin usai acara pelepasan secara simbolis kapal perang SSV pesanan militer Filipina di dok PT PAL, Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (8/5/2016).

Kapal perang SSV merupakan pengembangan dari kapal pengangkut jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, kecepatan maksimal 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari.

Kapal ini bisa mengangkut 500 pasakan, juga bisa membawa tank. Kapal ini di dalamnya juga terdapat 2 kapal utility, yang masing-masing bisa mengangkut 1 truk atau satu pasukan. Juga terdapat landasan helikopter.

Selain untuk mendukung operasi militer, kapal SSV juga bisa digunakan kegiatan operasi di luar militer. Bahkan, kapal yang digunakan TNI AL ini juga ikut terlibat dalam SAR pencarian korban pesawat AirAsia lalu.

"Kapal ini bukan hanya untuk operasi militer saja, tapi juga di luar operasi militer, sehingga banyak negara yang tertarik," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AL (KASAL) Laksamana Ade Supandi yang juga Komisaris Utama PT PAL menyampaikan, di masa lalu ada beberapa kurang efektif di manajerial produksi. Dengan adanya pemesanan dua unit kapal SSV dari pemerintah Filipina, diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri kapal Indonesia.

"Bagaimana pun juga ini kapal perdana yang diekspor oleh kita dengan ukuran cukup besar di atas 120 meter. Dan ini sebagai usaha kita perbaikan di PT PAL untuk meningkatkan kualitas produksinya," katanya.

Ade mengingatkan kepada jajaran direksi PT PAL, untuk menyelesaikan pesanan kapal dari pemerintah Filipina sesuai jadwal.

"Sebelumnya kan suka molor. Ini nggak boleh lagi. Kalau dua tahun ya harus tepat waktu dua tahun. Kalau sudah sesuai target, nanti bisa menjadi trust bagi negara lain yang akan memesan," tandasnya. (detik.com)

BACA JUGA : Jokowi Sang Macan Asia Versi Baru Ala Denny Siregar





No comments:
Write komentar