Showing posts with label misteri. Show all posts
Showing posts with label misteri. Show all posts

Misteri Hilangnya Bayi Zeva, Sedih dan Penasaran Warga Akhirnya Keringkan Sungai, Hasilnya . . .

 

BANJARNEGARA - Berbagai upaya dilakukan warga dan relawan untuk mencari keberadaan Zeva, bayi dari pasangan Merlin dan Sarwidi, warga desa Danaraja, Purwanegara.

Jumat sore (19/5), ratusan warga dan relawan melakukan pencarian bayi di sekitar jembatan Pulasari, dusun Pulasari.

Pencarian di tempat itu berdasarkan spekulasi.

Sebelum geger ada berita bayi hilang, warga dusun Pulasari sempat melihat seorang perempuan menggendong bayi ke arah jembatan Pulasari, Jumat siang (19/5).

Anehnya, sekembali dari tempat itu, perempuan itu tidak lagi menggendong bayi, melainkan hanya membawa selimut bayi yang dilipat.

"Hasilnya nihil, bayi tidak ditemukan di tempat tersebut,"kata Sutarko, Kepala Desa Danaraja, Purwanegara, Sabtu (20/5/2017).

Proses pencarian di saluran irigasi dilakukan sampai menjelang Subuh oleh warga dan relawan.
Kedalaman air sungai sekitar setengah meter. Arus sungai mengalir cukup deras.

Untuk mempermudah pencarian, warga sempat mengeringkan air sungai dengan cara menutup pintu air utama.

Warga melakukan penyisiran sungai hingga sejauh 3 kilometer. Upaya itu tak berbuah hasil.

Warga hari ini, Sabtu (20/5), menghentikan proses pencarian untuk sementara.

Polsek Purwanegara masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Merlin, ibu bayi yang hilang ikut diperiksa penyidik untuk mengungkap perkara itu. Ia sering menangis setelah kejadian nahas menimpa anaknya.

Tarko mengatakan, menurut keterangan keluarga bayi, Merlin dalam keadaan tak sadar saat membawa bayinya pergi.

Ia baru tersadar saat bayinya sudah tidak ada dalam gendongan.

"Katanya seperti dihipnotis. Dia baru sadar ketika bayinya sudah tidak ada,"ujarnya.

Foto Horor Perempuan di Kereta Kencana Pendopo Ini Menghebohkan, Tangannya Ada Tiga...

 

Foto wanita bertangan tiga sedang duduk di kereta kencana Pendopo Cianjur Jawa Barat menjadi perbincangan heboh. Foto horor itu pertama kali diunggah di grup Facebook Reinhard Driple.

Dalam foto itu terlihat wanita bertangan tiga duduk di Kereta Kencana Badak Putih di Pendopo Cianjur. Wanita tersebut diketahui bernama Bu Teti.

Guru SD Karangtengah tersebut mengenakan busana serba merah. Tak ada yang salah dengan pakaian Bu Teti. Namun, sorotan netizen tertuju pada tangan kiri Bu Teti.

Bu Teti yang mengenakan kerudung merah, celana merah dan kemeja batik dengan motif merah bercampur hijau itu terlihat memiliki dua tangan kiri. Tangan kiri yang satu diletakkan di dagunya sendiri. Sedangkan tangan kiri satunya lagi bersusun dengan tangan kakanannya yang diletakkan di paha sebelah kanan.

”Heboh penampakan bertangan 3 di Guru SD Karangtengah Ketika acara FS2N TK Kabupaten di Pendopo kemaren NO EDITAN. ASLI,” tulis Reinhard, pria yang mengambil foto Bu Teti kala itu.

Sontak, postingan yang diunggah kemarin pagi itu langsung dibanjiri komentar dan reaksi dari pengguna Facebook. Tak sedikit yang menilai bahwa foto itu hasil editan dan hoax.



Namun Reinhard yang bersikukuh bahwa foto wanita bertangan tiga itu bukan editan. Ia meladeni setiap pertanyaan dari anggota grup Facebook yang meragukan foto tersebut.

”Tanpa editan itu mah kejadiannya pas lomba kabupaten kemaren di pendopo,” papar Reinhard lagi.

Tak hanya tangan kiri, kaki kanan Bu Teti juga menjadi sorotan. Kaki kiri Bu Teti tampak kecil dan pendek. Jari-jarinya kakinya juga hanya terlihat dua dan cukup panjang.

Foto horor itu tak luput dari perhatian Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Teguh Agung. Namun Tegung meragukan foto tersebut. Ia menduga foto itu hoax alias hasil editan.

“Kamari ge aya nu kieu. Saurna hoax. Kedah ditingali foto lain nu ngangho seragam nu sami bisi kubtukang fotona dicapture tina foto lain ditempel dina foto eta. Soalna nganggo seragam,” ucap anggota Komisi III DPRD Cianjur ini.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menyebut bahwa makhluk gaib memang ada. Namun Herman meminta kehebohan ini tidak dibesar-besarkan.

”Makhluk gaib itu ada, namun berkaitan dengan hal justru akan mengarah kepada musrik,” ucap Herman.

Herman menambahkan, setiap masyarakat berhak untuk mendekati bahkan hingga mengabadikan foto di atas kereta. Sebab, pendopo merupakan milik rakyat, bukan rumah Bupati.

“Jadi siapa pun boleh datang ke pendopo. Apalagi nanti pendopo akan menjadi cagar budaya seperti Istana Cipanas,” tandas Herman.

Hingga tadi malam sekitar pukul 19:30, postingan Reinhard Driple ini sudah dibagikan 106 kali dan dikomentari 200 orang lebih. Belum jelas, apakah foto ini asli atau hasil editan. Menurut Anda? (Planetmerdeka)

Menguak Sosok Nyai Roro Kidul Sang Ratu Gaib yang Dipercaya Ada, Bukan Dalam Alam Khayal Semata

 


Mitos Ratu Kidul, sungguh mengingkari kenyataan. Di sini mitos mengalahkan realitas, tradisi menggusur modernisasi. Sebab hampir di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa, dari Jawa Barat sampai Banyuwangi, Jawa Timur, ratu lelembut ini dipercaya ada bukan dalam alam khayal semata.

Jadi, mungkin benar pula apa yang dikatakan oleh Edmund Leach dalam bukunya Culture and Communication, bahwa mitos merupakan jembatan antara dunia yang tampak dengan jagad yang tak kelihatan.

Mitos merupakan jawaban dari penghayatan manusia ketika ilmu pengetahuan tak lagi sanggup menerangkan hal-hal yang kelewat supranatural. Apa jawaban manusia Jawa tradisional terhadap ganasnya lautan yang acap kali meminta korban, kalau bukan sosok lelembut bernama Ratu Kidul.

Seperti apakah gerangan wajah Kanjeng Ratu Kidul itu? Sayang sekali Babad Tanah Jawi hanya mengatakan kecantikannya tak tertandingi gadis gadis di bumi ini. Sementara menurut kalangan tertentu yang mengaku pernah juga tahu, kecantikan ratu lelembut ini tak terlukiskan kata.Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menerima bendera Merah Putih dari sosok rekaan Nyi Ratu Kidul sebelum diserahkan pada Paskibra yang sudah dikukuhkan. (Kompas.com/Reni Susanti)

Dia berkulit kuning langsat, mulus, dan berperangai halus. Kepalanya berhias mahkota kuning keemasan, dan di deretan giginya ada taring lancip kecil. Katanya, taring runcing ini justru menambah pesona wajah sang Ratu dan hanya terlihat saat dia murka. Satu ciri lagi, dia gemar mengenakan warna hijau.

Paling gampang membayangkan, lihat saja lukisan Basoeki Abdullah yang sengaja ditaruh di kamar 308 Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu. Konon lukisan itu bukan asal coretan tangan semata.

Contoh lain, masih segar dalam ingatan saat kirab jumenengan (penobatan) Sri Sultan Hamengku Buwono X tahun 1989. GBPH Yudhaningrat, pengawal iring iringan kereta Hamengku Buwono X, merasa melihat putri cantik tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam kereta Garudayaksa dan duduk di samping Sri Sultan.

Berbarengan dengan itu, kuda Yudhaningrat melonjak kaget menyebabkan penunggangnya terjatuh. Peristiwa itu terjadi di sebelah utara alun-alun Keraton Yogya. Siapa lagi putri cantik itu kalau bukan Nyai Roro Kidul yang saat itu diributkan koran-koran setempat, ikut mendampingi Sri Sultan berkirab.

Contoh di atas adalah bukti kecil dari sekian banyak bukti yang pernah tersebar tentang keberadaan ratu demit segoro kidul, Tokoh ini memang membingungkan sekali, kalau sedang baik hati dia mau memperlihatkan diri, cuma kalau lagi murka bisa menyeret manusia ke dasar samudera.

"Biasanya orang yang jadi korban, kaum muda yang kemendel atau sok jagoan, berteriak menantang supaya kanjeng Ratu Kidul itu memperlihatkan dirinya," ujar Harno Sutopo, penduduk Pantai Parangtritis, Yogya.

Menurut Harno, Parangtritis itu pintu gerbang keraton laut selatan, maka berlakulah yang wajar-wajar saja. Jangan berteriakteriak menantang, jangan pula berpakaian warna hijau pupus. "Hijau adalah warna seragam prajurit penghuni laut selatan, juga warna kegemaran sang ratu," tuturnya.

Kisah Sakral

Mitos Nyai Roro Kidul sebagaimana tersurat dalam Babad Tanah Jawi itu sampai sekarang masih ada.

Kemasyhurannya bergema hingga terekam dalam kitab-kitab ilmiah bangsa seberang.

Sudah lama mitos ini dikaji dan diteliti oleh para ahli, namun semua itu tak sanggup mengubah pandangan masyarakat Jawa akan eksistensi tokoh yang dianggapnya betul-betul ada.

Babad Tanah Jawi karya gabungan sejarah dan dongeng, memang bukan satu-satunya sumber tentang Nyai Roro Kidul.

Namun dari karya tanpa nama inilah, kisah ratu dedemit laut selatan muncul menjadi bagian dari cerita rakyat Indonesia, bukan Jawa saja.

Nyai Roro Kidul, demikian ejaan sebenarnya dari tulisan serai Babad Tanah ]awi. Tapi entah kenapa beredar dan terkenal dengan nama yang salah baca, Kanjeng Ratu Kidul!

Bahkan ada perbedaan persepsi yang meluas dan diyakininya, bahwa antara Nyai Roro Kidul dan Kanjeng Ratu Kidul itu berbeda.

Artinya, Roro Kidul itu patih, sedangkan Kanjeng Ratu Kidul itu ratunya. Namun, Babad Tanah ]awi tak menyebutkan itu.

Kisah gaib rakyat jelata ini pun lantas berkembang menjadi kisah sakral yang menuntut pertanggungjawaban religi yang sifatnya abadi.

Ya, abadi karena sesuai janji, Roro Kidul akan selalu berhubungan dengan seluruh raja Jawa keturunan Panembahan Senopati hingga kini.

Maka selama Kerajaan Mataram ada, tokoh penguasa dedemit Pulau Jawa ini akan tetap disembah untuk dimintai berkah.

Jadi ratu makhluk halus yang mendirikan bulu roma ini, sesungguhnya tidak memiliki watak jahat, bahkan sebaliknya berhati mulia karena dipercaya menjaga ketenteraman keraton dan rakyat Mataram hingga sekarang.

Memang tak salah kalau cerita besar ini kemudian disebarluaskan lewat media bacaan bergambar yang komiknya laku keras di sekitar tahun '60-an.

Justru komik inilah yang menarik, mengingat penyajian katanya singkat dan padat, sementara gambarnya sanggup menghanyutkan daya fantasi pembaca untuk membayangkan kecantikan rupa Nyai Roro Kidul, serta kebrutalan jin, setan laknat penjaga laut selatan.

Layar perak film nasional pun tak pernah sepi dari cerita-cerita berbau mistis tentang Nyai Roro Kidul dengan serentet judul yang seram plus bumbu seks.

Yang jelas ratu sakti yang rupawan ini sudah menjadi salah satu isi khazanah kisah klasik di Indonesia.

Bahkan nampak semakin sakral, karena seringnya diperingati dalam bentuk upacara labuhan atau terpentaskan dalam teater tertutup berbentuk seni tari bedaya ketawang dan bedaya semang.

Wajar kalau kemudian mitos Nyai Roro Kidul melebihi kisah Babad Tanah ]awi dan kebesaran Kerajaan Mataram sendiri.

Lihat saja, setahun sekali Keraton Yogyakarta pasti melakukan upacara tradisi labuhan di Parangkusuma.

Labuhan adalah persembahan sesaji yang ditujukan kepada Kanjeng Ratu Kidul.

Tradisi ini dilakukan bukan sekadar gengsi keraton atau untuk kepentingan wisatawan melainkan demi keselamatan raja, keraton, dan seluruh rakyatnya.

Ambil contoh, Sri Paku Buwono XII dari Keraton Solo di penghujung tahun 1985 melakukan labuhan guna keselamatan rakyat dan keraton setelah mengalami musibah kebakaran.

Untuk menciptakan keserasian hubungan dengan Ratu Laut Selatan, Kasunanan Surakarta membangun panggung Sanggabuwana sebagai tempat pertemuan mereka berdua.

Sedangkan Kasultanan Yogyakarta memilik sumur gemuling, terowongan bawah tanah di Tamansari Keraton Yogyakarta yang konon tembus sampai laut selatan sebagai tempat hubungan mistis antara Sunan dengan Kanjeng Ratu Kidul.

Tapi hubungan cinta antara raja dan ratu ini oleh sejarawan Prof. Dr. Edi Sedyawati diartikan sebagai hubungan yang bersifat adikodrati bukan hubungan seksual duniawi.

"Karena itu," tulis Edi dalam Prisma no. 7, Juli 1991, "hubungan mereka tak pernah membuahkan anak."

Menyinggung hubungan seksual, sejarawan IKIP Sanata Dharma Yogya, Suhardjo Hatmosuprobo, menyatakan hubungan suami-istri Raja Jawa dan Ratu Kidul itu hanya berlaku sebelum Perjanjian Gianti 1755.

Sesudah Mataram pecah terbagi dua, masing-masing raja Yogya dan Surakarta sama-sama menganggap Kanjeng Ratu sebagai eyang, bukan istri.

"Soalnya, kalau tidak begitu Kanjeng Ratu Kidul itu namanya poliandri," katanya.

Apa pun komentar ahli, persepsi masyarakat Jawa tetaplah tak bergeming dari dulu hingga kini. Semua raja Jawa bisa berkomunikasi dengan Ratu Kidul.

Tak percaya? Sekadar contoh baca saja Tahta Untuk Rakyat hlm. 103. Jelas sekali almarhum Hamengku Buwono IX mengisahkan pengalamannya bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul setelah menjalankan laku puasa.

Katanya, ketika bulan naik, Kanjeng Ratu ini terlihat cantik sekali. Sebaliknya, saat bulan menurun dia nampak sebagai wanita tua renta.

(Tulisan ini ditulis dalam Kumpulan Kisah Misteri Intisari tahun 2002 dengan judul asli Nyai Roro Kidul, Sosok Rekaan Senopati yang ditulis oleh B. Soelist dan Djati Surendro)

Misteri Kepulauan Nusantara di Atas Kepala Dewi Kemenangan Yunani Pada Tropi Piala Dunia

 

Sang pembuat trofi piala dunia, Silvio Cazzaniga menaruh letak indonesia di trofi piala dunia, tepat di atas kedua tangan itu.Dan denah peta indonesia di tropi piala dunia adalah yang paling jelas,detail dan paling utuh di banding negara - negara lain.

Konon sang pembuat Silvio Cazzaniga sangat terinspirasi dengan indonesia,dan sangat meyakini indonesia akan menjadi pemenang piala dunia.

Peta indonesia di tropi piala dunia adalah yang paling jelas,detail dan paling utuh.Di bandingkan dengan negara lain, seperti spanyol,inggris , bahkan brazil,apalaggi australia tidak terlihat sama sekali .
apa yang menarik silvio cazzaniga hingga memiliki keyakinan sekuat itu?hal ini menjadi sebuah misteri yang belum terkuak sampai saat ini.
Melalui laman resmi Twitter, Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI) mengingatkan bahwa peta Indonesia ditempatkan di tempat terhormat dalam trofi Piala Dunia.
Tempat terhormat itu adalah bagian depan.

Trofi Piala Dunia

Sangat jelas terlihat peta Indonesia benar-benar ada di depan.
Peta Indonesia ada di atas kepala dewi yunani yang bernama Nike.
Nike adalah dewi kemenangan.
Indonesia sendiri berpeluang untuk ke Piala Dunia setelah FIFA mengeluarkan wacana untuk menambah negara partisipan di Piala Dunia 2026 menjadi 48 negara.
Piala dunia sendiri, awalnya bernama coupe jules rimet, di ambil dari nama seorang presiden ke 3 FIFA yang berkebangsaan prancis. Dia adalah presiden terlama dalam sejarah Fifa, dengan masa bakti sejak tahun 1921-1954.

Trophy jules rimet berbentuk patung dewi nike atau dewi kemenangan dalam mitos yunani, dan di ukir oleh pemahat abel lefleur, yang terbuat dari perak sterling berlapiskan emas dan lapisan lazuli.
Trophy ini pertama kali di raih oleh uruguay pada piala dunia pertama tahun 1930, dan brazil adalah negara terakhir sebagai pemilik abadinya, ketika menjadi juara dunia pada tahun 1970.
saat piala dunia di gelar di inggris pada tahun 1966, trophy ini sempat di curi dalam sebuah pameran di westmintser central hall., sebelum final piala dunia berlangsung. Selama 7 hari pencarian, barulah trophy ini bisa di temukan oleh seekor anjing pelacak yang bernama pickles di pinggiran kota norwood, london selatan, dalam keadaan terbungkus koran.

Kemudian fifa mengantisipasi akan adanya pencurian lagi, lalu membuat sebuah replika trophy ini saat piala dunia 1970. Dan brazil keluar menjadi juaranya. Akhirnya trophy ini resmi abadi milik brazil, setelah menjadi juara dunia sebanyak 3 kali yakni pada tahun 1950,1958,dan 1970.

Tetapi, trophy ini kembali di curi pada tahun 1983 di kota rio de janeiro, dan tidak pernah di tahu pelaku pencurian, begitu juga tidak pernah di temukan keberadaanya lagi hingga sekarang.
Sungguh di sayangkan, trophy yang seharusnya menjadi bukti dan saksi sejarah piala dunia sejak pertama kali di gelar, dengan mudahnya raib dan tidak pernah kembali. Dan masih menjadi misteri yang tidak pernah berhenti di bicarakan rakyat brazil dan seluruh dunia.
fifa kemudian membuat sebuah trophy baru sebagai pengganti jules rimet, trophy yang memiliki simbol 2 manusia yang memikul bumi, dan terbuat dari emas 18 karat yang berlapis 2 malachitte. Trophy ini di buat oleh pemahat italia Silvio Gazzaniga. Trophy ini pertama kali di perebutkan saat piala dunia 1974 di jerman barat, dan tuan rumah jerman barat sebagai pemilik pertamanya.