Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Sebut Di Surga Ada Pesta Sekh, Benarkah Kenikmatan Surga Seperti Digambarkan Ustadz Ini ?

 

“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan” (QS. As-Sajdah :17)

Hari akhir, akhirat, surga dan neraka menjadi ranah gaib. Gaib bukan berarti tidak ada. Dalam setiap agama dan kepercayaan, tema-tema tersebut mesti diimani meski untuk membuktikan secara ilmiah jangkauan ilmu manusia belum bisa membuktikan keberadaan alam-alam tersebut.

Tetapi, ya itulah. Tidak semua point atau tema dalam agama yang bisa dijelaskan secara akal. Nah, ranah yang masih belum bisa dijelaskan secara akal, disebut dengan ranah gaib. Bagi yang meyakini kebenaran agama, kita dituntut untuk memercayainya, meyakininya bahwa hal itu benar-benar ada.

Lantas, darimana kita mengetahui tentang keberadaan alam gaib ? Tentu saja dari utusan Tuhan, yakni nabi dan rasul. Mereka sebagai pembawa berita, pemberi informasi, penyambung lidah Tuhan yang memberikan kabar kepada umat manusia tentang alam-alam tersebut.

Namun, interpretasi mengenai kenikmatan surgawi atau bahkan hukuman di neraka terkadang dijelaskan secara maknawi. Penuh dengan simbol-simbol dan tidak bisa diterjemahkan secara literal. Oleh karenanya, untuk menafsirkannya tidak boleh sembarangan, yang bakalan merusak pemaknaan kita terhadap alam akhirat, surga dan neraka.

Tapi sayangnya, sebagian kita justru asyik dan merasa paling tahu mengenai kenikmatan surga dan hukuman di neraka. Kita mengambil mudahnya saja. Bahwa kenikmatan surga adalah bidadari, sungai madu dan susu beserta seabrek kenikmatan lainnya. Begitu pula sebaliknya ketika kita menjelaskan hukuman di neraka. Seakan-akan kita lebih pintar dan mengerti daripada utusan Tuhan sendiri. Hal ini juga yang dipercayai sebagian ulama, ustadz atau mereka-mereka yang menyebut dirinya demikian. Seperti terlihat dalam ceramahnya Ustadz Syam di sebuah stasiun televisi nasional yang diunggah ke media youtube. Ceramah subuh tersebut memang terlihat dipotong, sehingga kita mendapatkan point bahwa di surga ada sebuah “pesta sex.” Sayangnya, kelanjutan dari ceramahnya tidak diulas lebih jauh. Perlu “Tabayyun” dan konfirmasi kepada ustadz yang bersangkutan, apakah memang demikian pendapatnya ?

Tapi, jika memang demikian kepercayaan sang Ustadz maka bisa dikatakan Sangat disayangkan. Disebut sangat disayangkan karena penggambaran surga seperti itu hampir diamini sebagian besar umat ini. Bukankah memang ini juga yang diajarkan sebagian guru-guru agama kita semenjak kecil ? JIka seorang lelaki muslim masuk surga maka kelak akan mendapatkan bidadari. Penggambaran bidadari sebagai sesosok perempuan cantik, molek dan selalu perawan adalah cerita lumrah yang diceritakan dari generasi ke generasi umat Islam. Penggambaran atau penafsiran seperti ini seakan sudah menjadi kebenaran itu sendiri. Padala, kembali lagi, itu hanyalah penafsiran terhadap ayat-ayat kitab suci. Maka, ketika semasa kecil penulis mengajukan pertanyaan kritis kepada sang guru agama, bagaimana dengan posisi seorang perempuan muslim yang sholeh, apakah ia akan mendapatkan bidadari juga ? Tidak ada jawaban yang memuaskan dari sang guru. Seakan-akan surga itu diperuntukkan untuk Kaum Adam saja.

Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat ayat yang menerangkan bahwa orang-orang beriman dan beramal kebajikan di surga kelak akan memperoleh “azwaajun muthahharah” (Al-Baqarah 25; Alu Imran 15; An-Nisa’ 57) atau “huurun `iin”(Ad-Dukhan 54; Ath-Thur 20; Al-Waqi`ah 22). Barangkali karena kebanyakan penafsir kita laki-laki, maka dalam tafsir-tafsir Al-Qur’an bahasa Indonesia “azwaajun muthahharah” sering diterjemahkan “istri-istri yang suci”.

Arti terjemahan yang berbau perbedaan gender ini perlu segera mengalami reformasi, sebab dalam bahasa Arab istilah “azwaaj” (plural dari “zawj”) tidak melulu berarti “istri”, melainkan dapat juga berarti “suami” atau “pasangan” atau “kelompok”, tergantung dari konteks masalahnya.

Sedangkan kata “huur”, yang sering diterjemahkan sebagai “bidadari”, berasal dari tiga huruf dasar ha-waw-ra yang artinya “teman setia”. Istilah ini berlaku baik bagi pria maupun wanita, dan sama sekali tidak merujuk kepada gender tertentu, apalagi dengan konsep “bidadari” yang berasal dari pemikiran pra-Islam. Dari akar kata ha-waw-ra,muncul “huur”, “hawariy” atau “huwaar”, yang semuanya berarti “teman setia”, bisa jadi laki-laki dan mungkin juga perempuan.

Sesungguhnya penafsiran surga yang sering diceritakan dari generasi ke generasi umat Islam sepanjang masa adalah imbalan yang sifatnya duniawi. Imbalan kenikmatan yang “sudah” pernah dirasakan di dunia ini juga. Padahal ,sejatinya seperti disebutkan dalam ayat pembuka di awal paragraf ada penegasan, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti.” Hal ini sejalan dengan hadits Nabi Saw :

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda : “Allah SWT Berfirman : Telah Aku siapkan bagi Hamba-Hamba-Ku yang sholeh, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan didengar oleh telinga dan terlintas dalam benak manusia.” Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Shahih Muslim-Shahih Bukhari).

Dengan demikian, baik dari ayat Al-Qur’an sendiri dan hadits Nabi Saw, kenikmatan surga jauh berada di atas level kenikmatan duniawi, apalagi hanya sekadar “pesta sex” yang dipercayai sebagian kalangan. Dengan kata lain, kenikmatan surgawi adalah sebuah kenikmatan yang belum pernah dirasakan oleh panca indera kita. Sebuah kenikmatan yang melampaui itu semua. seword

Anies Baswedan di-Bully Netizen Gara-gara Lakukan Tindakan Ini

 


Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta (terpilih) di-bully sejumlah netizen gara-gara melakukan tindakan seperti ini.

Melalui akun instagramnya, Anies mengaku baru saja mengikuti pengajian rutin Kliwonan Habib Luthfi di Pekalongan, Jawa Tengah.
Usai mengikuti pengajian tersebut, lalu lintas di jalanan sekitar dari dan atau menuju tempat acara sangat macet.
Anies yang mengenakan kemeja putih dan bersarung kemudian mendapat tawaran tumpangan sepeda motor.
Karena Romadhon, teman yang menawari motor tersebut, memakai kain sarung, Anies pun menawarkan diri yang menyetir sedangkan Romadhon duduk di belakang menjadi penumpang.
Dalam foto itu terlihat, Anies memakai helm tetapi tidak cikunci sehingga talinya terlihat menggantung, sedangkan penumpangnya tidak memakai helm.
Bahkan, sang penumpang pun melepas kopiah hitam dan memegangnya menggunakan tangan kiri.
Sepeda motor yang ditumpangi merek terkenal dan sepertinya masih baru sehingga menggunakan nomor bantuan berwarna merah.
Anies menulis status: @aniesbaswedan Sepulang mengikuti pengajian kliwonan Habib Luthfi di Pekalongan. Lalu lintas macet luar biasa.
Mas Romadhon, menawarkan tumpangan; karena pakai sarung maka saya ajak tukar posisi: saya di depan dan dia di belakang. Naik motor pakai sarung terasa sejuk.
Selamat berakhir pekan, teman-teman.
Inilah komentar para netizen.
Sandiruswanda: Ko yg belakang gak pake helm pak?
Pancasila_enthusiast: ini pak yg namanya teladan? tidak memakai helm di jalan raya?
Hendie_hs: Belum jd gubernur sdh berani bonceng 2 ga pake helm gmna nanti nih ckckck
Opickar007: Dikancingin dong pak tali helmnya
Dhany_wijayaa: Dikancingin helm nya pak biar kaya beneran
Septianbdmnty: dack amanah
Imrilqzfrdn: DP 0% gimana pak?
Muhammadridhoagung_: Numpang ngakak
Ramadityap: Janji janji manis akankah dibuktikan kelak?? Jangan sampai hanya untuk menangin pilkada aja
Robby_oc_: tempat reklamasi mau di jadiin apa pak katanya ?
Pekanbaru_: luculucuanDp nol rupiah gimana
Ni2ngchan: Dilantik aja belom bapaknya.... so pasti dia bakal merealisasikan janjinya secara bertahap... sabar bro
Deek_ady: Wkwkwkk di bully
Randysssss: Hahahahaha kalo gubernur langgar aturan mah bebas. Yg penting seiman yg penting masuk sorga. Amiiin
Medusarevenge: Cieeee gubernur santun, pakai helmnya ga santun... Nyontohin ngeboncengin org juga ga santun sama peraturan ( baca : ga pake Helm) , plat nomernya juga ga santun... Yg penting mulut santunn yeeeeee hahaha..... 
sumber;infomenia

Giliran Tidak Ada Ahok,Haji Lulung Pun Berantem Sama M Taufik

 

Kalau sesama Bandit saling berantem, artinya tanda-tanda pecah kongsi. Begitulah kura-kura yang dialami Jakarta sekarang pasca lengsernya Ahok. Mulai dari tim Sinkronisasi Anies-Sandi yang saling cakar-cakaran rebutan posisi sampai ke anggota Dewan DPRD DKI Jakarta yang saling sikat menunjukkan eksistensinya masing-masing.

Baru-baru ini Haji Lulung ribut dengan M Taufik Si Raja Lobster itu. Pasalnya karena mempersoalkan bangunan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Taufik meributkan bahwa bangunan di sana hanya boleh tiga lantai, selebihnya harus dibongkar. Lulung pun kebakaran kumis mencak-mencak tidak karu-karuan.

Akhirnya tiba juga saatnya, cakaran-cakaran antara sesama rombongan sirkus, berikutnya ditunggu pertarungan yang seru antara Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih yak.

Beginilah kalau dua ular berbisa berada dalam satu kandang yang sama, saling memagut satu sama lain untuk menunjukkan siapa yang paling berbisa.

Bisa jadi Lulung punya bangunan disana, atau barangkali dimintai tolong sama cukong-cukong yang was-was bangunan-bangunan mereka di Pantai Indah Kapuk dirobohkan akibat ributnya si raja Lobster.

Mari kita simak mencak-mencaknya si Boss Lulung;

“Jangan Pemprov ditantangin untuk melakukan penegakan hukum, tapi elu (Taufik) kagek punye pengetahuan, kan malu”

“Makanya kemarin saya bilang, Pak Taufik harus (mengerti) substansinya. Malu dong sama Pemda. Masa anggota Dewan enggak ngerti soal itu. Kan kita (DPRD) yang bahas Perdanya tahun 2012-2014”

“Itu kan pengembang yang bangun. Kasihan orang-orang yang sudah bayar DP nanti pada lari. Jangan menakuti orang lain, kan kasihan yang sudah DP di situ. Bikin bangunannya kan bukan pake kertas, pake fulus itu”

“Ya Taufik memang enggak ikut bahas Perda itu, sih. Die baru belakangan saja. Soalnya kan die baru dilantik jadi anggota Dewan itu Agustus 2014”

Jakarta oh Jakarta sial benar nasib mu kini. Silahkan makan dagangan ayat yang dibeli, Allah sudah memberikan pilihan pelayan Jakarta yang bersih, transparan dan profesional, jadi ya nikmati saja stand up komedi dari gerombolan lalat, tikus dan benalu parasit.

Ngemeng-ngemeng jadi sebenarnya siapa sih yang salah, Lulung atau si raja Lobster? I dunno, beib. Yang jelas kalau Ahok masih ada, dua-duanya akan dibuat KO sampai tidak berdaya untuk yang kesekian kalinya.

Namanya juga sesama rombongan sirkus yang isinya badut-badut yang lucu. Yang satu bilang bangunan tidak boleh lebih dari tiga lantai, yang satunya lagi nyerocos Perda yang disusun DPRD tak menyebutkan begitu. Ayam pun geleng-geleng kepala sampai termehong-mehong.

Menurut Lulung, Taufik itu kayak orang yang tidak tahu aturan dan hanya bikin malu anggota Dewan karena pada tahun 1999 yang silam Gubernur Sutiyoso menerbitkan SK soal zona aman di wilayah bangunan yang diributkan Taufik.

Setelah SK itu terbit, lalu dilanjutkan dengan pembahasan Perda yang dimulai sejak tahun 2012 sehingga menjadi Perda No 1 Tahun 2014 tentang Rencana Desain Tata Ruang (RDTR) di tahun 2014.

Lulung pun emosi dan mencak-mencak melihat ulahnya M. Taufik yang menantang Pemprov DKI untuk segera bongkar bangunan disana tanpa paham bagaimana aturan yang sebenarnya.

Lulung bilang, sebagai anggota Dewan semestinya M. Taufik tidak boleh serta-merta begitu karena bangunan di Pantai Indah Kapuk bakal dijadikan apartemen dan perkantoran dimana bangunan 13 lantai akan dijadikan apartemen, sedangkan yang delapan lantai dijadikan perkantoran.

Mereka ini tidak ada bedanya dengan kucing garong yang begitu bernafsu dapat hasil rampasan, lalu saling bertengkar dan cakar-cakaran berebut hasil jarahan mereka. Kalau sudah serakah dan mental perusak mau posisi setinggi apapun dengan jabatan anggota dewan yang terhormat tetap tidak akan merubah paradigma yang ada.

Lantas bagaimana sikap Pemprov DKI? Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Edy Junaedi menjelaskan bahwa memang tidak ada yang salah dengan bangunan-bangunan disana. Segalanya sudah memenuhi aturan.

Koefisien lantai bangunan (KLB) disana sudah empat. Artinya, jika punya luas tanah 1.000 meter, maka boleh dibuat bangunan vertikal dengan luas 4.000 meter dengan maksimal lantai sebanyak 28 lantai.

“Makanya tak ada yang salah dengan bangunan itu. Maksimalnya kan 28 lantai, itu kan hanya 13 dan 8 lantai yang dibangun. Ya memenuhi aturan berarti,” jelas pak Edy dengan gamblang.

Kita yang waras menyikapi fenomena saling jambak-jambakan ini dengan lucu. Saya tidak habis pikir apa jadinya Jakarta lima tahun kedepan tanpa Ahok. Bakal disuguhi stand up komedi berjilid-jilid.

Kemarin-kemarin mereka dua ini saling menabur benih kebencian untuk menjegal Ahok, sekarang keduanya saling jambak. Ahok sudah tidak ada, jadi mereka sekarang bebas berpesta pora. Ahok sudah tidak ada, kata-kata itu akan semakin menggema di ruang lingkup DPRD DKI, maju kotanya, bahagia rakyatnya.

Rp 3,1 Milyar Digelontorkan Untuk Hak Angket Bela Koruptor, Sementara UU Anti Teroris Tidak Juga Kelar

 

Sebenarnya saya sudah tidak heran lagi kenapa UU Anti Terorisme sampai tulisan ini saya posting tidak kelar-kelar juga. Terlalu banyak kepentingan yang bermain di gedung DPR/MPR sana. Mereka lebih mementingkan kepentingan golongan mereka, bukan membela kepentingan rakyat yang memilih mereka sampai bisa duduk manis di Senayan dan menikmati berbagai fasilitas mewah.

Tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh pihak Kepolisian saat ini sudah sangat berat untuk memberantas penyakit dan momok terorisme di negara ini. Terlalu banyak kerikil-kerikil tajam yang menghambat tugas mulia mereka sebagai pelindung rakyat.

Upaya pihak Kepolisian untuk membendung bibit-bibit terosrisme dan segala aksi teror atas nama agama akibat racun doktrin yang salah kaprah justru tidak didukung penuh oleh para wakil rakyat yang sejatinya harus membela kepentingan rakyat banyak, bukan sebaliknya malah sibuk bela rekan-rekan mereka yang terjerat kasus korupsi.

Tindakan bom bunuh diri dan penyerangan-penyerangan terhadap aparat negara yang sedang bertugas telah menjadi penyakit yang mematikan, momok yang menjijikan, serta virus yang sangat sadis yang secara perlahan tapi pasti menggerogoti dan merobohkan sendi-sendi kedaulatan bangsa.

Disela-sela bertugas, para aparat negara tetap menyempatkan kewajiban mereka kepada Allah Swt. Mengapa mereka harus dibasmi teroris yang mengatasnamakan Islam?

Sejak bangsa ini berdiri, ratusan, bahkan ribuan nyawa telah hilang serta rusaknya infrastrukrur-infrastrukrur negara dengan nilai trilyunan rupiah akibat aksi-aksi biadap terorisme di negeri zamrud khatulistiwa ini.

Siapapun dan agama manapun mengutuk keras aksi terorisme, namun tidak bagi para wakil rakyat yang duduk manis di Senayan dengan berbagai fasiliitas mewah yang mereka nikmati.

Tindakan membunuh saudara-saudari sendiri yang sebangsa dan setanah air dan sama-sama memeluk keyakinan yang sama sangat tidak dapat diterima secara akal sehat, diluar nalar dan logika. Tindakan biadap mereka sungguh sangat keterlaluan, membunuh siapa saja yang menghalangi niat dan aksi busuk mereka dengan mengkambing hitamkan jihad.

Dan ini yang tidak mau dipikrkan oleh para politisi di Senayan, khususnya Gerindra dan PKS. Apalagi PKS, partai yang secara terang-terangan membela dan melindungi aksi-aksi terorisme dengan mengecam pihak Kepolisian dalam memerangi tindakan terorisme di negara ini. Harus berapa nyawa lagi yang hilang akibat ulah teroris baru UU Anti Teroris itu dikebut penyelesaiannya?


Saat ini Pori telah membuktikan hasil karya mereka yang gemilang dan prestasi yang luar biasa dengan berhasil menangkap dan menembak mati para teroris di setiap aksi-aksi teror. Kantong-kantong teroris dilacak dan diobrak-abrik agar tidak terjadi aksi pengrusakan yang lebih besar lagi di negara tercinta ini.

Apakah cukup hanya Polri saja yang kerja keras mati-matian untuk memberantas Terosrisme? Tentu saja tidak. Tugas militer bukan hanya mengatasi ancaman dari luar, akan tetapi juga menangkal ancaman dari dalam jika sudah bersinggungan dengan kedaulatan negara.

Itulah sebabnya kenapa andil TNI sangat diperlukan dalam pemetaan medan perang melawan teroris. Memang militer tidak dilatih untuk berperang melawan rakyat sendiri, namun jika sudah menyangkut kedaulatan negara maka terorisme adalah ancaman dan musuh negara.

Sudah banyak contoh negara-negara lain yang hancur luluh lantak dan porak-poranda akibat ulah terorisme, Suriah salah satu contohnya. Apakah kita ingin negara kita bernasib sama seperti Suriah dan lain sebagainya? Tentu saja tidak.

Namun yang ada dalam benak para Politisi di Senayan itu hanya kepentingan politik partai mereka dan kepentingan rekan sejawat mereka semata, sementara nyawa rakyat sama sekali mereka tidak perduli. Mau mampus kek, bodoh amat. Ibaratnya begitu.

Negara ini telah dibangun susah payah dengan gelimangan darah dan cucuran air mata oleh para pendahulu bangsa, apa bapak ibu mau negara ini hancur hanya karena pemberantasan terorisme dihambat oleh para anggota Dewan yang terhormat di Senayan sana?

Hal yang lebih krusial dan mendesak tidak mereka lakukan, malah sibuk bela rekan-rekan mereka yang terlibat korupsi E-KTP dengan memanfaatkan kewenangan mereka untuk melakukan hak angket untuk membela para Koruptor. Dimana logikanya coba?

Padahal mereka digaji dari uang rakyat yang butuh ekstra perlindungan yang lebih dari aksi-aksi kekejaman terorisme, namun yang terjadi justru sebaliknya, uang hasil keringat rakyat mereka hamburkan demi kepentingan golongan mereka dengan cara melemahkan KPK melalui hak angket.

Coba bapak ibu bayangkan, anggaran sebesar Rp 3.151.986.000 yang dicomot dari APBN hanya untuk membiayai Pansus Hak Angket KPK itu. Bukankah lebih bermanfaat jika dana tersebut dimanfaatkan untuk menyelesaikan UU Anti Terorisme? Berikut rinciannya (Sumber).
Rapat-rapat penyelidikan: Rp 110.550.000
Rapat-rapat pemeriksaan: Rp 513.800.000
Menghadirkan pakar: Rp 753.488.000
Penyelidikan: Rp 149.100.000
Honor Panitia Angket: Rp 241.950.000
Honor Tim Panja: Rp 143.450.000
Honor Tim Perumus: Rp 94.450.000
Belanja perjalanan dinas paket meeting dalam kota: Rp 234.760.000
Konsinyering: Rp 168.960.000

Betapa borosnya para anggota Dewan yang terhormat itu menghambur-hamburkan uang sebanyak itu hanya demi satu tujuan, memusnahkan KPK yang menjadi batu sandungan mereka untuk korupsi. Lagi-lagi, dimana logikanya coba?

Alumni 212: Orang Kafir yang Dizalimi Akan Kami Bela

 
Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo (tengah) mengatakan, pihaknya akan membela Hary Tanoesoedibjo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menegaskan, pihaknya saat ini bukan hanya membela ulama, tapi juga membela setiap orang yang dizalimi meskipun dianggap kafir. Presidium menyatakan tak akan tebang pilih dalam memberikan pembelaan.

"Siapa pun orang kafir yang dizalimi ya kami harus bela. Kami tidak milih orang," kata Sambo di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Dia menyebut salah seorang yang dianggap kafir dan patut dibela adalah Hary Tanoesoedibjo. Ketua Umum Partai Perindo ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ancaman melalui SMS.

Sambo menduga Hary Tanoe menjadi korban politik balas dendam atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta. Sambo mengatakan, Presidium Alumni 212 akan membela bos MNC Group itu karena selama ini banyak membantu kelompoknya.

Sebelum memutuskan bantuan kepada Hary Tanoe, Sambo mengaku menerima masukan agar presidium tidak hanya membela orang beragama Islam saja. Hal itu sebagai bentuk solidaritas kepada para pihak yang dizalimi karena bertentangan dengan Ahok.

"Yang kami bela, dia sekarang dizalimi, dia banyak ikut bantu, itu pun karena ada yang disampaikan, ya kami bela. Enggak ada hubungan yang namanya, 'Ini kan, ustaz bela orang kafir'" ujar Sambo.


Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo usai pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Dia menjelaskan, pembelaan yang diberikan presidium kepada Hary Tanoe berupa pengaduan ke Komnas HAM. Sambo mengatakan, pihaknya mendesak Komnas HAM untuk membentuk tim investigasi karena dugaan kriminalisasi.

"Supaya Komnas HAM membentuk tim investigasi juga, sebagaimana yang mereka lakukan kepada orang yang dikriminalisasi lainnya," kata Sambo.

Hari ini Presidium Alumni Aksi 212 kembali menyambangi Kantor Komnas HAM. Sejumlah aduan mereka sampaikan, salah satunya terkait sikap menolak aksi kriminalisasi terhadap Hary Tanoe. (pmg)

Takut Ditinggal Pendukungnya ? Fraksi PKS dan Gerindra Tolak Pembubaran Ormas Radikal

 
Jangan pilih partai yang mendukung ormas radikal, karena bisa jadi mereka memang pendukung ormas radikal untuk membuat kegaduhan di negeri ini.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas), langsung berlaku pasca diterbitkan Presiden Joko Widodo. Namun Perppu itu bisa batal jika DPR menolak mengesahkannya menjadi undang-undang.

Adalah Fraksi PKS dan Gerindra yang langsung menyampaikan penolakan terhadap Perppu Ormas. Presiden PKS Sohibul Iman, menilai Perppu Ormas tidak memenuhi syarat kegentingan yang memaksa untuk diterbitkan.

“Kami tidak melihat ada kegentingan yang memaksa. Kalau tidak ada, solusinya bukan Perppu, tapi mengamandemen undang-undangnya (UU Ormas -red). Kalau pembubaran ini hanya dilakukan oleh eksekutif, tentu ini akan berbahaya,” ucap Sohibul, Rabu (12/7).

Sohibul menilai, pembubaran ormas yang anti-Pancasila mestinya tetap menempuh jalur hukum, tidak langsung oleh pemerintah sebagaimana diatur dalam Perppu.

“Ormas kan didirikan secara legal berbadan hukum, makanya kalau dia mau dibubarkan, di situ ada proses yang berpayung hukum. Saya kira itu problemnya,” kritiknya.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengkritik lebih keras soal terbitnya Perppu Ormas oleh Jokowi, untuk mengganti UU Ormas yang disusun di DPR itu. Jazuli menyebut ada potensi pemerintah represif jika Perppu disahkan DPR menjadi undang-undang.

“Fraksi PKS sendiri menyampaikan keprihatinan atas terbitnya Perppu ini dilandasi atas banyaknya ‘pasal-pasal karet’, dan pengabaian proses peradilan dalam Perppu ini,” ujar Jazuli Juwaini kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (13/7).

“Perppu ini dikhawatirkan sangat potensial mengubah komitmen negara hukum (rechstaat) menjadi negara kekuasaan (machtstaat),” lanjutnya.

Sudah jelas alasan mereka dalam menolak pembubaran ormas radikal tersebut tanpa SOLUSI dalam membubarkan ormas-ormas radikal yang tidak menguntungkan bangsa dan negara itu.

siapa bilang ini tidak menguntungkan bangsa dan negara?
memangnya mereka ingin indonesia menjadi bergolak macam turki,syiria,yaman dan negara-negara arab lainya karena terlalu membebaskan ormas-ormas radikal.
atau justru mereka ketakutan dan merasa dirugikan bila prmas-ormas radikal di belenggu mereka akan kehilangan pendukung dan simpatisan.
susah memang kalo segala sesuatu selalu dikait-kaitkan dengan kepentingan politik,tidak bisa melihat lagi mana yang baik mana yang benar.. yang dicari cuma kemenangan dan keuntungan kelompok saja.[PO]